Kegagalan Jokowi Ma’ruf di Aceh Pada Pilpres 2019
Abstract
Selama berkontestasi politik di dua kali ajang Pilpres, Joko Widodo (Jokowi) belum pernah merasakan kemenangan di Propinsi Aceh, adapun kekalahan di Pilpres 2019 memiliki variabel yang berbeda dengan kekalahan pada Pilpres 2014. Penelitian ini, menggunakan metode kualitatif dengan beberapa pendekatan diantaranya observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa faktor kegagalan Jokowi-Ma’ruf di Aceh pada pilpres 2019. Adapun kegagalan tersebut, pertama, tidak terbendung berita Hoax, kedua, kebijakan pemerintahan Jokowi periode sebelumnya dianggap tidak memiliki keberpihakan kepada rakyat. Ketiga, isu identitas yang selalu dikembangkan oleh lawan Jokowi, keempat, terdapat isu mengenai cerita masa lalu. Kelima, kurang maksimalnya tim pada tingkatan grass root di daerah-daerah Kabupaten yang jauh dari pusat ibukota Provinsi, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegagalan Jokowi di Aceh yang paling kuat adalah berita hoax yang identik dengan isu negatif, hal tersebut menutupi berita positif tentang Jokowi. Sikap masyarakat yang fanatik selalu dimanfaatkan oleh elite politik yang memiliki kepentingan pada pilpres 2019 dan tim Jokowi di Aceh terbukti tidak mampu melawan propaganda lawan yang cukup massif dilapangan.
Full Text:
PDFReferences
Bakri. (2029). Pekerja Asal Cina Menyalahi Visa. Serambinews.com. Diambil dari https://aceh.tribunnews.com/ 2019/01/19/pekerja-asal-cina-menyalahi-visa, diakses 30 Agustus 2019.
CNN Indonesia. (2019). LIPI: Jawa Barat, Aceh, dan Banten Tertinggi Informasi Hoaks. CNN Indonesia. Diambil dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190118175011-20-362017/ lipi-jawa-barat-aceh-dan-banten-tertinggi-informasi-hoaks, diakses 30 Agustus 2020.
Egeham, L. (2019). Moeldoko Sebut Kekalahan Jokowi di Jabar dan Aceh karena Serangan Isu Agama. LIPUTAN 6. Diambil dari https://www.liputan6.com/pilpres/read/3945331/moeldoko-sebut-kekalahan-jokowi-di-jabar-dan-aceh-karena-serangan-isu-agama, diakses 26 Agustus 2019
Fajri, R. (2019). TKD Sebut Kekalahan Jokowi di Aceh Akibat Gencarnya Hoax. AJNN. Di https://www.ajnn.net/news/tkd-sebut-kekalahan-jokowi-di-aceh-akibat-gencarnya-hoax/index.html.
Hall, S., & Du Gay, P. (Eds.). (2006). Questions of Cultural Identity (pp. pp-273). Crane Resource Centre.
Hasyim. (2014). Prabowo-Hatta Menang Tipis di Aceh. Serambinews.com. Diambil dari https://aceh.tribunnews.com/2014/07/19/prabowo-hatta-menang-tipis-di-aceh, diakses 30 Agustus 2019
Heller, A., dan Punsher, S. (1995). Biopolitical Ideologies and Their Impact on the New Social Movements. A New Handbook of Political Societies: Oxford, Blackwell.
Lasswell, H. D. (1927). Propaganda Technique in the World War. Oxford: Knopf.
Masriadi. (2019). Tim Jokowi Target Menang 70 Persen di Aceh. KOMPAS.com. Diambil dari https://regional.kompas.com/read/2019/01/22/16583701/tim-jokowi-target-menang-70-persen-di-aceh, diakses 25 Agustus 2019
Trumbull, M. & Watson, K. (2010). Qualitative Research Method. Integrating Quantitative and Qualitative Methods in Research, 3rd Ed. (pp.62-78). University Press of America, Inc.
Ubed, A. S. (2002). Politik Identitas Etnis: Pergulatan Tanda Tanpa Identitas. Magelang: Indonesiater.
Yin, R.K. (2011). Qualitative Research from Start to Finish. The Guilford Press.
DOI: https://doi.org/10.24815/gaspol.v1i1.17328
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
The Journal of Governance and Social Policy
Published by Universitas Syiah Kuala is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on work at https://jurnal.usk.ac.id/GASPOL




