Physicochemical and Organoleptic Properties of Crackers From Native and Heat Moisture Treatment (HMT) of Breadfruit Flour

Rindika Agustalisma Putri, Shanti Fitriani, Yossie Kharisma Dewi

Abstract


Crackers are one of the biscuit are made through a fermentation process with yeast, thin in shape, salty taste, crunchy texture, and if broken the cross-section of the pieces is layered. The main ingredient of crackers is flour. The purpose of this study was to determine the effect of varying concentrations of native and HMT modification of breadfruit flour on the physicochemical and organoleptic composition of crackers and to obtain the selected concentrations. This research was conducted experimentally using a completely randomized design with six treatments and three replications. The treatment for this study were SK1 (50% native breadfruit flour), SK2 (75% native breadfruit flour), SK3 (75% native breadfruit flour), SK4 (50% modified breadfruit flour), SK5 (75% modified breadfruit flour), and SK6 (100% modified breadfruit flour). Flour physical test data were analyzed using the T-test, while the physical test data of crackers and organoleptic assessment were ANOVA and continued with duncan's multiple range test (DMRT) at the 5% level. The results showed that the percentage of native breadfruit flour and modified breadfruit flour had a significant effect on bake loss, crispness, and sensory assessment. The best treatment in this study was SK4 with bake loss value of 18.27 g, crispness of 2.13kgF, moisture content of 7.42%, ash 2.76%, protein 7.85%, fat 13.40%, carbohydrate 68.57%, and fiber 3.05%. Hedonic sensory assessment with color score 4.06 (like), aroma 3.71 (like), taste 3.74 (like), crispness 3.78 (like), and overall assessment 3.79 (like).

Keywords


crackers; breadfruit; heat moisture treatment

Full Text:

PDF

References


Agustiani, I. R., Maharani, F. 2020. Modifikasi tepung sukun (Artocarpus altilis) menggunakan metode Heat Moisture Treatment (HMT) dengan variabel suhu dan lama waktu perlakuan. Inovasi Teknik Kimia. 5(2): 105–109.

Ariyantoro, A.R., Parnanto, N. H. R., Kuntatiek, E. D. 2020. Pengaruh variasi suhu pre-gelatinisasi terhadap sifat fisik, kimia dan fisikokimia tepung bengkuang yang dimodifikasi. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian.13(1): 12–19.

Astuti, D., Kawiji, K., Nurhartadi, E. 2018. Kajian sifat fisik, kimia dan sensoris crackers substitusi tepung sukun (Artocarpus communis) termodifikasi asam asetat dengan penambahan sari daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius). Jurnal Teknologi Hasil Pertanian. 11(1):1–11.

Astuti, T. Y. I., Purwijantiningsih, L. M. E., Pranata, S. 2013. Subtitusi tepung sukun dalam pembuatan non flaky crackers bayam hijau. Jurnal Biologi. 1–13.

Badan Pusat Statistik. 2022. Rata-rata Konsumsi Perkapita Seminggu di Daerah Perkotaan Menurut Komoditi Makanan dan Golongan Pengeluaran per Kapita Seminggu (Satuan Komoditas), 2020–2021. Badan Pusat Statistik Indonesia. Jakarta.

BeMiller, J. N., Hubber, K. C. 2015. Physical modification of food starch functionalities. Annual Review Food Science Technology. 6:19–69.

Biyumna, U. L., Windrati, W. S., Diniyah, N. 2017. Karakteristik mie kering terbuat dari tepung sukun (Artocarpus altilis) dan penambahan telur. Jurnal Agroteknologi. 11(1): 23–34.

Chauhan, A., Saxena, D. C., Singh, S. 2016. Physical, textural, and sensory characteristics of wheat and amaranth flour blend cookies. Cogent Food & Agriculture. 2(1): 1–8.

Cipto, D., Efendi, R., Rossi, E. 2016. Pemanfaatan tepung tempe dengan penambahan bubuk kayu manis dalam pembuatan kukis dari sukun. JOM FAPERTA. 3(2): 1–12.

Cui, S. W., Brummer, Y., Izydorczyk, M., Liu, Q., Wang, Q., Xie, S. X. 2005. Food Carbohydrates Chemistry, Physical Properties and Applications. CRC Press. New York.

Darmatika, K., Ali, A., Pato, U. 2018. Rasio tepung terigu dan tepung kacang tunggak (Vigna unguiculata) dalam pembuatan crackers. JOM Faperta. 5(1): 1–14.

Guntara, M., Priska, F. 2013. Pengaruh pati sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg.) terpregelatinasi fosfat sebagai matriks terhadap disolusi tablet lambat teofilin. Farmasains. 2(1): 5–10.

Harzau, H., Estiasih, T. 2013. Karakteristik cookies umbi inferior uwi putih (kajian proporsi tepung uwi: pati jagung dan penambahan margarin). Jurnal Pangan dan Agroindustri. 1(1): 138–147.

Kementerian Pertanian. 2018. Dongkrak Produksi Aneka Kacang. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Bogor.

Khairunnisa, Harun, N., Rahmayuni. 2018. Pemanfaatan tepung talas dan tepung kacang hijau dalam pembuatan flakes. Jurnal Sagu. 17(1): 19–28.

Komala, A., Yusmarini., Rahmayuni. 2017. Kajian pemanfaatan tepung sukun dan tepung ampas kelapa dalam pembuatan flakes. Sagu. 16(2): 1–9.

Kristanti, D., Setiaboma, W., Herminiati, A. 2020. Karakteristik fisikokimia dan organoleptik cookies mocaf dengan penambahan tepung tempe. BIOPROPAL Industri.11(1): 1–8.

Kuliahsari, D. E., Tambunan, W. T. , Pantimang, A. 2022. Karakteristik organoleptik cookies berbahan tepung komposit terigu dan sukun. Jurnal Teknologi dan Mutu Pangan. 1(1)10–14.

Lee, H. L., Yoo, B. 2011. Effect of hydroxypropylation on physical and rheological properties of sweet potato starch. LWT - Food Science and Technology. 44(3): 765–770.

Lestari, E., Kiptiah, M., Apifah. 2017. Karakterisasi tepung kacang hijau dan optimasi penambahan tepung kacang hijau sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan kue bingka. Jurnal Teknologi Agro-Industri. 4(1): 20–34.

Lestari, N. 2017. Inovasi Cookies Sumber Protein Berbahan Kacang Tunggak Sebagai Upaya Pemanfaatan Komoditas Lokal. Skripsi. Universitas Brawijaya. Malang.

Lestari, P. A., Yusasrini, N. L. A., Wiadnyani, A. A. I. S. 2019. Pengaruh perbandingan terigu dan tepung kacang tunggak terhadap karakteristik crackers. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan (ITEPA). 8(4): 457–464.

Li, C., Dhital, S., Gilbert, R. G., Gidley, M. J. 2020. High-amylose wheat starch: structural basis for water absorption and pasting properties. Carbohydrate Polymers. 245: 116557.

Lubis, J. T. K. 2018. Pengaruh Perbandingan Tepung Biji Nangka dengan Terigu dan Penambahan Bubur Daging Buah Nangka Terhadap Mutu Crackers. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Lubis, Y. M., Rohaya, S., Dewi, H. A. 2012. Pembuatan meuseukat menggunakan tepung komposit dari sukun (Artocarpus altilis) dan terigu serta penambahan nenas (Ananas comosus L.). Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia. 4(2): 7–14.

Lukinac, J., Budzaki, S., Jukic, M., Lucan., Ivic, I., Gligora, K., Komlenic, D. K. 2017. Kinetic modeling of cookie browning during baking. Technologica Acta. 10(2): 35–41.

Mahmud, M., Nazzarina, H. K., Marudut., Zulfianto, N. A., Muhayatun., Jahari, A.B., Permaesih, D., Ernawati, F., Rugayah., Haryono., Prihatini, S., Raswanti, I., Rahmawati, R., Santi, D., Permanasari, Y., Fahmida, U., Sulaeman, A., Andarwulan, N., Atmarita., Almasyhuri., Nurjanah, N., Ikka, N., Sianturi, G., Prihastono, E., Marlina, L. 2018. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Kementerian Kesehatan. Jakarta.

Mamentu, A. K., Nurali, E., Langi, T., Koapaha, T. Analisis mutu sensori, fisik dan kimia biskuit balita yang dibuat dari campuran tepung mocaf (Modified casavva flour) dan wortel (Daucus carota). Cocos. 2(4): 1–9.

Masahid, A. D. 2015. Pengaruh Suhu dan Waktu Annealing (ANN) Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Fungsional Tepung Sukun (Artocarpus altilis). Tesis. Universitas Brawijaya. Malang.

Muchlisyiyah, J., Prasmita, H. S., Estiasih, T., Laeliocattleya, R. A., Palupi, R. 2016. Sifat fungsional tepung ketan merah pregelatinisasi. Jurnal Teknologi Pertanian.17(3): 195–202.

Nisa, R. U. 2016. Perbandingan Tepung Sukun (Artocarpus communis) dengan Tepung Kacang Hijau (Vigna Radiata L) dan Suhu Pemanggangan Terhadap Karakteristik Cookies. Skripsi. Universitas Pasundan. Bandung.

Normasari, R. Y. 2010. Kajian Penggunaan Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) Sebagai Subtitusi Terigu Yang Difortifikasi dengan Tepung Kacang Hijau dan Prediksi Umur Simpan. Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Oktaviana, A. S., Hersoelistyorini, W., Nurhidajah. 2017. Kadar protein, daya kembang, dan organoleptik cookies dengan substitusi tepung mocaf dan tepung pisang kepok. Jurnal Pangan dan Gizi. 7(2) : 72–81.

Parwiyanti, P., Pratama, F., Wijaya, A., Malahayati, N., Lidiasari, E. 2016. Sifat fisik pati ganyong (Canna edulis Kerr.) termodifikasi dan penambahan gum xanthan untuk rerotian. Agritech. 36(3): 335–343.

Pasca, B. D., Muhandri, T., Hunaefi, D., Nurtama, B. 2021. Karakteristik fisikokimia tepung singkong dengan beberapa metode modifikasi. Jurnal Mutu Pangan. 8(2): 97–104.

Pato, U., Yusmarini. 2004. Gizi dan Pangan. UNRI Press. Pekanbaru.

Putri, N. B. P. 2015. Optimasi Energi Produk Bagiak Berbasis Tepung Sukun (Artocarpus communis) Modifikasi Fisik Annealing dengan Metode Linear Programming. Skripsi. Universitas Brawijaya. Malang.

Ratnasari, D., Yunianta. 2015. Pengaruh tepung kacang hijau, tepung labu kuning, margarin terhadap fisikokimia dan organoleptik biskuit. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3(4): 1652–1661.

Santosa, H., Handayani, N. A., Fauzi, A. D., Trisanto, A. 2018. Pembuatan beras analog berbahan dasar tepung sukun termodifikasi Heat Moisture Treatment. Jurnal Inovasi Teknik Kimia. 3(1): 37–45.

Setyaningsih, D., Apriyantono, A., Sari, M. P. 2010. Analisis Sensori untuk Industri Pangan dan Agro. Institut Pertanian Bogor Press. Bogor.

Sukandar, D., Muawanah, A., Amelia, E. R., Basalamah, W. 2014. Karakteristik cookies berbahan dasar tepung sukun (Artocarpus communis) bagi anak penderita autis. Jurnal Kimia VALENSI. 4(1): 13–20.

Supriyadi, D. 2012. Studi Pengaruh Rasio Amilosa-Amilopektin dan Kadar Air Terhadap Kerenyahan dan Kekerasan Model Produk Gorengan. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Susilawati, B. S., Syam, H., Fadhillah, R. 2018. Pengaruh modifikasi jagung pragelatinisasi terhadap kualitas cookies. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian. 4(2): 27–48.

Swamilaksita, P. D., Yusuf, I. E., Ronitawati, P., Fadhill, R., Dewanti, L. P. 2021. Pengembangan kue mangkok rendah kalori berbahan dasar tepung sukun (Artocarpus altilis) dan tepung kacang tunggak (Vigna unguiculata). Forum Ilmiah. 18(2): 228–240.

Teja, A. W., Sindi, I., Ayucira, A., Setiawan, E. K. L. 2008. Karakteristik pati sagu dengan metode modifikasi asetilasi dan cross-linking. Jurnal Teknik Kimia Indonesia. 7(3) : 836-843.

Utami, P. A. S., Sugitha, I. M., Arihanthana, N. M. I. H. 2018. Pengaruh perbandingan tepung ubi jalar ungu dan tepung kedelai terhadap karakteristik cookies. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan. 7(3): 76–84.

Winarno, F. G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Wulandari, F. K., Setiani, B. E., Susanti, S. 2016. Analisis kandungan gizi, nilai energi, dan uji organoleptik cookies tepung beras dengan substitusi tepung sukun. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 5(4): 107–112.

Yustiawan, Hastuti, H. P., Yanti, S. 2019. Pengaruh modifikasi crosslink terhadap karakteristik tepung ubi jalar saat dipanaskan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan. 5(1): 420–429.

Zayas, J. F. 1997. Functionality of Proteins in Food. Springer. Berlin.




DOI: https://doi.org/10.17969/jtipi.v17i2.33451

Article Metrics

Abstract view : 66 times
PDF - 36 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



Creative Commons LicenseISSN: 1411-4623E-ISSN: 2460-4534
Copyright© 2009-2025 | ISSN: 2085-4927 | EISSN: 2442-7020 
JTIPI is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Agricultural Product Technology Department, Faculty of Agriculture, Universitas Syiah Kuala 

Supported by
LPPM USK
Himpunan Profesi (patpi)
AFTA


Address: 
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email: jtipi@usk.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations