Konstruksi Sosial “Anak Mbarep” pada Etnis Jawa di Desa Blok 10 Kabupaten Serdang Bedagai

Reza Selvina Putri Siregar, Rosramadhana Rosramadhana

Abstract


Anak Mbarep, or the first-born child, is often eagerly anticipated and receives greater love and affection from their family and surroundings. However, being an anak Mbarep is not as enjoyable as imagined. This article aims to provide an overview of the significant responsibilities undertaken by anak Mbarep in Javanese culture and analyze them using Peter L. Berger's theory of social construction. This study utilizes a qualitative approach with a descriptive method, employing data collection techniques such as observation and interviews. The research was conducted in Blok 10 Village, Dolok Masihul District, Serdang Bedagai Regency. The findings of the study indicate that the burdens borne by anak Mbarep and the expectations placed upon them are part of the social construction within the community. This social construction is determined by the thoughts of the community, which are then manifested through the process of habituation. There are three significant moments in the formation of this social construction. Firstly, the moment of externalization, where the role of anak Mbarep as a representative of the parents is discussed and deliberated upon in interactions among parents, anak Mbarep, and the surrounding community. Secondly, the moment of objectification, where discussions about the role of anak Mbarep persist and become integrated into social interactions, resulting in the objective manifestation of anak Mbarep's culture in the community's perception. Lastly, the moment of internalization, where anak Mbarep assimilates the ongoing discussions within the community and incorporates them into their individual identity.

Abstrak

Anak Mbarep, atau anak pertama, seringkali dinanti dan diberikan cinta dan kasih sayang yang lebih oleh keluarga dan lingkungannya. Namun, menjadi anak Mbarep tidak semenyenangkan seperti yang dibayangkan. Artikel ini bertujuan untuk melihat gambaran tanggung jawab besar yang diemban oleh anak Mbarep dalam budaya Jawa, serta menganalisisnya dengan menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Penelitian dilakukan di Desa Blok 10, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban yang ditanggung oleh anak Mbarep serta harapan yang diberikan oleh masyarakat merupakan bagian dari konstruksi sosial masyarakat. Konstruksi sosial ini ditentukan oleh pemikiran masyarakat yang kemudian dijalankan melalui proses pembiasaan. Terdapat tiga momen penting dalam pembentukan konstruksi sosial ini. Pertama, momen eksternalisasi, di mana peran anak Mbarep sebagai wakil orang tua didiskusikan dan diperbincangkan dalam interaksi antara orang tua, anak Mbarep, dan masyarakat sekitar. Kedua, momen objektivasi, di mana pembicaraan mengenai peran anak Mbarep terus berlanjut dan menjadi bagian dari interaksi sosial, sehingga budaya anak Mbarep terobjektivasi dalam pandangan masyarakat secara objektif. Ketiga, momen internalisasi, di mana anak Mbarep menyerap kembali realitas yang terus diperbincangkan oleh masyarakat, dan realitas tersebut menjadi bagian dari diri setiap individu. 


Keywords


Anak Mbarep; Budaya; Konstruksi Sosial

Full Text:

PDF

References


Amanda, Klara, Perlitta Aswarina, and Tasya Nabila Putri. 2022. “Psychological Well Being Pada Anak Pertama Gadih Minangkabau : Sebuah Studi Psikologi Indigenous.” Spirits 12(2):104–13.

Asmanidar, Asmanidar. 2021. “SULUK DAN PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL SALIK (TELAAH TEORI KONSTRUKSI SOSIAL PETER L BERGER DAN THOMAS LUCKMAN).” Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama 1(1):99. doi: 10.22373/arj.v1i1.9488.

Berger, Peter, and Thomas Luckmann. 1991. “The Social Construction of Reality.” Social Theory Re-Wired: New Connections to Classical and Contemporary Perspectives: Second Edition 110–22. doi: 10.4324/9781315775357.

Burhan, Bungin. 2008. Sosiologi Komunkasi : Teori, Paradigma Dan Discourse Teknologi Komunikasi Di Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Eko, Febriyanto, Ilham Nur Prasetio, and Robby Sofian. 2022. “Keberadaan Hukum Adat Jawa Dalam Perkawinan Modern.” ALSYS 2(4):464–72. doi: 10.58578/alsys.v2i4.436.

Fauzi, Muahfudh. 2018. Diktat Psikologi Keluarga. edited by M. Qustulani. Tanggerang: psp nusantara press.

Febriyanti, Dila, Muhamad Ramdhani, and Flori Mardiani Lubis. 2020. “Representasi Peran Ibu Dalam Film Ibu Maafkan Aku.” ProTVF 4(1):105. doi: 10.24198/ptvf.v4i1.24193.

Geertz, Hildred. 1983. Keluarga Jawa. Jakarta: PT. Grafiti Pers.

Kamelia, Fajriatul, and Lukman Nusa. 2018. “Bingkai Media Online Coverage of Indonesia ’ s Debt in an Online.” Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi 7(1):10–16. doi: 10.21070/kanal.v.

Latifah. 2014. “Konstruksi Peran Sosial Perempuan Dalam Rubrik Liputan Khas Sukses Di Mata Kami Pada Majalah Femina.” Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Linton, Ralph. 1936. The Study Of Man. New York, London: D. Appleton century Company.

Manuaba, I. B. Putera. 2008. “Memahami Teori Konstruksi Sosial.” Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik 21(3):221–30.

Miles, Matthew B., and Michael A. Huberman. 1994. Qualitative Data Analysis. Second Edi. London: SAGE Publications.

Noer, Khaerul Umam. 2021. Untuk Mahasiswa Tingkat Dasar. Jakarta: Perwatt.

Octamaya, ATA. 2021. Sosiologi Keluarga. Bandung: Media Sains Indonesia.

Palulungan, Lusia, Muhammad Taufan Ramli, and M. Ghufran. 2020. Perempuan, Masyarakat Patriarki & Kesetaraan Gender. BaKTI: Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia.

Parmanti, Parmanti, and Santi Esterlita Purnamasari. 2015. “PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN ANAK.” Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi 17(2):81. doi: 10.26486/psikologi.v17i2.687.

Prihatmi, Rahayu Sri. 2003. Pribahasa Jawa Sebagai Cermin Watak, Sifat, Dan Perilaku Manusia Jawa. Jakarta: Pusat Bahasa.

Ruslan, Ismail. 2017. “‘NILAI ANAK’ DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT.” Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora 8(2):20–33.

Soehadha, Moh. 2014. “WEDI ISIN (TAKUT MALU); AJINING DIRI (HARGA DIRI) ORANG JAWA DALAM PERSPEKTIF WONG CILIK (RAKYAT JELATA).” RELIGI JURNAL STUDI AGAMA-AGAMA 10(1):1. doi: 10.14421/rejusta.2014.1001-01.

Soekanto, Soejono. 2017. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sulaiman, Aimie. 2016. “MEMAHAMI TEORI KONSTRUKSI SOSIAL PETER L. BERGER.” Society 4(1):15–22. doi: 10.33019/society.v4i1.32.




DOI: https://doi.org/10.24815/jsu.v17i1.31615

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Reza Selvina Putri Siregar, Rosramadhana Rosramadhana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.