GAMBARAN KEHILANGAN GIGI PADA PASIEN YANG BERESIKO OSTEOPOROSIS PASKA MENOPAUSE DI RSGM UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Liana Rahmayani

Abstract


Menopause biasanya terjadi pada perempuan ditandai dengan berhentinya menstruasi selama 12 bulan atau lebih dan biasanya dijumpai pada usia 50 tahun ke atas. Salah satu gejala dari menopause adalah terjadinya osteoporosis yang disebabkan adanya penurunan kadar estrogen. Penurunan kadar estrogen berhubungan dengan peningkatan produksi sitokin yang dapat menstimulasi osteoklas yang meresorpsi tulang alveolar sehingga dapat terjadi kehilangan gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kehilangan gigi pada pasien paska menopause yang beresiko osteoporosis di RSGM Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini sebanyak 37 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling selama 1 bulan. Data diperoleh dari wawancara dan pemeriksaan klinis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa subjek dengan resiko tinggi osteoporosis sebesar 5,4%, resiko sedang osteoporosis 37,8% dan resiko rendah osteoporosis 56,8%. Kehilangan gigi terbanyak pada pasien paska menopause yang beresiko osteoporosis adalah pada kategori kehilangan >12 gigi sebesar 51,4% dan pada regio posterior sebanyak 54,1%. Disimpulkan bahwa kehilangan gigi terbanyak pada pasien yang beresiko osteoporosis paska menopause terdapat pada kategori >12 gigi dan regio posterior.

Kata kunci: kadar estrogen, kehilangan gigi, menstruasi, osteoporosis, paska menopause


References


Muhith A, Siyoto S. Pendidikan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: ANDI. 2016. p.17.

Africa CWJ, Reddy J. The Association Between Gender and Tooth Loss in A Small Rural Population of South Africa. Science Journal of Clinical Medicine. 2013; 2(1):8-13.

Emami E, Souza RFd, Kabawat M, Feine JS. The Impact of Edentulism on Oral and General Health. Int J Dent. 2013:1-7.

Hidayati, Semiarty R, Septevani W. Pengaruh Oral Hygiene pada Wanita Paskamenopause dengan Kejadian Gingivitis pada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. Andalas Dental Journal. 2012:14-28.

Yildirim TT, Kaya FA. The Effects of Menopause on Periodontal Tissue. Int Dent Res. 2011; 3:81-6.

Balch JF, Stengler M, Balch RY. Menopause Drug Alternatives: All-Natural Options for Better Health without the Side Effects. Canada: John Wiley & Sons, Inc. 2008. p.1.

Parry BL. Optimal Management of Perimenopausal Depression. Int J Womens Health. 2010; 2:143-51.

Iordanidou E. Oral Manifestations of Menopause. Balk J Stom. 2009; 13:141-5.

Marcu R, Feldman D, Nelson DA, Rosen CJ. Reflections on Osteoporosis. In: Nordin BEC, editor. Osteoporosis 3rd ed. USA: Elsevier. 2008. p.47.

Mohammad AR, Hooper DA, Vermilyea SG, Mariotti A, Preshaw PM. An Investigation of the Relationship Between Systemic Bone Densityy and Clinical Periodontal Status in Post-Menopausal Asian-American Women. International Dental Journal. 2003; 53(3):121-5.

Riadiani B, Dewi RS, Ariani N. Hubungan Kehilangan Gigi dan Kemampuan Mastikasi pada Perempuan Pasca Menopause. FKG UI. 2013.

Suparni IE, Astutik RY. Menopause Masalah dan Penanganannya. Yogyakarta: Deepublish. 2016. p.15-6.

Sherchan B, Lamichhane, Mahara DP. Osteoporosis Self Assessment Tool for Asian (OSTA) Index in Comparison to Quantitative Ultrasound of the Calcaneal in Predicting Low Bone Density. NOAJ. 2013; 3(2):20-5.

Priananto FR, Permana G, Setyawati T, Baziad A. Ketidaknyamanan di Rongga Mulut pada Wanita Menopause dan Faktor-faktor Intraoral yang Berperan (Studi Pustaka). JKGUI. 2013; 10 (edisi khusus):983-8.

Putri YDN. Gambaran Status Periodontitis Paska Perawatan Scaling dan Root Planing pada Wanita Menopause (Kajian pada Posyandu Lansia Mawar XII Kelurahan Pajang Kecamatan Laweyan). FKG Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2016. p.1-8. Publikasi Ilmiah.

Hartanti. Efek Kontrol Glikemik terhadap Penyakit Periodontal Penderita Diabetes Mellitus. IDJ. 2013; 2(2):97-102.

Weinstein RS. Glucocorticoid-Induced Osteoporosis and Osteonecrosis. Endocrinol Metab Clin North Am. 2012; 41(3):595-611.

Buencamino MCA, Palomo L, Thacker HL. How Menopause Affects Oral Health, and What We Can Do About It. Cleveland Clinic Journal of Medicine. 2009; 76(8):467-75.

Butt AM, Rahoojo A, Punjabi SK, Lal R. Incidence of Various Kennedy’s Classes in Partially Edentulous Patients Visiting Dental OPD Hyberabad/Jamshoro. Pakistan Oral & Dental Journal. 2015; 35(2):329-31.

Maulana EGS, Adhani R, Heriyani F. Faktor yang Mempengaruhi Kehilangan Gigi pada Usia 35-44 Tahun di Kecamatan Juai Kabupaten Balangan Tahun 2014: Tinjauan Terhadap Pengetahuan dan Sosial Ekonomi. Dentino (Jur. Ked. Gigi). 2016; 1(1):98-103.

Mazocco L, Chagas P. Association Between Body Mass Index and Osteoporosis in Women From Northwestern Rio Grande do Sul. Rev Bras Reumatol. 2017; 57(4):299-305.

Herwanda, Rahmayani L, Nurmalia S. Gambaran Kebutuhan Perawatan Gigi dan Mulut pada Pasien di Posyandu Lansia Puskesmas. Cakradonya Dent J. 2014; 6(1):619-77.

Sozen T, Ozisik L, Basaran NC. An Overview and Management of Osteoporosis. Eur J Rheumatol. 2017; 4:46-56.

Rodrigues SM, dkk. Implications of Edentulism on Quality of Life among Elderly. Int. J. Environ. Res. Public Health. 2012; 9: 100-9.

Kunavina K. Oral Health Assessment of Elderly People Living in the Arkhangelsk Region, Rusia. University of Oulu, 2016. p.39-40. Dissertation.

Anshary MF, Cholil, Arya IW. Gambaran Pola Kehilangan Gigi Sebagian Pada Masyarakat Desa Gunung Ujung Kabupaten Banjar. Dentino (Jur. Ked. Gigi). 2014; II(2):138-43.

Sanjaya AA. Gigi Lansia. Jurnal Skala Husada. 2016; 13(1): 72-80.

Jovina TA. Pengaruh Kebiasaan Menyikat Gigi Terhadap Status Pengalaman Karies Riskesdas 2007. Universitas Indonesia, 2010. p.24. Tesis.

Tsai SJ, dkk. Factors Associated with Having Less Than 20 Natural Teeth in Rural Adults: A Cross-Sectional Study. BMC Oral Health. 2015; 15:158.

Gopinath V, Prabhu MN, Suryawanshi H. Osteoporosis and Periodontal Disease-A Review. International Journal of Innovations in Dental Sciences. 2016; 1(1):27-37.

Darcey J, dkk. Tooth Loss and Osteoporosis: To Assess the Association Between Osteoporosis Status and Tooth Number. Br Dent J. 2013; 214(4):E10.

Ueno M, Yanagisawa T, Shinada K, Ohara S, Kawaguchi Y. Masticatory Ability and Functional Tooth Units in Japanese Adults. Journal of Oral Rehabilitation. 2008; 35:337-44.

Ariani N, Kusdhany MLS. Penatalaksanaan Pasien Gigi Tiruan Sebagian Lepas dengan Kondisi Osteoporosis Pascamenopause. IJD. 2006; Edisi Khusus:148-54.

Harish M. Perbedaan Densitas Tulang Alveolar Regio Molar Pertama Akibat Aktivitas Membarong Reog Ponorogo Berdasarkan Radiografi Periapikal. Universitas Jember. 2015. p.16-7. Skripsi.

Fatmawati DWA. Hubungan Biofilm Streptococcus mutans terhadap Resiko Terjadinya Karies Gigi. J.K.G Unej. 2011; 8(3):127-30.

Samarrai SE. Etiology of Dental Caries. University of Baghdad. 2012.




DOI: https://doi.org/10.24815/cdj.v13i2.19265

Article Metrics

Abstract view : 10 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Cakradonya Dental Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

VISITORS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Editorial Office Address

Faculty of Dentistry Universitas Syiah Kuala
Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Aceh, Indonesia - 23111

ISSN: 2085-546X, E-ISSN: 2622-4720