DETEKSI CEMARAN Escherichia coli PADA DAGING BURGER PENJUAL KAKI LIMA DI DESA KOPELMA DARUSSALAM DAN RESTORAN CEPAT SAJI DI BANDA ACEH
Abstract
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan membandingkan tingkat cemaran Escherichia coli pada daging burger yang dijual di kaki lima di Desa Kopelma Darussalam dan restoran cepat saji di Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah metode Most Probable Number (MPN) yang terdiri dari tes perkiraan (Presumptive Test), tes penegasan (Confirmative Test) dan tes pelengkap (Completed Test). Sampel penelitian ini adalah daging burger dari 5 penjual burger kaki lima di Desa Kopelma Darussalam dan daging burger dari 5 restoran cepat saji di Banda Aceh dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Pengambilan sampel dilakukan tiga kali dengan interval waktu 1 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengambilan pertama didapatkan cemaran E. coli pada 40% sampel daging burger penjual kaki lima dan 60% sampel daging burger restoran cepat saji. Pada pengambilan kedua diperoleh 100% sampel daging burger penjual kaki lima dan sampel daging burger restoran cepat saji tercemar E. coli. Pada pengambilan ketiga didapatkan 100% sampel daging burger penjual kaki lima dan 80% sampel daging burger restoran cepat saji tercemar E. coli. Hasil positif pada sampel yang diperoleh tidak memenuhi syarat berdasarkan Kepmenkes RI No. 1098/Menkes/SK/VII/2003. Nilai rata-rata MPN E. coli pada sampel daging burger penjual kaki lima lebih tinggi dibandingkan dengan sampel daging burger restoran cepat saji.
Abstract. The aim of this study was to determine and compare the contamination rate of Escherichia coli in meat burger of stalls in Kopelma Village of Darussalam and fast-food restaurants in Banda Aceh. This study conducted by Most Probable Number (MPN) method, which consist of presumptive test, confirmative test and completed test. Samples of this study were meat burgers from 5 stalls in Kopelma Village of Darussalam and meat burgers from 5 fast-food restaurants in Banda Aceh which was taken by total sampling method. The samples were taken three times within the interval period of one week. Data was presented descriptively. The result shown that the first sampling obtained 40% of meat burger samples of stalls and 60% of meat burger samples of fast-food restaurants was contaminated by E. coli. In the second sampling acquired 100% of samples was contamined by E. coli in both stalls’s and fast-food restaurants’s. In the third sampling earned 100% meat burger samples of stalls and 80% meat burger samples of fast-food restaurants was contaminated by E. coli. All positive results were not qualify the provisions of Kepmenkes RI No. 1098/Menkes/SK/VII/2003. The average value of MPN E. coli was higher in meat burger samples of stalls than fast-food restaurants.
Keywords
References
BPOM RI. 2008. Pengujian Mikrobiologi Pangan. Jakarta: Info POM. 9(2) pp. 1-9
Umasangaji, MS. 2011. Keracunan Makanan. Skripsi. Ternate: Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan
Ginting, EP. 2005. Kandungan Bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp. pada Daging Burger yang Dijual di Sekitar Kampus USU Medan Tahun 2005. Skripsi. Medan: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatra Utara
Heryanti, E. 2009. Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji (fast food modern), Aktivitas Fisik, dan Faktor Lainnya Dengan Status Gizi Pada Mahasiswa Penghuni Asrama UI Depok Tahun 2009. Skripsi. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
Shodikin, MA. 2007. Kontaminasi Bakteri Coliform pada Air Es yang Digunakan oleh Pedagang Kaki Lima di Sekitar Kampus Universitas Jember. Biomedis 1 (1) pp. 26-33
Widiyanti, NLPM., Ristianti, NP. 2004. Analisis Kualitatif Bakteri Koliform Pada Depo Air Minum Isi Ulang Di Kota Singaraja Bali. Jurnal Ekologi Kesehatan 3(1) pp. 64-73
Marlina, ET., Harlia, E., Astuti, YH. 2011. Evaluasi Jumlah Bakteri Kelompok Koliform pada Susu Perah di TPS Cimanggung Tandangsari. Lokakarya Nasional Keamanan Pangan Produk Peternakan pp. 69-73
Husain, Albasar, MI. 2011. Keberadaan Escherichia coli Pada Makanan Siap Saji Di Instalasi Gizi Badan Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk Kabupaten Banggai. Skripsi. Luwuk : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk
Purnamasari, IA. 2009. Hygiene Sanitasi dan Pemeriksaan Kandungan Bakteri Escherichia coli Pada Es Krim Yang Dijajakan di Kecamatan Medan Petisah Kota Medan Tahun 2009. Skripsi. Medan: Fakultas Kesehatan Masyarakat USU
Kusmayadi, A., Sukandar, D. 2007. Cara Memilih dan Mengolah Makanan Untuk Perbaikan Gizi Masyarakat. webmaster@deptan.go.id [diakses pada: 3 Maret 2012]
Mukono, HJ. 2000. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Surabaya: Airlangga University Press
Yunita, NLP., Dwipayanti, NMU. 2010. Kualitas Mikrobiologi Nasi Jinggo Berdasarkan Angka Lempeng Total, Coliform Total Dan Kandungan Escherichia coli. Jurnal Biologi XIV (1) pp. 15-9.
Djaja, IM. 2008. Kontaminasi E. coli pada Makanan Dari Tiga Jenis Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) di Jakarta Selatan 2003. Makara 12(1) pp. 36-41.
Taylor, H., Brown, K., Toivenne, J. 2002. A Microbiological Evaluation of Warm Air Hand Driers with Respect to Hand Hygiene and The Washroom Environment. J. Appl. Microbiol. 89 pp. 910-9.
Susanna, D., Budi, H. 2003. Pemantauan Kualitas Makanan Ketoprak dan Gado-Gado di Lingkungan Kampus UI Depok Melalui Pemeriksaan Bakteriologis. Makara 7(1) pp. 21-9
Arisman. 2000. Identifikasi Perilaku Penjamah Makanan yang Beresiko Sebagai Sumber Keracunan Makanan. Laporan Penelitian. Palembang: Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya
Agustina, F., Pambayun, R., Febry, F. 2009. Higiene dan Sanitasi pada Pedagang Makanan Jajanan Tradisional di Lingkungan Sekolah Dasar di Kelurahan Demang Lebar Daun Palembang tahun 2009. Jurnal Ilmiah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya