HUBUNGAN MOTIF AFILIASI DENGAN PERILAKU ASERTIF SISWA

Zulhamdi Zulhamdi, Nurhasanah Nurhasanah, Nurbaity Bustamam

Abstract


Abstract: Generally students behave non-assertively because of fear of their peers. They are unable to express their most ordinary feelings, needs and opinions so that they always feel guilty for all the actions and decisions they make. The purpose of this study was to describe the affiliation motives, the description of assertive behavior, the relationship of affiliation motives with assertive behavior. This type of research is descriptive correlational research with a quantitative approach. The research location at SMAN 6 Banda Aceh with a total sample of 92 students. Data collection techniques are questionnaires with a psychological scale. Data processing and analysis techniques are percentage and correlational analysis. The results showed an illustration of affiliate motives in the medium category, assertive behavior was also in the medium category and there was a positive and significant relationship between the motives of affiliation with assertive behavior with the calculated r value of 0.749 and in the strong category.. 

Keywords: Affiliate Motive, Assertive Behavior

Abstrak: Umumnya siswa berperilaku non asertif karena dihinggapi rasa takut pada teman sebayanya. Mereka tidak mampu menyatakan perasaan, kebutuhan dan pendapatnya yang paling biasa sehingga mereka selalu merasa bersalah atas segala tindakan dan keputusan yang diambilnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran motif afiliasi, gambaran perilaku asertif, hubungan motif afiliasi dengan perilaku asertif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di SMAN 6 Banda Aceh dengan jumlah sampel 92 siswa. Teknik pengumpulan data adalah angket dengan bentuk skala psikologis. Teknik pengolahan dan analisis data yaitu dengan analisis persentase dan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan gambaran motif afiliasi berada pada kategori sedang, perilaku asertif juga berada pada kategori sedang dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motif afiliasi dengan perilaku asertif dengan nilai r hitung sebesar 0,749 dan berada pada kategori kuat.

Kata kunci: Motif Afiliasi, Perilaku Asertif


Full Text:

PDF

References


Abidin, Z. (2011). Pengaruh pelatihan resiliensi terhadap perilaku asertif pada remaja. Pamator Journal, 4(2), 129-136.

Afiatin, T. (2004). Pengaruh Program Kelompok “AJI” dalam Peningkatan Harga Diri, Asertivitas, dan Pengetahuan Mengenai Napza untuk Prevensi Penyalahgunaan Napza pada Remaja. Jurnal Psikologi, 31(1), 28-54.

Ali, M., & Asrori, M. (2010). Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Alsa, Asmadi. (2003). Pendekatan Kuantitatif Dan Kualitatif serta kombinasinya Dalam Penelitian Psikologi. Yogyakarta: PT Pustaka Pelajar

Ardi, Z., Ibrahim, Y., & Said, A. (2012). Capaian Tugas Perkembangan Sosial Siswa dengan Kelompok Teman Sebaya dan Implikasinya terhadap Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Konselor, 1(2).

Corey, G. (2008). Theory & Practice Of Group Counseling (Seventh Edition). Brooks/Cole.

Desmita. (2012). Psikologi Perkembangan peserta didik. Bandung: Remaja Rosdakarya

Hurlock, E. B. (2004). Psikologi Perkembangan : Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga

Khairani, A., Yahya, M., & Fajriani, F. (2017). Pelaksanaan teknik asertif untuk meningkatkan perilaku asertif siswa si SMP Negeri 2 Banda Aceh. JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling, 2(3).

Khan, R.I. (2012). Perilaku Asertif, Harga Diri dan Kecenderungan Depresi. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia. 1 (2) : 143-154.

Notoatmodjo, S. (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan. Cetakan Kedua. Edisi Revisi Jakarta: Rineka Cipta.

Pribadi, A. S., Pratiwi, M. M. S., & Brotowidagdo, R. (2011). Motif Afiliasi Pengguna Aktif Facebook. Proyeksi: Jurnal Psikologi, 6(2), 50-57.

Purwadi, P. (2004). Peroses Pembentukan Identitas Diri Remaja. Humanitas: Jurnal Psikologi Indonesia, 1(1).

Rahmadyanti, S., Yahya, M., & Husen, M. (2017). Pengaruh gaya kelekatan orang tua-anak terhadap penyesuaian sosial siswa SMPN 18 Banda Aceh. JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling, 2(3).

Rayyan, R., Bahri, S., & Bakar, A. (2017). Pengaruh Konformitas Teman Sebaya terhadap Gaya Hidup Experiencers. JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling, 2(1).

Retnowati, S. (2011). Remaja dan permasalahannya. Yogyakarta: Universitas.

Rini. Bahri, S., & Zuliani, H. (2016). KONTRIBUSI PERILAKU ASERTIF REMAJA TERHADAP PENYESUAIAN SOSIAL (Suatu Penelitian di MAN Kota Banda Aceh). JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling, 1(1).

Rinjani, H., & Firmanto, A. (2013). Kebutuhan afiliasi dengan intensitas mengakses facebook pada remaja. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 1(1), 76-85.

Sabda, M. (2013). Hubungan perilaku asertif dengan penyesuaian sosial pada siswa MTs Al Istam Serang (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).

Santrock, J. W. (2011). Masa perkembangan anak Children. Penerbit Salemba Humanika. Jakarta, Edisi ke-2

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sutoyo, A. (2009). Pemahaman Individu. Semarang: CV. Widya Karya.

Widiantari, K. S., & Herdiyanto, Y. K. (2013). Perbedaan intensitas komunikasi melalui jejaring sosial antara tipe kepribadian ekstrovert dan introvert pada remaja. Jurnal Psikologi Udayana, 1(1), 106-115.

Widjaja, P. D. C., & Wulan, R. (1998). Hubungan antara asertivitas dan kematangan dengan kecenderungan neurotik pada remaja. Jurnal Psikologi, 25(2), 56-62.

Widyastuti, R. J. (2013). Pengaruh self efficacy dan dukungan sosial keluarga terhadap kemantapan pengambilan keputusan karir siswa. Jurnal BK UNESA, 3(1).


Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


P-ISSN: 2407-5809

E-ISSN: 2714-5484

Diterbitkan Oleh:

Jurusan Bimbingan dan Konseling 

Universitas Syiah Kuala