Analisis Framing Media pada Portal Berita atas Pemberitaan Isu Pungli Bea Cukai 2024
Abstract
Isu pungutan liar (pungli) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mencuat ke permukaan sepanjang tahun 2024 melalui berbagai pemberitaan media daring. Dua kasus yang paling banyak disorot adalah tertahannya alat bantu tunanetra dan keluhan viral dari Tenaga Kerja Wanita (TKW) terkait pajak atas barang bawaannya. Menggunakan model analisis framing Pan dan Kosicki, studi ini menelaah bagaimana media membingkai isu-isu tersebut melalui empat dimensi teks: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Temuan menunjukkan bahwa media cenderung menggambarkan kasus-kasus tersebut sebagai bagian dari persoalan struktural dalam birokrasi dan pelayanan publik. Selain itu, media sosial berperan penting sebagai pemicu respons publik dan pemerintah. Narasi yang dibentuk tidak hanya menyoroti masalah prosedural, tetapi juga menekankan urgensi reformasi birokrasi, keterbukaan informasi, dan komunikasi publik yang responsif di era digital. Kajian ini merekomendasikan perbaikan tata kelola birokrasi melalui penyederhanaan prosedur, peningkatan koordinasi antar lembaga, serta penguatan strategi komunikasi untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
DOI:
https://doi.org/10.24815/jr.v8i2.45824
Article Metrics
Abstract view : 0 times
PDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Riwayat: Educational of History and Humanities indexed by











___________________________________________________________
Riwayat: Educational of History and Humanities
E-ISSN 2775-5037
P-ISSN 2614-3917
Published by History Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Province Aceh. Indonesia
W :https://jurnal.usk.ac.id/riwayat
E : riwayat@usk.ac.id

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.