Panglima Laot: Perannya Dalam Pemgembangan Masyarakat Nelayan di Lhok Kuala Cangkoi Uleelheue Kotamadya Banda Aceh

Anwar Yoesoef

Abstract


Penelitian ini dilakukan untuk memahami peran lembaga adat Panglima Laot Kuala Cangkoi dalam meningkatkan standar hidup nelayan. Penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data quqlitative. Ada beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ini, seperti wawancara dan partisipasi yang diamati untuk mencapai pemahaman yang menyeluruh tentang perspektif sosiokultur. Informan ditentukan, sesuai dengan sampling purposif, sedemikian rupa sehingga mereka berguling seolah-olah pengambilan sampel bola salju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peran kelembagaan adat Panglima Laot Lhok Kuala Cangkoi tidak mampu mendorong pengembangan masyarakat nelayan karena lembaga adat Provinsi Panglima Laot, sehingga peran lembaga adat kabupaten Panglima Laot dari daerah sebagai mitra kerja menggantikan Panglima Laot Provinsi, (2) Ketidakmampuan Panglima Laot Lhok Kuala Cangkoi sebagai lembaga adat untuk memotong rantai antara nelayan dan nakhoda (ureung pohareukat) dan ritel (toke bangku). Ketidakmampuan ini disebabkan oleh faktor pemicu dalam mencari mitra nelayan, terutama modal yang dikelola oleh sistem bagi hasil, dan (3) Kesulitan hidup masyarakat nelayan Aceh di Lhok Kuala Cangkoi disebabkan oleh faktor-faktor seperti kurangnya pengetahuan lingkungan, kebiasaan itu telah mempengaruhi gaya hidup nelayan, sehingga mereka tidak dapat mengatur waktu, usaha, energi, dan uang secara efektif. Diperlukan proses yang terkait antara lingkungan, teknologi, organisasi sosial, ideologi dan pembentukan karakter dan biofisikologis individu yang diperlukan untuk meningkatkan sumber daya manusia nelayan, termasuk pemberdayaan Panglima Laot Lhok Kuala Cangkoi sebagai lembaga adat sebagai satu-satunya penjaga nelayan Aceh. masyarakat di Lhok Kuala Cangkoi, Uleelheue

Full Text:

PDF

References


Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Istimewa Aceh. (1996). Monografi Propinsi Daerah Istimewa Aceh Tahun 1996, Banda Aceh, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh.

Black A., James & Champion, D. J. (1992). Penelitian Sosial. Bandung, PT Ereco.

Firth, R. (1966). Malay Fishermen: Their Peasent Economy. Norton, New York.

Garna, J.K. (1996). Ilmu-Ilmu Sosial Dasar-Konsep Posisi. Bandung, Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran.

----------------------. (1999). Metode Penelitian: Pendekatan Kualitatif. Bandung Primako Akademika.

Good, D. (1984). Partisipasi Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Penghasilan Mereka, Banda Aceh, P3IS.

Pollnac, R. B. (1991). Social and Cultural Characteristics in Small-scale Fishery Development, dalam Michael M.C, Putting People First. Washington: Oxford University Press.

Selo, S. (1980). Kemiskinan, Struktural dan Pembangunan, dalam Alfian, ed, Kemiskinan Struktural. Jakarta: YIIS.


Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Riwayat: Educational of History and Humanities indexed by

sinta_logodoaj_logoDimensions_logoCROSSREF_logoROAD_logoPKP_Index_logoGoogle_Scholar_logogaruda_logoonesearch_logoBASE_logoWordcat_logo

___________________________________________________________
Riwayat: Educational of History and Humanities

E-ISSN 2775-5037
P-ISSN 2614-3917

Published by History Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Province Aceh. Indonesia
W :https://jurnal.usk.ac.id/riwayat
E : riwayat@usk.ac.id

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.