Dispersi Wacana Ruang Publik di Harian Umum Kompas
Abstract
Sarjana komunikasi umumnya sering menganggap institusi media sebagai ruang publik. Artikel ini menganalisis bagaimana aturan pernyataan ruang publik di Harian Umum Kompas dan bagaimana pengetahuan yang mendasari aturan wacana tersebut melalui teks-teks yang mereka produksi. Dengan menggunakan analisis isi kualitatif pada teks Kompas di seputar reformasi, penelitian ini menemukan bahwa pembicaraan Kompas mengenai ruang publik mengalami pemisahan (dispersi). Pada 1995 hingga reformasi, perbincangan ruang publik di Kompas selalu menyertakan istilah rakyat dan terfokus pada masalah akses rakyat terhadap ruang publik yang dibatasi oleh negara. Kritik di tahun ini adalah pada komodifikasi dan komersialisasi ruang publik. Pengetahuan ruang publik masa ini dibangun oleh konsep public sphere. Pada tahun 2000an awal, perbincangan ruang publik di Kompas meninggalkan istilah rakyat dan digantikan publik atau warga. Meski wacana ruang publik di Kompas terlihat lebih kompleks, ia disempitkan pada hanya masalah warga kota. Aturan ini diturunkan dari konsep public space yang menjadi dasar pengetahuan memahami ruang publik.
Indonesian communication scholars often consider mass media institutions as a manifestation of the public sphere. This article analyzes Kompas Daily Newspaper’s rule of the statement on the public sphere and their knowledge that regulate how they produced the public sphere texts. Using qualitative content analysis of Kompas’ texts on the public sphere about the Indonesian Reformation, this study found the dispersion in the rule of Kompas’ statement and their knowledge of the public sphere. From 1995 to the reformation, the discussions of the public sphere in Kompas always included the term citizen and focused on the issue of people's access to the public sphere limited by the state. This year's criticism was on the commodification and commercialization of public space. Today's knowledge of public space was built on the concept of the public sphere. In the early 2000s, the discussion of the public sphere in Kompas no longer used the term citizen and was replaced by the term public or residents. Even though it looks more complex, it is limited only to the problems of the townspeople. This rule is derived from the concept of public space, which is the basis for understanding the public sphere.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adams, P. C. (2010). A Taxonomy for Communication Geography. Sage Journals, 35(1), 27–57.
Adiprasetyo, J., & Saputra, S. J. (2018). Taman Sempur dan Ruang Publik: Analisis Geo-Semiotik dan Etnografi. Jurnal Komunikasi, 13(1), 17–40.
Anonim. (2003, May 23). Bagaimana Menilai Reformasi yang Genap Berusia 5 Tahun. Harian Kompas.
Asa. (2000, October 26). Kembalikan Ruang Publik kepada Rakyat. Harian Kompas.
Basil, H. R. (2003). Kotaku Kotamu: Iklan dan Ruang Publik. Harian Kompas.
Cresswell, J. W. (2017). Research Design, Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Penerbit Pustaka Belajar.
Dahana, R. P. (2000, May 14). Diri dalam Ruang Publik “Cyber.” Harian Kompas.
Darmawan, E. (2007). Ruang Publik yang Aksesibel. Kompas.
Departemen Antropologi Universitas Indonesia. (2002). The ISJAI 2001 Proceedings. ISJAI. https://simposiumjai.ui.ac.id/proceedings/the-isjai-2001-proceedings/
Dhona, H. R. (2018). Komunikasi Geografi. Jurnal Komunikasi, 13(1), 1–16. https://journal.uii.ac.id/jurnal-komunikasi/article/view/11584
Dhona, H. R. (2020). Analisis Wacana Foucault dalam Studi Komunikasi (Using Foucauldian Discourse Analysis in Communication Studies). Journal Communication Spectrum, 9(2), 189–208.
Di. (2001, August 20). Komunitas Maya dan Ruang Publik. Harian Kompas.
Effendy, R. (2014). Program Siaran Interaktif (Talk Back Radio) Sebagai Ruang Publik Masyarakat Untuk Mengembangkan Demokrasi Lokal: Studi Pada Program “Citra Publika” Radio
Citra 87, 9 FM Kota Malang. Jurnal Komunikasi, 9(1), 1–16.
Faisal, A., Putra, H. S. A., & Nugraha, W. C. R. (2017). Warung Kopi, Media dan Konstruksi Ruang Publik di Makassar. Journal Communication Spectrum: Indonesian Journal of Communication and Culture, 7(2), 190–225.
Foucault, M. (2004). Archeology of Knowledge. Routledge.
Gg. (1998, October 21). Era Transisi Membuka Ruang Publik yang Cukup Luas. Kompas. Harian Kompas.
Halim, H. (2001, July 14). Jakarta (Hampir) Tanpa Ruang Publik. Harian Kompas.
Haq, A. D., & Fadilah, E. (2018). Transformasi Harian Kompas menjadi Portal Berita Digita Subscription Kompas.id. Jurnal Kajian Jurnalisme, 1(2), 190–213.
Hardiman, F. B. (1993). Menuju Masyarakat Komunikatif. Kanisius.
Hikmawan, M. D., & Ismalia, L. (2019). Relasi Kuasa di Ruang Publik: Menakar Konflik Transportasi Online dan Konvensional di Kota Serang. Journal of Scientific Communication, 1(2), 122–133.
Hrd, Arn, & Nmp. (2003, January 26). Yang Penting Tamu Merasa Terhibur. Harian Kompas.
Ibrahim, I. S. (1995, August 25). Ruang Publik untuk Rakyat. Harian KompasKompas.
Kadarsih, R. (2008). Demokrasi dalam Ruang Publik: Sebuah Pemikiran Ulang untuk Media Massa di Indonesia. Jurnal Dakwah, 9(1), 1–12.
Kemendikbud. (2022a). Garuda (Garba Rujukan Digital). https://garuda.kemdikbud.go.id/documents?select=title&q=ruang+publik&pub=komunikasi
Kemendikbud. (2022b). Garuda (Garba Rujukan Digital). https://garuda.kemdikbud.go.id/documents?select=title&q=ruang+publik&pub=communication
Ken. (1998, November 11). Pidato Kebudayaan Amien Rais, Kebudayaan Perlu Ruang Publik. Harian Kompas.
Kuckartz, U. (2014). Qualitative text analysis: A Guide to Methods, Practice and Using Software. Sage.
Kuncoro, W. (2013). Eksistensi Ruang Publik di Media Cetak: Studi Kasus Jawa Pos, Surya dan Surabaya Post. Jurnal Komunikasi Islam, 3(2), 226–249.
Mam. (2007, September 12). Demokrasi: Sediakan Ruang Perdebatan Publik. Harian Kompas.
Maniko, A. B., S, A. W., & Basuki, R. A. (2001, July 29). Balaikota sebagai Ruang Publik. Harian Kompas.
Mdy, Art, & Mdn. (2013, April 16). Belum ada UU Batasi Internet. Kompas. Harian Kompas.
Mills, S. (2003). Michel Foucault. Routledge.
Musdah, M. (2010, February 9). Ada Apa dengan Kebebasan Beragama. Harian Kompas.
Mustaqbirin, Rahmanto, A. N., & Sudarmo. (2020). Facebook sebagai Ruang Partisipasi Publik dalam Pengelolaan Transportasi. Jurnal Komunikasi Dan Pembangunan, 21(1), 71–84.
Nugroho, G. (2005). Krisis Panduan di Ruang Publik. Kompas.
Poti, J. (2019). Ekonomi Politik, Media Dan Ruang Publik. Jurnal Semiotika, 13(2), 200=206.
Prasisko, Y. G. (2016). Gerakan Sosial Baru Indonesia: Reformasi 1998 dan Proses Demokratisasi Indonesia. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 3(2), 9–16.
Putra, B. P., & Prasetyo, I. J. (2017). Pemetaan Platform Media Komunikasi Pemasaran PT. Dyandra Promosindo dalam Ruang Publik di Surabaya. Jurnal Komunikasi Profesional, 1(2), 134–148.
Sari, D. K., & Siahainenia, R. R. (2015). Gerakan Sosial Baru di Ruang Publik Virtual pada Kasus Satinah. Jurnal Imu Komunikasi, 12(1), 105–118.
Siswantini. (2015). Telepon Selular dan Ruang Publik: Representasi Identitas. Jurnal Ilmu Komunikasi Makna, 6(1), 88–94.
Soeharto.co. (n.d.). No Title. Retrieved May 17, 2021, from https://soeharto.co/terbentuk-susunan-kepengurusan-angkatan-45/
Soekarno. (1932, July). Kekoeatan dan Politiknja Kolonial-Imperialisme di Indonesia. Fikiran Ra’jat.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sukmono, F. G. (2011). Ruang Publik Alternatif dalam Cyber Space. Jurnal Ilmu Komunikasi Makna, 2(2), 132–139.
Sulistyanto, A., & Atmodjo, J. T. (2016). Representasi dan Ruang Publik dalam Pertarungan Wacana Berita Kampanye Pemilihan Presiden 2014. Akselerasi Pembangunan Masyarakat Lokal Melalui Komunikasi Dan Teknologi Informasi.
Supriyadi, Y. (2017). Relasi Ruang Publik dan Pers Menurut Habermas. Jurnal Kajian Jurnalisme, 1(1), 1–20.
Warner, M. (2002). Publics and Counterpublics. Public Culture, 14(1), 49–90.
Y04, Ika, & Kor. (2004, December 24). Nota Pastoral KWI: Kekerasan Merusak Ranah Publik. Harian Kompas.
Zubaidi, A. N. (2011). Ruang Publik dalam Media Baru. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(2), 139–160.
DOI: https://doi.org/10.24815/jkg.v11i2.25486
Article Metrics
Abstract view : 19 timesPDF - 35 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Komunikasi Global (JKG)
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala
Jln. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh, 23111
Telp. (0651) 7555267
Email: jkg@usk.ac.id
Published by:
Indexed by:




1.png)



