Tradisi Mandik Penganten di Tumbuh Mulia, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur: Analisis Urf dan Maqashid Syariah
Abstract
Tradisi mandik penganten merupakan salah satu warisan budaya masyarakat di Tumbuh Mulia Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, yang dilaksanakan sebelum prosesi pernikahan. Tradisi ini mengandung simbol penyucian diri dan harapan akan kehidupan rumah tangga yang Sakinah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi tersebut dari perspektif hukum Islam dengan menggunkaan pendekatan 'urf dan Maqashid Syari'ah. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa mandik penganten mengandung nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan prinsip-prinsip syariah, khususnya dalam menjaga jiwa (hifz al-nafs) dan keturunan (hifzh al-nasl), serta meningkatkan kesiapan spiritual pengantin. Selama unsur-unsur yang bertentangan dengan syari'at dapat diminimalkan atau disesuaikan, tradisi ini dapat dikategorikan sebagai 'urf shahih dan tetap dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal yang tidak bertentangan dengan hukum islam.
DOI:
https://doi.org/10.24815/jr.v8i4.49064
Article Metrics
Abstract view : 0 times
PDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Riwayat: Educational of History and Humanities indexed by











___________________________________________________________
Riwayat: Educational of History and Humanities
E-ISSN 2775-5037
P-ISSN 2614-3917
Published by History Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Province Aceh. Indonesia
W :https://jurnal.usk.ac.id/riwayat
E : riwayat@usk.ac.id

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.