Anti Islam hingga Dekat Emak-Emak: Perang Citra Jokowi dan Prabowo pada Pemilihan Presiden 2019
Abstract
Pencitraan yang dilakukan kandidat presiden bisa terjadi dalam berbagai media. Salah satu media yang jarang dipakai tetapi unik adalah melalui video klip Goyang Jempol Jokowi Gaspol dan The Power of Emak-Emak. Penelitian ini menggunakan segitiga makna semiotika C. S. Pierce yaitu representamen, objek, dan interpretan, guna mengungkap interpretasi tersembunyi dari video klip politik tersebut. Penggunaan konsep ini dibatasi pada interpretan pada gambar dibandingkan pada lirik lagu. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif agar dapat mendukung teori semiotika untuk mengungkap makna dari kedua video klip tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jokowi direpresentasikan sebagai sosok merakyat yang selalu didukung masyarakat, dekat dengan generasi milenial, dan sosok yang tidak anti Islam. Sedangkan Prabowo direpresentasikan sebagai sosok yang dicintai para emak-emak, sosok yang dekat dengan ulama dan umat Islam, dan sosok yang bisa memberikan solusi dari masalah-masalah yang muncul sejak pemerintahan Jokowi. Video klip yang digunakan oleh Jokowi dan Prabowo memiliki penggambaran citra yang ingin ditonjolkan guna memenangkan pemilihan presiden.
A presidential candidate's political imaging can take many forms. One of the unique media that is rarely used is video clips, such as Goyang Jempol Jokowi Gaspol and The Power of Emak-Emak. This study used triadic relations, from C. S. Pierce's semiotics, between representamen, objects, and interpretants, to uncover hidden interpretations of the political video clips. The research was a qualitative descriptive study to support the theory of semiotics to reveal profound meanings in the video clips. The use of this concept was limited to interpretants in images rather than song lyrics. The results of this study found that Jokowi was represented as a populist figure who was always supported by the community, close to the millennial generation, and not anti-Islam. Meanwhile, Prabowo was represented as a figure who was loved by Indonesian women, close to ulama and Muslims, and can provide solutions to problems that have emerged since Jokowi's administration. The video clips used by Jokowi and Prabowo contained highlighted images of both candidates to win the presidential election.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdi, A. P. (2019). Pengamat: Jokowi Sebut Mobile Legends untuk Dekati Milenial. Retrieved June 29, 2020, from Tirto.ID website: https://tirto.id/pengamat-jokowi-sebut-mobile-legends-untuk-dekati-milenial-dl7Z
Adni, A., & Hidayati, D. S. (2014). Perbedaan Recognition Memory Perbedaan Recognition Memory Kata Dan Gambar Pada Media Narasi Bergambar. Jurnal Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau, 10(Juni), 1–10.
Alvin, S. (2019). Manajemen Citra Politik Prabowo Subianto Dan Sandiaga Uno Melalui Akun @Prabowo Dan @Sandiuno. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 13(2), 229–247. https://doi.org/10.24090/komunika.v13i2.2538
Amalia, L. S. (2019). Upaya Mobilisasi Perempuan Melalui Narasi Simbolik ‘Emak-Emak dan Ibu Bangsa’ Pada Pemilu 2019. Jurnal Penelitian Politik, 16(1), 17. https://doi.org/10.14203/jpp.v16i1.779
Ariefana, P. (2018). Perang Tagar Pilpres 2019 Pancing Konflik Horizontal. Retrieved September 3, 2019, from Suara.com website: https://www.suara.com/news/2018/09/03/220300/perang-tagar-pilpres-2019-cak-imin-pancing-konflik-horizontal
Asri, R. (2019). Pemaknaan The Power of Emak-Emak di Media Sosial. Jurnal Komunikasi Global, 8(1), 92–103. https://doi.org/10.24815/jkg.v8i1.13825
Berger, A. A. (2010). Pengantar Semiotika: Tanda-Tanda dalam Kebudayaan Kontemporer. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Bomantama, R. (2018). Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi Dideklarasikan - Tribunnews.com. Retrieved July 1, 2020, from Tribunnews.com website: https://www.tribunnews.com/pilpres-2019/2018/08/23/partai-emak-emak-pendukung-prabowo-sandi-dideklarasikan
Bowen, G. A. (2009). Document Analysis as a Qualitative Research Method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
BPS. (2018). Statistik Pemuda Indonesia. Jakarta.
Bungin, B. (2018). Komunikasi Politik Pencitraan; The Social Construction of Public Administration. Bandung: Prenada Media.
Creswell, J. W. (2016). Research Design : Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran (4th Editio). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Danesi, M. (2012). Pesan, Tanda, dan Makna. Yogyakarta: Jalasutra.
DetikHealth. (2010). Otak Lebih Suka Gambar dan Warna. Retrieved September 13, 2020, from Detik.com website: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1404800/otak-lebih-suka-gambar-dan-warna
Hamka. (2016). Dari Hati ke Hati. Jakarta: Gema Insani.
Hammersley, M. (2013). What is Qualitative Research? Great Britain: MPG Books Group.
Hoed, B. H. (2014). Semiotika & Dinamika Sosial Budaya. Jakarta: Komunitas Bambu.
Husna, A. (2017). Analisis Political Branding Calon Kepala Daerah Dalam Pilkada Aceh 2017. Jurnal Komunikasi Global, 6(1), 56–73. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.2139/ssrn.3603750
Ikasari, P. N., & Arifina, A. S. (2019). Framing Joko Widodo dan Prabowo
Subianto di Harian Kompas dalam Pemilihan Presiden 2019. Jurnal Komunikasi Dan Kajian Media, 4(1), 73–83.
Juniarti, G., Indainanto, Y. I., & Augustine, P. Y. (2018). Strategi Joko Widodo Membentuk Manajemen Kesan Di Instagram Menjelang Pilpres 2019. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(2), 116–132. https://doi.org/10.14710/interaksi.7.2.116-132
Karim, A. G. (2019). Mengelola Polarisasi Politik dalam Sirkulasi Kekuasaan di Indonesia: Catatan bagi Agenda Riset. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 10(2), 215. https://doi.org/10.14710/politika.10.2.2019.200-210
Komariah, K., & Kartini, D. S. (2019). Media Sosial dan Budaya Politik Generasi Milineal dalam Pemilu. Aristo, 7(2), 228. https://doi.org/10.24269/ars.v7i2.1608
Kurnianto, M. (2019). Survei Sebut Jokowi-Ma’ruf Unggul di Kalangan Milenial. Retrieved June 29, 2020, from Tempo.co website: https://pilpres.tempo.co/read/1193854/survei-sebut-jokowi-maruf-unggul-di-kalangan-milenial/full&view=ok
Kusnandar, V. B. (2018). Indonesia, Negara dengan Penduduk Muslim Terbesar Dunia. Retrieved July 1, 2020, from Katadata.co.id website: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/09/25/indonesia-negara-dengan-penduduk-muslim-terbesar-dunia
Lee, O. K., & Lee, O. K. (2016). Millennial skepticism and susceptibility to media persuasion. The Universityof Tennessee.
Leiliyanti, E., Diyantari, & Irawaty. (2017). Transcoding Wacana Konstruksi dan Kontestasi Citra Jokowi dan Prabowo dalam Media Sosial pada Masa Kampanye Pilpres 2014. Mozaik Humaniora, 17(2), 192–213.
Mabruroh. (2019). Gaduh Perang Tagar Cebong-Kampret yang Mendunia | Republika Online. Retrieved June 25, 2020, from Republika.co.id website: https://www.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/19/02/20/pn7wu7282-gaduh-perang-tagar-cebongkampret-yang-mendunia
Meliana, I. (2014). Antisosial Dalam Video Klip Lagu Anak-Anak Inonesia Tahun 1990-2013. Jurnal E-Komunikasi, 2(1), 1–11. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/83668-ID-none.pdf
Mohajan, H., & Mohajan, H. K. (2018). Munich Personal RePEc Archive Qualitative Research Methodology in Social Sciences and Related Subjects Qualitative Research Methodology in Social Sciences and Related Subjects. Journal of Economic Development, Environment and People, 7(85654), 1.
Moleong, L. J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nathaniel, F. (2019). TKN: Isu Jokowi Anti-Islam Masih Kuat di Akar Rumput. Retrieved June 29, 2020, from Tirto.id website: https://tirto.id/tkn-isu-jokowi-anti-islam-masih-kuat-di-akar-rumput-dki6
Panuju, R. (2017). Komunikasi politik jokowi: antara pencitraan dan jejaring politik. Jurnal Komunikatif, 6(2), 92–105.
Pepinsky, T. (2019). Pembelahan Agama dan Etnis dalam Pilpres 2019 - Tirto.ID. Retrieved June 25, 2020, from Tirto.id website: https://tirto.id/pembelahan-agama-dan-etnis-dalam-pilpres-2019-eamN
Piliang, Y. A. (2013). Hiper Semiotik: Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna. Yogyakarta: Jalasutra.
Pratama, A. (2018). Perkenalkan Salam Jempol, TKN Jokowi-Ma’ruf: Lambang Indonesia Maju. Retrieved October 14, 2020, from inews.id website: https://www.inews.id/news/nasional/perkenalkan-salam-jempol-tkn-jokowi-ma-ruf-lambang-indonesia-maju
Priantana, A. P., & Santoso, E. (2019). Strategi Promosi Objek Wisata Alam Situ Gede Kota Tasikmalaya. Jurnal Komunikasi Global, 8(1), 104–115.
Putri, C. D., Cangara, H., & Sultan, I. (2013). The Image of Political Celebrities in Blog Kompasiana. Jurnal Komunikasi Kareba, 2(2), 215–222.
Putri, Z. (2019). Jokowi Serukan Pakai Baju Putih Saat Nyoblos, TKN: Ada Larangan Nggak? Retrieved October 14, 2020, from Detik.com website: https://news.detik.com/berita/d-4489380/jokowi-serukan-pakai-baju-putih-saat-nyoblos-tkn-ada-larangan-nggak
Pyöriä, P., Ojala, S., Saari, T., & Järvinen, K.-M. (2017). The millennial generation. SAGE Open, 307–321. https://doi.org/10.1177/2158244017697158
Setiawan, R. (2019). MPR: Politik Aliran Agama Paling Berpengaruh pada Pilpres 2019. Retrieved June 25, 2020, from Detik.com website: https://news.detik.com/berita/d-4450316/mpr-politik-aliran-agama-paling-berpengaruh-pada-pilpres-2019
Siahaan, J. T. H. (2014). Memungut Remah-remah Kehidupan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Sobur, A. (2015). Analisis Teks Media. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Stefanie, C. (2019). “Cebong dan Kampret”, Sinisme Dua Kubu Nihil Gagasan. Retrieved June 25, 2020, from CNN Indonesia website: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180709153148-32-312746/cebong-dan-kampret-sinisme-dua-kubu-nihil-gagasan
Sukoy, Y. (2019). Politisasi Simbol Agama Bisa Berujung Perpecahan. Retrieved June 25, 2020, from Beritasatu.com website: https://www.beritasatu.com/nasional/546897-politisasi-simbol-agama-bisa-berujung-perpecahan
Tamaka, G. I., & Susanto, E. H. (2013). Pencitraan Aburizal Bakrie Melalui Iklan Televisi. Jurnal Kajian Komunikasi, 1(1), 32–50. https://doi.org/10.24198/jkk.vol1n1.4
Tansal, E. P. I. A., Latief, R., & Sanusi, H. (2020). Representasi Politik Identitas dalam Pemilihan Presiden. Jurnal Washiyah, 1(1), 181–195.
Tazri, M. (2019a). Cebong Dan Kampret Dalam Pespektif Komunikasi Politik Indonesia. Jurnal Perspektif Komunikasi, 3(1), 1–7.
Tazri, M. (2019b). Politik Hujat dalam Sistem Komunikasi Politik Indonesia ( Studi Fenomenologi Cebong-Kampret ). Jurnal Communiverse, 4(2), 9–15.
Wardani, S. (2019). Orasi Politik Joko Widodo dan Prabowo Soebianto dalam Pilpres 2019. Nyimak: Journal of Communication, 3(2), 107. https://doi.org/10.31000/nyimak.v3i2.1544
Wasesa, S. A. (2013). Political Branding & Public Relations. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wulandari, T. D. (2016). Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla Menurut Kacamata 5 Media Massa di Indonesia. Jurnal ASPIKOM, 3(1), 88. https://doi.org/10.24329/aspikom.v3i1.102
Yakin, H. S. M., & Totu, A. (2014). The Semiotic Perspectives of Peirce and Saussure: A Brief Comparative Study. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 155(October), 4–8. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.10.247
Zuhro, R. S. (2019). Demokrasi dan Pemilu Presiden 2019. Jurnal Penelitian Politik, 16(1), 69. https://doi.org/10.14203/jpp.v16i1.782
Zulkarnain, A., & Harris, S. (2017). Fenomena Blusukan Dalam Model Kepemimpinan Politik Joko Widodo. Jurnal Politik Universitas Nasional, 13(1), 1928–1942.
DOI: https://doi.org/10.24815/jkg.v9i2.17246
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Komunikasi Global (JKG)
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala
Jln. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh, 23111
Telp. (0651) 7555267
Email: jkg@usk.ac.id
Published by:
Indexed by:




1.png)



