Perlawanan Pedagang Kaki Lima di Laman Boenda Tanjungpinang

Paul Samuelson Sitorus, Sri Wahyuni, Emmy Solina

Abstract


This study aims to describe the resistance carried out by street vendors on the Boenda Tanjung Pinang page. This study uses a qualitative approach, data obtained from interviews and observations. This study identifies that the policing carried out by Satpol PP against street vendors is a form of implementing local government regulations. To get around the policing activities that the Satpol PP is continuously carrying out, street vendors fight in two forms, namely hidden and open resistance. The two forms of resistance became an alternative for traders to continue selling at the Boenda site and to fulfill their daily needs.

 

Abstrak

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang perlawanan yang dilakukan oleh Pedagang Kaki Lima di Laman Boenda Tanjung Pinang. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh dari wawancara dan observasi. Kajian ini mengidentifikasi bahwa penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP terhadap pedagang kaki lima merupakan bentuk penerapan peraturan pemerintah daerah. Untuk menyiasati kegiatan penertiban yang terus dilakukan oleh Satpol PP, para pedagang kaki lima melakukan perlawanan dalam dua bentuk yaitu perlawanan tersembunyi dan terbuka. Kedua bentuk perlawanan itu menjadi alternatif para pedagang untuk tetap berjualan di lokasi laman Boenda dan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.


Keywords


Perlawanan, Pedagang Kaki Lima, Tanjungpinang

Full Text:

PDF

References


Alisjahbana. 2006. Marginalisasi Sektor Informal Perkotaan. Surabaya: ITS Press.

Andreasmi, Sevti. 2018. “Resistensi Pedagang Kaki Lima Terhadap Relokasi Pasar Tradisional Di Kelurahan Mariana Kecamatan Banyuasin Kabupaten Banyuasin.” Jurnal Swarnabhumi 3 No 2:131–35.

Bashor, muhammad khairul. 2016. “Resistensi Pedagang Kaki Lima Terhadap Pelanggaran Hukum Di Kabupaten Jember.” Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Dvi, Nourma ulva kumala. 2021. “Resistensi Pedagang Kaki Lima Dalam Ruang Publik Di Tengah Situasi Pandemic Covid-19.” JURNAL INOVASI SOSIAL DAN POLITIK (JISoP) 3 No 2:128–41.

Dwikomara, Beni. 2018. “Perlawanan Pedagang Kaki Lima Terhadap Kebijakan Relokasi Pemerintah Daerah.” Jurnal Riset Entrepreneurship 2(2):1–7.

Imade wira manik prayascita, Anak agung sagung laksami dewi, Desak Gde dwi arini. 2019. “Penerapan Sanksi Bagi Pedagang Kaki Lima Di Pinggiran Jalan Raya Beringkit Mungwitan Kabupaten Badung.” Jurnal Analogi Hukum 1 (2):18–162.

Pamordy, Riyawan. 2018. “penertiban satpol pp pada pedagang kaki lima.” Jurnal s1 Sosiologi Universitas Airlangga.

Raho, Bernard. 2014. Sosiologi. 3rd ed. Maumere: Penerbit Ladelero.

Scott, James C. 1993. Perlawanan Kaum Tani. 1st ed. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Scott, James C. 2000. Senjatanya Orang-Orang Yang Kalah. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Sudarmo. 2015. Menuju Model Resolusi Konflik Berbasis Governance. 1st ed. Surakarta: UNS PRESS.

Susan, Novri. 2009. Sosiologi Konflik. revisi. Jakarta: PRENAMEDIA GROUP.

Susan, Novri. 2012. Negara Gagal Mengelolah Konflik. Konflik So. Yogyakarta: KoPi.

Wright, Fiona. 2016. “Resistance.” The Cambridge Encylopedia Anthropology 1–3.




DOI: https://doi.org/10.24815/jsu.v16i1.25776

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Paul Samuelson Sitorus, Sri Wahyuni, Emmy Solina

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.