PELAKSANAAN QARD BERAGUN EMAS PADA BANK SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH (Suatu Penelitian Di Kota Banda Aceh)

Humaira, Dahlan, Mahfud.

Abstract


Abstract: Gold guarantied Qard is one of the product that applies qard contract, that is qard contract which is conducted at the same time with other transaction which applies mu’awadhah contract ( exchange based and comercial contract) in the profit oriented product can be implemented omong others in the gold rahm product, on which the contracted gold is kept and saved by the Bank Syariah or Syariah Business division (UUS) for certain period of time by paying saving and maintenance expenses of the gold as the object of pawning (rahn) which is bound by the hiring contract (akad ijarah). However, recently the gold contracted qard has contradicted the license issued by Bank Indonesia. In this case Syariah Banks have started to combine the pawn and the gold ownership expenses which are known as gold pawn buying which involves speculation. At least, there are 5 (five) risks which are faced by syariah banks in implementing the gold pawning, they are, Market risk, Liquidity risk, Capital risk, the loss which is caused by the decline of gold price can worsen the loss of the banks and can likely decrease the Capital Adequet Ratio (CAR). Credit risk, the decrease of gold price can likely be the cause on the postpontment of gold redeemption by the indebted customors. Reputation risk , the gleaming of qard for gold rahn and gold gardening would possibly decrease the function and the main role of syariah banks in financing production business in the real econonic sector. The implementation purpose of gold guarantied Qard is stipulated in revision of Bank Indonesia Circular number 14/7/DPbS year 2012 noting that the purpose of gold pawning is only to finance short term fund need. The highest amound of fund that can be provided for qard contract financing is Rp. 250. 000.000,00 (two hundred fifty million rupiahs) for each customors for at the latest 4 ( four) months period of funding and can be extended twice with 80% ( eighty percent) Financing To Value (FTV) from the avarage of 100 (one hundred) grams of gold price and gold buyback of PT. ANTAM (Persero) Tbk.

Key Words: Qard, Gold Guarantied Qard, Syariah Banks and Syariah Business Division.

Abstrak: Qard beragun emas adalah salah satu produk yang menggunakan akad qard, yaitu akad qard yang dilakukan bersamaan dengan transaksi lain yang menggunakan akad-akad mu’awadhah (pertukaran dan bersifat komersial) dalam produk yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dapat dilakukan antara lain dalam produk rahn emas, dimana emas yang diagunkan disimpan dan dipelihara oleh Bank Syariah atau UUS selama jangka waktu tertentu dengan membayar biaya penyimpanan dan pemeliharaan atas emas sebagai objek rahn yang diikat dengan akad ijarah. tetapi dalam perkembangannya produk qard beragun emas tidak sesuai dengan izin yang diberikan oleh Bank Indonesia. Di mana bank syariah mulai mengombinasikan gadai dengan pembiayaan kepemilikan emas yang dikenal dengan beli gadai emas yang mengandung spekulatif. Setidaknya terdapat 5 (lima) resiko yang dihadapi bank syariah dalam menjalankan gadai emas yaitu Market risk (resiko pasarLiquidity risk (resiko likuiditas), kemudian Capital risk (resiko modal), kerugian karena penurunan harga emas dapat menambah kerugian bank dan berpotensi menurunkan Capital Adequet Ratio (CAR). Credit risk (resiko kredit), penurunan harga emas berpotensi menunda ditebusnya kembali emas oleh nasabah debitur. Reputation risk (resiko reputasi), maraknya qard untuk rahn emas dan berkebun emas berpotensi menurunkan fungsi dan peran utama bank syariah dalam membiayai usaha produktif di sektor riil. Pelaksanaan produk qard beragun emas yang diatur dalam perubahan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/7/DPbS Tahun 2012. Tujuan penggunaan gadai emas hanya untuk membiayai keperluan dana jangka pendek. Pembiayaan Qardh Beragun Emas dapat diberikan paling banyak sebesar Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) untuk setiap nasabah, dengan jangka waktu pembiayaan paling lama 4 (empat) bulan dan dapat diperpanjang paling banyak 2 (dua) kali. Financing To Value (FTV) sebesar 80% (delapan puluh persen) dari rata-rata harga jual emas 100 (seratus) gram dan harga beli kembali (buyback) emas PT. ANTAM (Persero) Tbk.

Kata kunci : Qard, Beragun Emas dan Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah.

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Gedung Redaksi

Jurnal Ilmu Hukum

Universitas Syiah Kuala Program Pascasarjana 
Jalan Tgk Chik Pante Kulu No.5 Darussalam, Provinsi Aceh, 23111
Telp: (0651) 7407659, 7555110. Fax: 7551002  

e-mail: jmih@unsyiah.ac.id


 e-ISSN: 2302-0180