Analisis Ekologi Media tentang Perilaku Panic Buying Kpopers pada Akun Twitter NCT Base
Abstract
Perilaku panic buying produk bundling yang alami oleh Kpopers tidak datang secara tiba-tiba. Media sosial memiliki peranan penting dalam mempengaruhi Kpopers untuk membeli barang dalam jumlah besar yang tidak biasa sebelum produk menjadi langka di pasaran. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana media memicu perilaku panic buying Kpopers serta apa saja yang menjadi faktor penyebab panic buying pada produk bundling Somethinc x NCT Dream. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam kepada Kpopers serta admin akun Twitter @NCTzenbase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku panic buying Kpopers dalam pembelian produk bundling Somethinc dikarenakan Twitter menjadi media fanbase mereka berinteraksi dengan penggemar dari Negara lain, Twitter menjadi media yang tidak bisa dihindari oleh Kpopers karena media ini menjadi tempat bertransaksi merchandise idol Korea yang mengakibatkan panic buying. Twitter memberikan persepsi dan pengalaman baru, serta menjadi pengikat antar Kpopers yang juga mendorong kepanikan pembelian. Faktornya yaitu karena eksklusivitas produk yang hanya dijual terbatas dan diunggah dalam Twitter, sehingga memicu ketakutan akan kehabisan produk.
The panic buying behavior of bundled products experienced by K-pop fans (Kpopers) does not arise suddenly. Social media plays a significant role in influencing Kpopers to purchase goods in unusually large quantities before they become scarce. This research aims to understand how media triggers Kpopers' panic buying behavior and identify the factors causing panic buying of Somethinc x NCT Dream bundled products. The study employs descriptive qualitative methods, using observation and in-depth interviews with Kpopers and the Twitter account admin @NCTzenbase for data collection. The findings reveal that Kpoper’ panic buying behavior in purchasing bundled products is influenced by Twitter, a medium where their fanbase interacts with fans from other countries. Twitter is unavoidable for Kpopers as it is a platform for transacting Korean idol merchandise, leading to panic buying. Twitter provides new perceptions and experiences and acts as a unifying force among Kpopers, further encouraging panic buying. The exclusivity of the product, sold in limited quantities and advertised on Twitter, triggers fears of the product running out, contributing to the panic buying behavior.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahmed, S. I., & Zia, A. (2023). The Social Media Interactivity in the Perspective of Media Ecology. Global Digital and Print Media Review, VI(I), 1–9.
Ambronsius, L. I., & Rahman, A. (2022). Menganalisis Pengaruh Platform Twitter Sebagai Alat Komunikasi Kpopers dalam Berspesialisasi Penyebaran Informasi. PINISI: Journal of Art, Humanity & Social Studies, 2(6), 234–240.
Ananda, M., Hadi, N., & Meiji, N. H. P. (2021). Di balik perilaku konsumtif NCTZEN dalam pembelian merchaindise NCT (studi kasus komunitas NCTzen Malang). Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 1(9), 1011–1026. https://doi.org/10.17977/um063v1i92021p1011-1026
Attan, M. B., & Natsir K. (2023). Studi Tentang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Consumptive Behavior pada Kolektor Merchandise K-pop. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 7(1), 187–201.
Aprilianti, R. (2020). Ecological Media Perspective on WhatsApp Status Features. International Journal of Social Science, 12(2), 73–84.
Aryahyah, R. A., & Zulfebriges. (2023). Pengaruh Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Somethinc terhadap Minat Beli Konsumen. Bandung Conference Series: Communication Management, 3(1), 201–208.
https://doi.org/10.29313/bcscm.v3i1.5594
Billore, S., & Anisimova, T. (2021). Panic Buying Research: A Systemic Literature Review and Future Research Agenda. International Journal of Consumer Studies, 45(4), 777–804.
Budiarti, E. P. (2022). Analisis Perilaku Loyalitas dan Fanatisme Fans NCT (Skripsi, Universitas Islam Indonesia).
Chua G., Yuen K. F., Wang X, & Wong Y. D. (2021). The Determinants of Panic Buying during Covid-19. International Journal of Enviromental Research and Public Health, 18(6), 1–28.
Couldry, N. (2021). Media, Society, World: Social Theory and Digital Media Practice. Polity Press. Jurnal Komunikasi Global, 13(1), 2024, pp. 73-95
Darmawan, I. A. (1990). Teknik Pengumpulan Data Metode Kualitatif. 21(58), 99–104.
Faatikah, T. C. (2022). Pengaruh Panic Buying Terhadap Keputusan Pembelian. Jurnal Manajemen Pemasaran Dan Perilaku Konsumen, 1(3), 412–425.
Kartikasari, H., & Sudrajat, A. (2022). Makna Pembelian Album Fisik Bagi Penggemar Budaya Pop Korea. Jurnal Analisa Sosiologi, 11(3), 405–428. https://doi.org/10.20961/jas.v11i3.59242
Khayati, N., Apriliyanti, D., Nastacia Sudiana, V., Setiawan, A., & Pramono, D. (2022). Fenomena Flexing Di Media Sosial Sebagai Ajang Pengakuan Kelas Sosial Dengan Kajian Teori Fungsionalisme Struktural. Jurnal Sosialisasi, 9, 113–121.
Khoirunnisa, A. (2018). Hubungan Antara Konformitas Dengan Impulsive Buying Pada Remaja Penggemar Kpop Di Kota Palembang (Skripsi, Universitas Sriwijaya).
Liani, D. N., & Rina, N. (2020). Motif Penggunaan Media Sosial Twitter (Studi Deskriptif Kuantitatif pada Pengikut Akun Twitter @EXOind). Cakrawala, 20(1), 59–67.
McLuhan, M. (2002). Understanding Media: The Extentensions of Man. Routledge.
Rinata, A. R., & Dewi, S. I. (2019). Fanatisme Penggemar Kpop dalam Bermedia Sosial di Instagram. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(2), 13–23.
Rohimah, A., & Hakim, L. (2021). Ekologi Media: Penguatan Ekuitas Industri Pariwisata Melalui Media Sosial Marketing. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 99–118. https://doi.org/10.15575/cjik.v5i1.12010
Sadewa, R. (2019). Instagram @Indonesiatraveller Sebagai Media Informasi Tentang Pariwisata (Studi Kasus pada Komunitas Pecinta Alam Ankopala Kebun Kopi Tangerang Selatan). Pantarei, 3(1), 1–6.
Steven, & Pribadi, M. A. (2022). Ekologi Media pada Generasi Z (Studi Kasus Penggunaan Instagram Mahasiswa Universitas di Jakarta Barat). Koneksi, 6(1), 49–54.
Tantawi, I. (2023). Materialism, Life, Satisfaction, and Compulsive Buying Behavior: An Empirical Investigation on Egyptian Consumers Amid Covid-19 Pandemic. International Review on Public and Nonprofit Marketing, 21, 1–25.
Tobing, D. H., Herdiyanto, Y. K., & Astiti, D. P. (2017). Bahan Ajar Pendekatan Dalam Penelitian Kualitatif. In Universitas Udayana.
West, R., & Turner, L. H. (2017). Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi: Introducing Communication Theory (5th ed.). Salemba Humanika.
Wishandy, Loisa, R., & Utami, L. S. S. (2019). Fanatisme Penggemar K-pop Melalui Media Sosial (Studi pada Akun Instagram Fanbase Baoyband iKon. Koneksi, 3(1), 133–140.
Yuen, K. F., Wang, X., Ma, F., & Li, K. X. (2020). The psychological causes of panic buying following a health crisis. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(10). https://doi.org/10.3390/ijerph17103513
Yuliawan, B. A. P., & Subakti, G. E. (2022). Pengaruh Fenomena Korean Wave (K-pop dan K-Drama) Terhadap Perilaku Konsumtif Penggemarnya Perspektif Islam. Jurnal Penelitian Keislaman, 18(01), 35–48.
Zukhrufillah, I. (2018). Gejala Media Sosial Twitter Sebagai Media Sosial Alternatif. Al- I’lam: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 1(2), 102.
https://doi.org/10.31764/jail.v1i2.235
DOI: https://doi.org/10.24815/jkg.v13i1.34997
Article Metrics
Abstract view : 35 timesPDF - 46 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Komunikasi Global (JKG)
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala
Jln. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh, 23111
Telp. (0651) 7555267
Email: jkg@usk.ac.id
Published by:
Indexed by:




1.png)



