HUBUNGAN STIGMA, DEPRESI DAN KELELAHAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIV/AIDS DI KLINIK VETERAN MEDAN

Lisnawati Lubis, Sori Muda Sarumpaet, Ismayadi, Ismayadi

Abstract


ABSTRAK

Kualitas hidup pada pasien HIV/AIDS sangat penting untuk diperhatikan karena penyakit infeksi ini bersifat kronis dan progresif sehingga berdampak luas pada segala aspek kehidupan baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual. Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) masih menjadi masalah di dalam upaya pengendalian HIV/AIDS di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stigma, depresi dan kelelahan dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita HIV/AIDS yang datang berkunjung ke Klinik Veteran yang berjumlah 78 orang dan sampel sebanyak 78 responden.Pengambilan data dilakukan  oleh peneliti menggunakan kuisoneryang dibantu oleh petugas dari Klinik Veteran, LSM dan petugas lapangan (konselor)atau pendamping pasien yang sebelumnya dilatih terlebih dahulu untuk pengisian kuisioner, Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup adalah WHOQOL-HIV BREF yang telah dimodifikasi, untuk mengukur stigma menggunakan skala Berger, sedangkan depresi diukur dengan kuisioner The Center For Epidemiologycal Studies Depression Scale (CES-D) dan fatigue (kelelahan) diukur dengan menggunakan kuisioner dari skala fatigue yang dimodifikasi dari HIV-Related Rating Fatigue Scale (HRFS). Analisa data pada analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson, sedangkan analisis multivariat menggunakan uji korelasi berganda (regresi linear berganda). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian  besar responden berjenis kelamin perempuan berjumlah 47 orang (60,3%), berpendidikan tinggi yaitu 50 orang (64,1%), memiliki pekerjaan  wiraswasta berjumlah 37 orang (47,4%), berstatus menikah lebih banyak yaitu 46 orang (59%), dan mayoritas lama menderita HIV/AIDS responden <2 tahun yaitu 29 orang (37,2%). Pada analisa korelasi didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara stigma, depresi, kelelahan dengan kualitas hidup (p=-0,59, p=-0,59, p=-0,39). Selanjutnya hasil uji regresi linier menunjukkan bahwa variabel depresi yang paling dominan terhadap kualitas hidup dengan coefisien correlation = 0,40. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara stigma dan depresikelelahan dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS dengan kekuatan sedang pada stigma dan depresi sedangkan pada kelelahan memiliki kekuatan lemah denganarah korelasi negatif, yang berarti semakin tinggi stigma, depresi dan kelelahan maka semakin rendah kualitas hidup.Variabel depresi adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien HIV/AIDS dengan nilai koefisien korelasi 0,63.Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu dilakukan pendekatan pada tokoh-tokoh adat dan tokoh-tokoh agama untuk memberikan penjelasan yang baik terkait stigma yang masih dirasakan oleh pasien HIV/AIDS agar masyarakat bisa menerima ODHA dengan baik serta perlu dilakukannya intervensi keperawatan secara mandiri dan kolaboratif pada pasien yang mengalami depresi seperti terapi cognitive-behavior (untuk meningkatkan harga diri pasien dengan cara memberikan harapan tentang hal-hal yang masih dapat dilakukan pasien.

Kata kunci: stigma, depresi, kualitas hidup HIV

 

ABSTRACT

Quality of life of patients with HIV/AIDS has to be headed since this infectious diseases is chronic and progressive so that it widely spread to all physical, psychological, social, and spiritual aspects life. The stigma and discrimination toward ODHA (people life with HIV/AIDS) is still the problem in handling HIV/AIDS in Indonesia. The objective of the researchwas to determine the relationship of stigma, depression, and fatigue with quality of life among HIV/AIDS patients, population in this study were all HIV/AIDS patients who come to visit the Veterans Clinic totaling 78 people and a sample of 78 respondents. Data were collected by researchers using questionnaire assisted by officers from the Clinic Veteran, NGOs and field personnel (counselors) or escort patients who previously trained prior to filling the questionnaire, research instrument used to measure the quality of life is WHOQOL-HIV BREF has been modified, using a scale to measure stigma Berger, whereas depression was measured by questionnaire Epidemiologycal The Center For Studies Depression Scale (CES-D) and fatigue (tiredness) were measured using a questionnaire of fatigue modified scale of HIV-Related Fatigue Rating Scale (HRFS). Analysis of data on bivariate analysis using Pearson correlation test, whereas multivariate analysis using multiple correlation test (multiple linear regression). The research used cross sectional design. The samples consisted of 78 respondents. He result of the research showed that 47 respondents (60,30%) were females, 66 respondents (84,6%) were senior high school  graduates, 37 respondents (47,40%) were entrepreneurs, 46 respondents (59%) were married, and 29 respondents (37,2%) underwent HIV/AIDS more than 2 years. He result of correlation test showed that these was significant correlation of stigma, depression, and fatigue with quality of life (p=-0,59, -0,59, -0,39). The result of linear regression analysis showed that the variable of depression had the most dominant correlation with quality of life at coefficient correlation =0,40. The conclusion of this study there is a significant relationship between stigma and depression fatigue with the quality of life of patients with HIV/AIDS with the power being on stigma and depression while on the fatigue strength is weak with the direction of the correlation is negative, which means the higher the stigma, depression and fatigue, the lower quality of life. Depression variables are variables that most affect the quality of life of patients with HIV / AIDS with a correlation coefficient of 0.63. Recommendations from this study is necessary to approach the traditional leaders and religious leaders to give a good explanation related to the stigma that is still felt by patients with HIV / AIDS so that people can accept people living with HIV are well and need to do the nursing interventions independently and collaboratively on patients with depression such as cognitive-behavioral therapy (to improve the self-esteem of patients by giving hope about things that can still be done the patient.

Keyword : stigma, depression, quality of life HIV.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.52199/inj.v7i1.6460

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INJ

IDEA NURSING JURNAL

ISSN (Print) : 2087-2879

ISSN (Online) : 2580-2445

Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala

Jl. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh 23111,

Phone/Fax. Telp: +62651 7555249.

e-mail: inj@usk.ac.id


indexed by:

DESKRIPSI GAMBAR  DESKRIPSI GAMBAR  DESKRIPSI GAMBAR  DESKRIPSI GAMBAR  DESKRIPSI GAMBAR  DESKRIPSI GAMBAR  DESKRIPSI GAMBAR  DESKRIPSI GAMBAR

Lisensi Creative Commons
Idea Nursing Journal (INJ) is licensed under a  Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License