APLIKASI PUPUK PELLET MOSS SEBAGAI BIOio-ORGANOMINERAL PADA BUDIDAYA TANAMAN CABAI (Capcissum annum L.) DI LAHAN KERING LATOSOL

Varida Risma Wati, Rizal Try Nofiyanto, Shafyra Rizky Setiawati, Widi Dwi Noviandi Noviandi, Afifah Kuscahyanti, Eny Fuskhah

Abstract


Abstrak, Tanaman cabai merupakan komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan di Indonesia dengan tingkat permintaan yang terus bertambah. Namun, produktivitas cabai tahun 2014-2015 mengalami penurunan sebesar 29.411 ton akibat terjadinya iklim yang tidak stabil dan konversi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian Salah satu upaya peningkatan produksi cabai yaitu dengan manfaatkan lahan masam latosol sebagai lahan budidaya. Rendahnya kesuburan lahan latosol dapat diatasi dengan melakukan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pemanfaatan duckweed dan Methylobacterium sebagai pupuk bio-organomineral dalam bentuk pellet (Pellet MOSS) untuk mendapatkan produksi cabai yang optimal di lahan masam latosol dan memberikan dosis rekomendasi Pellet MOSS. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) monofaktor 6 x 4. Faktor tersebut adalah dosis pellet yang terdiri atas P0 = kontrol, P1 = 50 kg/ha, P2 = 100 kg/ha, P3 = 150 kg/ha, P4 = 200 kg/ha, dan P5 = 250 kg/ha.  Data hasil yang diperoleh diuji dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) bila ada pengaruh dilanjutkan dengan uji DMRT berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah bunga, jumlah buah. dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Pellet MOSS dapat meningkatkan persentase daya berkecambah benih cabai, tinggi tanaman, jumlah cabang produktif ,dan jumlah bunga. Selain itu juga meningkatkan daya berkecambah benih dan kesuburan tanah latosol.

 

Application of MOSS Pellet Fertilizer as Bio-organomineral in Chili (Capcissum annum L.) Cultivation in Latosol Dry Land

 

Abstract, Chili pepper is a leading commodity cultivated in Indonesia with a growing level of demand. however, the productivity of chilli in 2014-2015 has decreased by 29,411 tons due to unstable climate and conversion of agricultural land into non-agricultural land One of the efforts to increase the production of chilli is by using latosol acid as a cultivation area. The low fertility of latosol land can be overcome by fertilizing. The purpose of this research is to know the utilization of duckweed and Methylobacterium as pellet bio-organomineral fertilizer (Pellet MOSS) for optimal chilli production in latosol acid and dosage recommendation of Pellet MOSS. The design used in this study was Completely Randomized Design (RAL) monofactor 6 x 4. The factor is dose of pellet consisting of P0 = control, P1 = 50 kg / ha, P2 = 100 kg / ha, P3 = 150 kg / ha , P4 = 200 kg / ha, and P5 = 250 kg / ha. Result data obtained by using variance analysis (ANOVA) if there is continued influence with the trial, the number of productive branch, the amount of interest, the amount of fruit. With 95% confidence level. The results showed that Pellet MOSS application can increase the percentage of chili pepper plant life, plant height, number of productive branches, and number of flowers. It also improves the storage and soil fertility of latosol.


Keywords


pupuk bio-organomineral; produksi cabai; tanah latosol; bio-organomineral; chili production; latosol

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.17969/agrista.v23i2.16692

Article Metrics

Abstract view : 13 times
PDF - 19 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 1411-4623E-ISSN: 2460-4534
Copyright© 2024 | ISSN: 1410-3389 | EISSN: 2597-9973 
Jurnal Agrista is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
The Faculty of Agriculture, Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam, 
Banda Aceh, 23111, Indonesia. 
Phone: +62-82361341907
Email: jurnalagristausk@gmail.com


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations