Problematika Regenerasi dalam Praktik Budaya Tenun Lokal di Sejatidesa Yogyakarta
Abstract
Sejatidesa merupakan salah satu sentra usaha budaya tenun lokal ATBM di Yogyakarta yang dihadapkan pada berbagai tantangan menghadapi perubahan sosial dan generasi. Salah satu tantangan tersebut adalah regenerasi penenun muda. Perbedaan sejarah, pengalaman, maupun akses terhadap pekerjaan dan informasi serta infiltrasi teknologi digital merubah pemaknaan subjektif dan aktualisasi generasi muda terhadap budaya tenun warisan generasi pendahulu. Artikel ini berupaya mengelaborasi realitas regenerasi penenun di Sejatidesa dan bagaimana diskursus generasi sosial hadir pada praktik budaya tenun dalam dinamika sosial kehidupan di era kontemporer. Perspektif generasi digunakan sebagai alat analisa untuk menginterpretasikan konteks yang dihadapi dan pemaknaan subjektif oleh generasi penenun dan generasi muda di Sejatidesa. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dan secara spesifik data dikumpulkan melalui observasi, FGD serta wawancara mendalam dengan penenun, pemuda dan warga sekitar. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konteks sosial budaya tenun di Sejatidesa berhubungan erat dengan perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital. Aktualitas pada masing-masing generasi penenun dan generasi muda bertemu menjadi jembatan antar generasi dan antara aspek tradisional dengan modern yang relevan untuk survive dalam era kontemporer. Dengan kata lain, untuk melestarikan praktik budaya tenun dengan cara yang baru. .
Keywords
Full Text:
UntitledReferences
Abdullah, T. 1974. Pemuda dan Perubahan Sosial. Dalam Abdullah, Taufik (Ed.). Pemuda dan Perubahan Sosial. Jakarta: LP3ES.
Aji, G. 2016. “Diskursus Pemuda dalam Pembangunan Perdesaan”. Jurnal Analisis Sosial 20 1 & 2 (2): 23 - 42.
Ambarwati A., I. Sadoko, C. Chazali dan B. White. 2016. “Pemuda dan Pertanian di Indonesia”. Jurnal Analisis Sosial 20 (1 & 2): 1-22.
Andres, L. dan J. Wyn. 2010. The Making of a Generation: The Children of the 1970s in Adulthood. Toronto: University of Toronto Press.
Beck, U. dan E. Beck-Gernsheim. 2008. “Global Generations and the Trap of Methodological Nationalism for a Cosmopolitan Turn in the Sociology of Youth and Generation”. European Sociological Review 25(1): 25-36.
Creswell, John W and J. D. Creswell. 2017. Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Singapore: Sage Publications.
Dwipradnyana, I.2017. “Tantangan Berat Regenerasi Petani Bali dalam Mempertahankan Subak sebagai Warisan Budaya Dunia”. AGRICA 10 (2): 75 – 82.
Falk, G dan Falk. 2005. Youth Culture and The Generation Gap. New York: Algora Publishing.
Furlong, A., D. Woodman dan J. Wyn. 2011. “Changing Times, Changing Perspectives: Reconciling ‘Transition’ and ‘Cultural’ Perspectives on Youth and Young Adulthood”. Journal of Sociology 47(4): 355-370.
Supriyadi. 1993. “Wajib Belajar Sembilan Tahun Bagi Masyarakat Tidak Mampu”. Cakrawala Pendidikan 2(XII): 1-12.
Tjiptoherijanto, P. 1999. “Urbanisasi dan Pengembangan Kota di Indonesia”. Jurnal Populasi 10(2): 57-72.
Mannheim, K. 1952. The Problem of Generations in Essay on the Sociology of Knowledge, 276-322. London: Routledge.
Mitchell, C, P. Lamb dan H. Raissadat. 2018. “Exploring the Impact of Youth-Produced Images on Family, Community, and Policy”. International Journal of Qualitative Methods, 17: 1-10.
Roberts, S and A. France. 2020. “Problematizing a Popular Panacea: A Critical Examination of the Continued Use of Social Generations in Youth Sociology”. Sociological Review 69(4): 775-791.
Sihombing, A, Rahardja, A., dan Gabe, R. 2020. “The Role of Millennial Urban Lifestyles in the Transformation of Kampung Kota in Indonesia”. Environment and Urbanization ASIA II (1): 155 – 169.
Sutopo, O. R. 2014. Perspektif Generasi dalam Kajian Kepemudaan. In M.N. Azca, D. S. Widhyharto & O.R Sutopo, Buku Panduan Studi Kepemudaan: Teori, Metodologi dan Isu-Isu Kontemporer (pp. 27-41). Yogyakarta: Youth Studies Centre UGM.
Soetomo. 2009. Pembangunan Masyarakat, Merangkai Sebuah Kerangka. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Syamsuddin. 2019. “Pemuda Sebagai Fasilitator Pendamping Desa”. Journal of Millennial Community 1(2): 37-44.
Thomson, R, R Bell, J Holland et al. 2002. “Critical Moments: Choice, Chance and Opportunity in Young People’s Narratives of Transition”. Sociology 36 (2): 335-354.
White, B. 2016. Generation and social change: Indonesian youth in comparative perspective. In Robinson, Kathryn (ed.), Youth Identities and Social Transformations in Modern Indonesia (pp. 4-22). Leiden: Brill.
White, B. 2016. “Rural Youth, Intergenerational Transition, and Social Change”. Jurnal Analisis Sosial 20(1 & 2): xi – xxii.
Woodman, D. 2013. “Researching 'Ordinary' Young People in a Changing World: The Sociology of Generations and the 'Missing Middle' In Youth Research”. Sociological Research Online 18(1): 179-190.
Woodman, D. 2016. The sociology of generations and youth studies. In A. Furlong, Routledge Handbook of Youth and Young Adulthood (pp. 20-26). London: Routledge.
Woodman, D and J. Wyn. 2015. Youth and Generations. London: Sage.
Wyn, J., and D. Woodman. 2006. “Generation, Youth and Social Change in Australia”. Journal of Youth Studies 9 (5): 495–514.
DOI: https://doi.org/10.24815/jsu.v17i2.33490
Article Metrics
Abstract view : 0 timesUntitled - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2023 Oki Rahadianto Sutopo, Eka Zuni Lusi Astuti, Magdalena Putri Kuslarassakti, Arya Malik Nurrizky, Rina Satriani, Anindityo DwiPrakoso

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.