Perubahan Tingkah Laku Hewan Dalam Mendeteksi Datangnya Bencana Alam

Dinda Rizka Azizah, Fitriani Yulianti

Abstract


Bencana alam (Natural disaster) adalah suatu peristiwa yang terbagi menjadi dua berdasarkan pemicunya. Pertama, bencara yang terjadi secara alami dapat berupa letusan gunung berapi, banjir, tsunami, tanah longsor dan lainnya.Kedua, bencana alam yang terjadi tidak secara alami contohn kelaparan, yaitu kekurangan bahan pangan dalam jumlah besar yang disebabkan oleh kombinasi faktor manusia dan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tingkah laku hewan dalam mendeteksi datangnya bencana alam secara alami. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative review yaitu dengan mengumpulkan sejumlah literatur berdasarkan kata kunci yang telah ditetapkan, meringkas dan mensintesis beberapa artikel dari google scholar kemudian diintegrasikan ke dalam bentuk tulisan. Beberapa hewan diyakini dapat mendengar suara dan merasakan getaran yang terkait dengan pergeseran lapisan di dalam bumi. Hewan juga dianggap memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mendeteksi perubahan elektromagnetik di alam semesta daripada manusia. Oleh karena itu, banyak orang yang percaya bahwa perubahan perilaku hewan memiliki hubungan yang kuat dengan bencana alam yang akan datang. Berbagai jenis hewan telah digunakan sebagai biosensor dan diidentifikasi melalui perilaku mereka terhadap rangsangan yang mereka terima seperti burung yang terbang tak beraturan, anjing dan kucing yang melolong dan merasa gelisah pada bencana gempa bumi hebat yang melanda Turkey pada 6 Februari 2023. Sejak dahulu kala, perilaku hewan yang tidak biasa telah dianggap sebagai tanda akan terjadinya bencana alam. Kepercayaan tersebut terus diwariskan kepada masyarakat atau biasa disebut dengan kearifan lokal.

Kata kunci: bencana alam, mendeteksi, perubahan elektromagnetik, perilaku hewan, biosensor


References


Barnard, Chris. 2004. Animal Behaviour; Mechanism, Development, Function and Evolution. London: Peardon Education Limited.

Budi Gustaman. 2019. Binatang-Binatang di Sekitar Letusan Krakatau 1883 . Universitas Padjadjaran.

Cao, K., & Huang, Q. (2018). Geo-sensor (s) for potential prediction of earthquakes: can earthquake be predicted by abnormal animal phenomena? Annals of GIS, 24 (2), 125138.

Cut Morina Zubainur, Khairul Umam. 2017. Identifikasi Gejala Alam Melalui Tingkah Laku Gajah Dengan Metode Fishers. Universitas Syiah Kuala.

Grant, R. A., Raulin, J. P., & Freund, F. T. (2015). Changes in animal activity prior to a major (M= 7) earthquake in the Peruvian Andes. Physics and Chemistry of the Earth, Parts A/B/C, 85, 69-77.

Gunawan, Andre Riski. 2016. Perancangan Video Dokumenter Kearifan Lokal Nelayan Karimunjawa. Universitas Kristen Satya Wacana.

Liu, J., Wei, W., Kuang, H., Tsien, J. Z., & Zhao, F. (2014). Heart rate and heart rate variability assessment identifies individual differences in fear response magnitudes to earthquake, free fall, and air puff in mice. PLoS One, 9 (3).

Muhammad Ilham Sidqi. 2018. Perancangan Aplikasi Penunjang Keputusan Dalam Memprediksi Gelombang Pasang Surut Air Laut Dengan Melihat Tingkah Laku Hewan Menggunakan Metode Sistem Pakar. Universitas Trilogi Jakarta.

Muhyiatul Fadilah et al. 2020. Changes of birds behavior in response to magnetic fields anomaly before the earthquake: a review. Universitas Pendidikan Indonesia.

Setyawati, S., Pramono, H., & Ashari, A. (2015). Kecerdasan Tradisional dalam Mitigasi Bencana Erupsi pada Masyarakat Lereng Baratdaya Gunungapi Merapi. Socia,12(2),100-110.

Sriadi Setyawati, Heru Pramono, dan Arif Ashari. 2015. Kecerdasan Tradisional dalam Mitigasi Bencana Erupsi pada Masyarakat Lereng Baratdaya Gunungapi Merapi. Universitas Negeri Yogyakarta.

Sudibyakto. 2011. “Risiko Bila Merapi Meletus”. dalam Manajemen Bencana Indonesia Kemana?. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Winchester, Simon. 2006. Krakatau; Ketika Dunia Meledak, 27 Agustus 1883. Jakarta: Serambi.

Yamauchi, H., Uchiyama, H., Ohtani, N., & Ohta, M. (2014). Unusual animal behaviour preceding the 2011 earthquake off the pacific coast of Tohoku, Japan: A way to predict the approach of large earthquakes. Animals,4(2), 131-145.

Yohan Kurniawan, Koentjoro Soeparno. 2021. Titen: Kearifan Tempatan Masyarakat Jawa Ketika Menghadapi Bencana Alam. Universitas Malaysia Kelantan dan Universitas Gadjah Mada.

BMKG: 11.473 Gempa Terjadi di Indonesia Sepanjang 2019. Liputan6.com,Minggu(29/12/2019).

PP 21 tahun 2008, tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

“Dieren en Natuurrampen”, Rotterdamsche Nieuwsblad, 3 Oktober 1926

UU No.24 tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana.




DOI: https://doi.org/10.24815/jpg.v8i1.1.32204

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Dinda Rizka Azizah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

ISSN 2541-6936 (Print)| ISSN 2808-2834 (Online)

Organized by Universitas Syiah Kuala 
Jurnal Pendidikan Geosfer Published by Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala
Website : http://jurnal.unsyiah.ac.id/jpg


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License