Metode Ekskursi: Cara Berbeda Belajar Sejarah
Abstract
Berdasarkan beberapa hasil penelitian ditemukan bahwa kesan pembelajaran sejarah di sekolah kurang menarik bahkan cenderung membosankan.Persoalan ini apabila dibiarkan dapat menjadi persoalan besar terhadap eksistensi kehidupan berbangsa, karena salah satu tujuan pembelajaran sejarah adalah untuk meningkatkan rasa nasionalisme bagi warga negara. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menjadikan pembelajaran sejarah yang menarik adalah dengan metode ekskursi. Ekskursi merupakan metode yang memberi warna yang berbeda dalam pembelajaran sejarah. Pembelajaran sejarah dengan metode ekskursi dapat memberikan pengalaman belajar yang tidak tersusun. Metode ini memberikan kesempatan untuk melakukan observasi secara langsung dan mendapatkan informasi baru yang memungkinkan para siswa untuk menyadari bahwa sejarah bukan sekedar cerita. Metode ini dapat menjadi bumbu dan menghilangkan kebosanan siswa dalam pembelajaran sejarah. Kegiatan pembelajaran ekskursi akan lebih bermakna dan hasil yang diperoleh juga lebih luas dan memuaskan apabila dilakukan secara kolaboratif dengan bidang studi yang relevan.
Full Text:
PDFReferences
Ali, R.M. (2005). Pengantar Ilmu sejarah Indonesia. Yogyakarta: LKIS.
Collingwood, R.C. (2001). The Principles Of History. New York: Oxford University Press.
Djamarah, S. B. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarat: Rineka Cipta.
Kartodirdjo, S. (1999). Multidimensional Pembangunan Bangsa: Etos Nasionalisme dan Negara Kesatuan. Yogyakarta: Kanisius.
Kuntowijoyo. (1999). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang.
Purnamasari, I., Wasino, “Pengembangan Model Pembelajaran Sejarah Berbasis Situs Sejarah Lokal di SMA Negeri Kabupaten Temanggung”, Paramita Vol. 21, No.2 (202-203).
Roestiyah, N.K. (2001). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Sagala, S. (2006). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Soedjatmoko. (1995). “Sejarawan Indonesia dan Zamannya”,dalam Soedjamoko et.al. Historiografi Indonesia: Sebuah Pengantar. Jakarta : Gramedia.
Surakhmad, W. (1980). Pengatar Interaksi Mengajar-Belajar. Bandung: Tarsito.
Umar, M, ”Penanaman Nilai-Nilai Kesejarahan Melalui Objek Sejarah (Kasus Aceh)”, Makalah, disajikan pada Seminar Nasional Pendidikan Sejarah, Kerjasama antara Asosiasi Pendidikan dan Peneliti Sejarah (APPS) dengan Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI Bandung, di Bandung, Jawa Barat, 18-20 Maret 2011.
https://books.google.co.id/books?id=metode+ekskursi&source.
http://student.cnnindonesia.com/edukasi//belajar-sejarah-yang-mengasyikkan
Article Metrics
Abstract view : 14 timesPDF - 17 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
__________________________________________________________
Riwayat: Educatioanl Journal of History and Humanities
Published: Departemen of History Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Provinsi Aceh. Indonesia
Situs web: https://jurnal.usk.ac.id/riwayat
Email: riwayat@usk.ac.id

Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0.
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities