Efek Antibakteri Formulasi Sediaan Pasta Gigi Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis L.) dan Peppermint (Mentha piperita L.) Terhadap Streptococcus mutans

Vinna Kurniawati Sugiaman, Regina Pradipta, Wahyu Widowati

Abstract


Streptococcus mutans merupakan bakteri yang bersifat asidogenik dan kariogenik yang berperan sebagai agen etiologi dalam pembentukan karies. Pemilihan pasta gigi yang mengandung bahan herbal merupakan salah satu upaya dalam pencegahan karies. Kombinasi ekstrak teh hijau dan peppermint dapat digunakan sebagai formulasi sediaan pasta gigi karena memiliki sifat antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek antibakteri sediaan pasta gigi ekstrak teh hijau (Camellia sinensis L.) dan peppermint (Mentha piperita L.) terhadap S. mutans. Penelitian ini menggunakan metode difusi cakram, terdapat empat kelompok perlakuan yang diuji yaitu pasta gigi ekstrak teh hijau dan peppermint dengan konsentrasi 1000 mg/ml, 500 mg/ml, 250 mg/ml, 125 mg/ml, 62,5 mg/ml, dan 31,25 mg/ml, pasta gigi base, pasta gigi herbal sebagai kontrol positif, dan NaCl 0,9% sebagai kontrol negatif. Hasil pengukuran diameter zona hambat terkecil didapatkan pada konsentrasi 125mg/ml dengan diameter zona hambat rata-rata sebesar 6,31 mm sedangkan zona hambat terbesar berada pada konsentrasi 1000 mg/ml dengan diameter zona hambat rata-rata sebesar 11,43 mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pasta gigi ekstrak teh hijau dan peppermint memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus mutans.


Keywords


Streptococcus mutans, Antibakteri, Pasta gigi, Teh hijau, Peppermint

Full Text:

PDF PDF

References


Garg N, Garg A. Textbook of operative dentistry. 3rd ed. India, New Delhi: Jaypee; 2015: 40–46.

Yadav K, Prakash S. Dental caries: A review. Asian Journal of Biomedical and Pharmaceutical Sciences. 2016;6(53):1–7.

Kementrian Kesehatan. Laporan nasional riskesdas tahun 2018. Jakarta: Kemenkes RI; 2018: 93–96.

Pesaressi E, Villena RS, Frencken JE. Dental caries and oral health-related quality of life of 3 year old living in Lima, Peru. Int J Paediatr Dent. 2020;30(1):57–65.

Suratri MAL, Jovina TA, Notohartojo IT. Hubungan kejadian karies gigi dengan konsumsi air minum pada masyarakat di Indonesia. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2018;28(3):211–8.

Xin X, Yuan Z, Wenyuan S, Yaling L, Xuedong Z. Dental caries principles and management. China, Chengdu: Springer ; 2016. 30–32.

Frencken JE. Evidence based caries prevention. Turkey, Izmir: Springer; 2016. 2–3.

Vasudevan D, Sreekumari S, Kannan V. Textbook of biochemistry for dental student. 3rd ed. India, Delhi: Jaypee; 2017: 191.

Ashkenazi M, Bidoosi M, Levin L. Effect of preventive oral hygiene measures on the development of new carious lesions. Oral Health Prev Dent. 2014;12(1):61–68.

Kumar S, Tadakamadla J, Johnson NW. Effect of toothbrushing frequency on incidence and increment of dental caries: A systematic review and meta-analysis. J Dent Res. 2016;95(11):1230–1236.

Senjaya AA. Menyikat gigi tindakan utama untuk kesehatan gigi. Jurnal Skala Husada. 2013;10(2):194–199.

Faller R, Zupan AB. Understanding dental caries from pathogenesis to prevention and therapy. 3rd ed. France, Paris: Springer; 2016. 187–198.

Suprihatini R, Batubara I, Achmadi SS, Mariya S, Mulyatni AS, Sokoastri V, et al. Teh camellia sinensis Indonesia: Lebih menyehatkan. Indonesia, Bogor: IPB University; 2021. 8–9.

Setiawati Y, Ramadhani M, Bobsaid J, Oktavia D, Hulwah Z. Mic and mbc levels of combination camellia sinensis and mentha piperita extract mouthwash against streptococcus mutans. Nusantara Medical Science Journal. 2022;7(1):39–47.

Chassagne F, Samarakoon T, Porras G, Lyles JT, Dettweiler M, Marquez L, et al. A systematic review of plants with antibacterial activities: A taxonomic and phylogenetic perspective. Front Pharmacol. 2021;11:1–3.

Ariyani H, Nazemi M, Kurniati M. Uji efektivitas antibakteri ekstrak kulit limau kuit (cytrus hystrix dc) terhadap beberapa bakteri. Journal of Current Pharmaccutical Sciences. 2018;2(1):2598–2095.

Hulwah DOZ, Bobsaid J, Ramadhani M, Setiawati Y. Efektivitas Mouthwash Berbahan Dasar Ekstrak Camellia sinensis dan Mentha piperita sebagai Antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Jurnal Kedokteran Meditek. 2022 Jan 25;28(1):30–39.

Khan MI, Ahhmed A, Shin JH, Baek JS, Kim MY, Kim JD. Green tea seed isolated saponins exerts antibacterial effects against various strains of gram positive and gram negative bacteria, a comprehensive study in vitro and in vivo. Evidence-based Complementary and Alternative Medicine. 2018;2018:1–2.

Wulandari R, Utomo PP. Skrinning fitokimia dan aktivitas antioksidan teh herbal daun buas-buas (Premna cordifolia roxb.). Jurnal Dinamika Penelitian Industry. 2019;30(2):117–122.

Hidayah N, Mustikaningtyas D, Harnina Bintari. Aktivitas Antibakteri Infusa Simplisia Sargassum muticum terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus. Jurnal Universitas Semarang. 2017;6(2):50-53.

Marfuah I, Dewi N, Rianingsih L. Kajian potensi ekstrak anggur laut (Caulerpa racemosa) sebagai antibakteri terhadap bakteri escherichia coli dan staphylococcus aureus. J.Peng & Biotek UNDIP. 2018;7(1):1-8.

Mulyantini IP, Mulkiya K, Syafnir L. Penelusuran Pustaka Potensi Aktivitas Antibakteri dari Sepuluh Tanaman dengan Kesamaan Kandungan Metabolit Sekunder terhadap Bakteri Streptococcus mutans. Jurnal prosiding farmasi. 2020;6(1):734–737.

Guimarães AC, Meireles LM, Lemos MF, Guimarães MCC, Endringer DC, Fronza M, et al. Antibacterial activity of terpenes and terpenoids present in essential oils. Molecules. 2019;24(13).




DOI: https://doi.org/10.24815/cdj.v17i1.34721

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Cakradonya Dental Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

VISITORS

 

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.