Konsolidasi Elit Dalam Membentuk Kekuasaan Politik Lokal Keluarga Mus di Kabupaten Kepulauan Sula
Abstract
Studi ini menekankan pada bagaimana konsolidasi elit dilakukan untuk membentuk dan mempertahankan kekuasaan bagi sebuah politik keluarga di Kabupaten Kepulauan Sula. Bermula dari salah satu anggota keluarga yang maju dan berhasil dalam Pilkada sebagai Bupati, lalu menciptakan elit lokal Kepulauan Sula yang baru sehingga sumber-sumber kekuasaan dapat dikelola untuk membentuk suatu politik keluarga yang dikenal dengan Keluarga Mus. Penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa ada beberapa jalur yang digunakan keluarga Mus untuk melanggengkan kuasa politiknya. Dua jalur utama sebagai sumber kekuasaan yakni melalui kooptasi kekuasaan di internal partai politik dan juga jalur birokrasi. Selain itu, dugaan adanya jalur sumber kekuasaan lain yaitu melalui pemekaran Pulau Taliabu yang juga akan dijelaskan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa elit lokal di Kepulauan Sula melalui konsolidasi kekuatan dan kekuasaannya telah menciptakan satu fenomena politik yakni hadirnya politik keluarga di Kabupaten Kepulauan Sula. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi keilmuan di bidang politik dan pemerintahan, dan secara praktis memberikan pelajaran penting bagaimana elit lokal meraih kekuasaan politiknya.
This study emphasizes how elite consolidation is carried out to form and maintain power for family politics in the Sula Islands Regency. Starting from one of the family members who advanced and succeeded in the Pilkada as a Regent, then created a new local elite in the Sula Islands. The sources of power could be managed to form a family politics known as the Mus Family. This research is descriptive using a qualitative approach, data obtained through field observations, in-depth interviews, and documentation. The study results found that there were several routes used by the Mus family to perpetuate their political power. Two main lines as a source of power, namely through the co-optation of power within political parties and bureaucracy. Also, the alleged existence of another source of power through Taliabu Island's expansion will be explained. Based on these findings, it can be concluded that the local elites in the Sula Islands, through their consolidation of strength and power, have created a political phenomenon, namely the presence of family politics in the Regency of Sula Islands. This research is expected to contribute to science in politics and government and practically provide important lessons on how local elites gain political power.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Asako, Y., Iida, T., Matsubayashi, T., & Ueda, M. (2015). Dynastic Politicians: Theory and Evidence from Japan. Japanese Journal of Political Science, 16(1), 5-32.
Bakar, A. (2016). Politi Dinasti dan Pelembagaan Partai Politik Pengalaman DPC PDIP dan Keluarga Banteng di Kepulauan Selayar. Al Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan, 2(1), 105-119.
Bakti, Andi Faisal. (2014). Kekuasaan Keluarga di Wajo, Sulawesi Selatan, dalam Politik Lokal di Indonesia. Henk Schulte Nordholt dan Gerry van Klinklen (Eds.) Jakarta: KITLV-Yayasan Obor Indonesia.
Dal Bó, E., Dal Bó, P., & Snyder, J. (2009). Political Dynasties. The Review of Economic Studies, 76(1), 115-142
Djati, W. R. (2014). Revivalisme Kekuatan Familisme dalam Demokrasi: Dinasti Politik di Aras Lokal. Masyarakat: Jurnal Sosiologi, 203-231.
Firman, F. (2017). Meritokrasi Dan Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Dalam Pengaruh Pilkada Langsung. The Indonesian Journal of Public Administration (IJPA), 3(2), 88-105.
Harahap, U. H. (2016) Politik Keluarga di Sumatera Utara (Pola Transformasi Aktor Lokal Di Sumatera Utara Pada Masa Orde Baru Dan Reformasi). Tesis, Program Pascasarjana Fisipol, Universitas Gadjah Mada.
Haryanto. (2014). Klanisasi Demokrasi: Politik Klan Qahhar Mudzakkar di Sulawesi Selatan. Yogyakarta: Penerbit Polgov UGM.
Jeddawi, M. (2009). Pro Kontra Pemekaran Daerah (Analisis Empiris). Yogyakarta: Penerbit Total Media.
Ladiqi, S., & Wekke, I. S. (2018). Gambaran Demokrasi, Demokrasi, dan Perkembangan. Yogyakarta: Penerbit Gawe Buku.
Mukti, H. H., & Rodiyah, R. (2020). Dynasty Politics in Indonesia: Tradition or Democracy?. Journal of Law and Legal Reform, 1(3), 531-538.
Nawawi, H. (2007). Metode penelitian bidang sosial. Gadjah Mada University Press.
Nordholt, H. S. (2005). Desentralisasi di Indonesia: Peran Negara Kurang Lebih Demokratis?” dalam J. Harris, K. Stokke & O, Tornquist (eds) Politisasi Demokrasi: Politik Lokal Baru. Jakarta: Demos.
Nordholt, H. S., & Klinken, G. V. (2014). Politik Lokal di Indonesia. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Pasan, E. (2013). Politik Dinasti Dalam Pemilihan Presiden Di Filipina Tahun 2001–2011. Jurnal Hubungan Internasional Interdependence, 1(3), 222-235.
Purwaningsih, T. (2015). Politik Kekerabatan dan Kualitas Kandidat di Sulawesi Selatan. Jurnal Politik, 1(1), 97-124.
Querubin, P. (2012). Political Reform and Elite Persistence: Term Limits and Political Dynasties in the Philippines. In APSA 2012 Annual Meeting Paper.
Ramdhani, H. (2019). Realitas Elit Politik Lokal dan Persepsi Masyarakat dalam Proses Pemekaran Daerah. JPPUMA Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area, 7(2), 219-226.
Rossi, M. (2009). The Causes of Political Dynasties in Democratic Countries. Unpublished manuscript. http://economia.uniandes.edu. co/content/.../29957/.../Political_Dynasties _Rossi. pdf (accessed on August 11, 2018).
Sidel, J. T. (2005). Bossism and democracy in the Philippines, Thailand and Indonesia: towards an alternative framework for the study of ‘local strongmen’. In Politicising democracy (pp. 51-74). Palgrave Macmillan, London.
Smith, D. M. (2012). Succeeding in politics: dynasties in democracies (Doctoral dissertation, UC San Diego).
Suaib, E. (2016). Fenomena ‘Bosisme Lokal’di Era Desentralisasi: Studi Hegemoni Politik Nur Alam Di Sulawesi Tenggara. Jurnal Penelitian Politik, 12(2), 51-69.
Sujarwoto, S. (2016). Desentralisasi, dinasti politik dan kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 1(2), 1-6.
Tjokrowinoto, M, dkk. (2001) Birokrasi Dalam Polemik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Wardhani, M. A. (2015). Dinasti Politik di Amerika: Studi Kasus Dinasti Politik Klan Kennedy. Tesis, Program S2 Pengkajian Amerika, Universitas Gadjah Mada.
Varma, S. P. (2003). Teori Politik Modern. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
DOI: https://doi.org/10.24815/gaspol.v1i2.18530
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
The Journal of Governance and Social Policy
Published by Universitas Syiah Kuala is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on work at https://jurnal.usk.ac.id/GASPOL




