KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PEKERJA KONTRAK (PKWT)

Marssel Michael Sengkey, Tellma Monna Tiwa

Abstract


Status kontrak menghadirkan problematika tersendiri, masa kerja pendek dan terbatasnya jaminan tentunya berdampak pada kehidupan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesejahteraan subjektif pekerja kontrak di kota Manado. Pendekatan fenomenologis melalui wawancara mendalam dilakukan terhadap delapan orang pekerja kontrak yang bekerja minimal satu tahun di kota Manado. Kesejahteraan subjektif pada pekerja kontrak atau PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) berkaitan dengan internalisasi nilai religius dan budaya, yang melandasi keyakinan positif dan optimisme bahwa bekerja keras akan menghasilkan kesejahteraan dan ketercukupan, walaupun belum tercapai. Afek positif yang mendukung daya tahan pekerja kontrak antara lain karena kuatnya optimisme, adanya dukungan keluarga dan relasi positif dengan sesama pekerja. Sedangkan faktor penghambat pencapaian kesejahteraan subjektif pada pekerja kontrak yaitu afek negatif (ketidakberdayaan, ketidakpastian dan rasa tidak aman) yang berkaitan dengan status kerjanya. Dengan demikian, peningkatan status kerja menjadi diperlukan untuk menghilangkan ketidakpastian, dan mendorong pencapaian kesejahteraan subjektif pekerja.


Keywords


Pekerja Kontrak; PKWT; Kesejahteraan Subjektif

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24815/s-jpu.v3i2.17551

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Seurune Jurnal Psikologi Unsyiah

Lisensi Creative Commons

Seurune: Jurnal Psikologi Unsyiah published by Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa 4.0 Internasional. Based on a work at http://jurnal.usk.ac.id/seurune.