Analisis Nilai Karakter dalam Kumpulan Cerita Rakyat Aceh Bernuansa Damai

Nurfitri SA

Abstract


Permasalahan dalam penelitian ini adalah nilai karakter apa sajakah yang terdapat pada kumpulan CRABD dan bagaimanakah nilai karakter tersebut disampaikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai karakter (1) dalam hubungannya dengan Tuhan (Religius), (2) dengan diri sendiri, (3) dengan sesama, (4) dengan lingkungan, (5) dan nilai kebangsaan. Sumber data penelitian ini adalah Kumpulan Cerita Rakyat Aceh Bernuansa Damai yang diterbitkan oleh Program Pendidikan Damai (PPD), Banda Aceh, tahun 2009, 185 halaman. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumentasi. Data dianalisis dengan mengikuti langkah-langkah (1) membaca dan memahami naskah Cerita Rakyat Aceh Bernuansa Damai, (2) menandai setiap bagian naskah, (3) menentukan nilai-nilai karakter, (4) membahas nilai-nilai karakter berdasarkan kelompok nilai masing-masing, (5) menyimpulkan dengan menggunakan bahasa peneliti. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan (Religius) meliputi, (a) pikiran, (b) perkataan, (c) dan tindakan. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri, yang meliputi (a) jujur, (b) bertanggung jawab,(c) disiplin, (d) kerja keras, (e) percaya diri, (f) berjiwa wirausaha, (g) berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, (h) mandiri, (i) ingin tahu, dan (j) cinta ilmu. Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama, meliputi (a) sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain, (b) menghargai karya dan prestasi orang lain, (c) santun, (d) demokratis. Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan. Terakhir nilai kebangsaan meliputi (a) nasionalis, (b) menghargai keberagaman. Cara penyampaian nilai karakter dalam Kumpulan Cerita Rakyat Aceh Bernuansa Damai meliputi dua cara, yaitu cara penyampaian nilai karakter secara langsung dan cara penyampain nilai karakter secara tidak langsung. (1) Penyampaian nilai karakter secara langsung memiliki dua bentuk, yaitu (a) uraian pengarang, dan (b) melalui tokoh. (2) Penyampaian nilai karakter secara tidak langsung memiliki dua cara, yaitu (a) peristiwa,dan (b) melalui konflik.

Full Text:

PDF

References


Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Bungin, Burhan. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: RajaGrafndo Persada.

Danandjaja, James. 1984. Folklore Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng dan lain-lain. Jakarta: Grafti.

Djamaris, Edwar. 1993. Sastra Daerah di Sumatra; Analisis Tema, Amnat, dan Nilai Budaya. Jakarta: Depdikbud.

Kemendiknas. 2011. Panduan Pendidikan Karakter. Jakarta: Sai Global.

Murat, Siti Aisah. 1996. Konsep Nilai Dalam Kesustraan Melayu. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Moleong, Lexy J. 2005. Metodelogi Penelitian Kulitatif. Bandung: Rosdakarya.

Notonagoro. 1983. Sejarah dan Nilai Tradisional. Jakarta: Depdikbud.

Nurgiyantoro, Burhan. 2002. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Nursisto. 2002. Ikhtisar Kesustraan Indonesia. Yogyakarta: Adi Cita

Sumardjo, Saini. 1985. Apresiasi Kesustraan. Bandung: Alumni.

Tim, Kolektor. 2009. Cerita Rakyat Aceh Bernuansa Damai. Banda Aceh: PPD.




DOI: https://doi.org/10.24173/mb.v6i1.11196

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




MASTER BAHASA (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA)

ISSN 2337-4462  (print) | ISSN 2655-0040 (online)
Organized by Universitas Syiah Kuala 
Published by Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Syiah Kuala
Website : http://jurnal.unsyiah.ac.id/mb
Email     : mpbsippsunsyiah@gmail.com

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.   

 

Flag Counter View My Stats