Birokrasi Digital: Studi Tentang Partisipasi dan Kesiapan Masyarakat

Rizqi Bachtiar, Dewi Laksmi Dwi Pramesti, Hanna Eka Pratiwi, Naghma Saniyyah

Abstract


Birokrasi merupakan unsur yang penting bagi sebuah negara. Esensi dari kinerja birokrasi sendiri berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dan keinginan dari masyarakat. Birokrasi digital membuka peluang untuk memperbaiki kinerja birokrasi serta membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Namun ternyata masyarakat Indonesia tidak sepenuhnya siap untuk berpartisipasi dalam birokrasi digital. Hal ini dikarenakan masih saja tampak di beberapa daerah masyarakat yang lebih memilih menggunakan cara konvensional dalam kegiatannya yang berkaitan dengan birokrasi. Padahal pemerintah sedang gencar-gencarnya menginisiasi dan meluncurkan birokrasi digital. Pembahasan dalam artikel ini mencoba melihat bagaimana kondisi kesiapan masyarakat untuk berpartisipasi dalam birokrasi digital, dengan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan data sekunder. Dari beberapa faktor yang ada, yang cukup mempengaruhi ketidaksiapan masyarakat untuk berpartisipasi dalam birokrasi digital diantaranya yakni faktor budaya adopsi teknologi yang tidak merata, kualitas SDM yang masih rendah, dan adanya ketimpangan infrastruktur. Untuk menekan semua faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam birokrasi digital, penting kiranya untuk memastikan kualitas pendidikan, memperkuat e-literacy, melakukan sosialisasi secara intensif, serta mengusahakan pendistribusian infrastruktur teknologi.

Bureaucracy is an important element for a country. The essence of bureaucracy performance is related to fulfilling the desires of the citizen. Digital bureaucracy opens opportunities to improve bureaucratic performance and opens the widest possible opportunity for people to participate. Therefore, citizen participation is needed here. But in fact, the citizen is not truly prepared to participate in the digital bureaucracy because some citizens still use the conventional methods in their activities related to the bureaucracy. Even though the government is intensively initiating a digital bureaucracy, this article discusses how citizens' condition is to participate in the digital bureaucracy using qualitative-descriptive methods and secondary data. Of the several existing factors, the cultural factors of uneven technology adoption, low quality of human resources, and the existence of infrastructure inequality are the factors that influence citizen unpreparedness to participate in the digital bureaucracy. To suppress it all, it is important to ensure the quality of education, strengthen e-literacy, conduct intensive socialization, and seek technology infrastructure distribution.


Keywords


Digital Bureaucracy; Participation; Citizen Readiness

Full Text:

PDF

References


Adian, Y. A., & Budiarto, W. (2020). Literature Review: The Implementation of E-Health at Primary Healthcare Centers in Surabaya City. JAKI (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia), 8(1), 40-55.

Aminah, S. dan Roikan. (2019). Pengantar Metode Penelitian Kualitatif Ilmu Politik. Jakarta: Prenada Media Group.

Antara, dkk. (2019). Peringkat Pendidikan Indonesia: Betah di Bawah Papan. Diakses dari https://republika.co.id/berita/q213qi409/peringkat-pendidikan-indonesia-betah-di-papan-bawah, tanggal 11 Mei 2020, pukul 21.45 WIB.

Arafah, Y., & Winarso, H. (2020, Februari). Peningkatan dan Penguatan Partisipasi Mayarakat dalam Konteks Smart City. Tata Loka, 22(1), 27-40.

CNBC Indonesia (2018). Kuartal II – 2018, Impor Smartphone RI Tertinggi Sepanjang Masa. Diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/tech/20180907104959-37-32173/kuartal-ii-2018-impor-smartphone-ri-tertinggi-sepanjang-masa, tanggal 13 Mei 2020, pukul 14.05 WIB.

CNBC Indonesia (2019). BPS: Usia Harapan Hidup RI Capai 71,2 Tahun. Diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20190827153154-4-95076/bps-usia-harapan-hidup-ri-capai-712-tahun, tanggal 11 Mei 2020, pukul 22.00 WIB.

CNN Indonesia (2019). 4 Area di Papua Masih Belum Bisa Akses Internet. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190910195136-192-429245/4-area-di-papua-masih-belum-bisa-akses-internet, tanggal 13 Mei 2020, pukul 13.00 WIB.

CNN Indonesia (2019). Kecepatan Internet Indonesia Ke-2 Terbawah Dari 45 Negara. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190201152441-185-365734/kecepatan-internet-indonesia-ke-2-terbawah-dari-45-negara, tanggal 13 Mei 2020, pukul 13.25 WIB.

CNN Indonesia (2019). Sri Mulyani Sebut Akses Teknologi Digital Belum Merata. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190923152932-532-433034/sri-mulyani-sebut-akses-teknologi-digital-belum-merata, tanggal 13 Mei 2020, pukul 13.00 WIB.

Detikinet (2019). Kominfo: 24.000 Desa Belum Tersentuh Layanan Internet. Diakses dari https://inet.detik.com/telecommunication/d-4505284/kominfo-24000-desa-belum-tersentuh-layanan-internet, tanggal 13 Mei 2020, pukul 13.00 WIB.

Ernawan, E. (1998). Peranan Birokrasi Terhadap Peningkatan Efektivitas Pengambilan Keputusan di Perusahaan Besar [Skripsi, Universitas Indonesia].

Fauzie, Yuli Yanna (2018). Bank Dunia: Kualitas Pendidikan Indonesia Masih Rendah. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180607113429-284-304214/bank-dunia-kualitas-pendidikan-indonesia-masih-rendah, tanggal 11 Mei 2020, pukul 21.45 WIB.

Fauzie, Yuli Yanna (2019). Percuma Ekonomi Tumbuh Kalau Kemakmuran Semu. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190723142610-532-414710/percuma-ekonomi-tumbuh-kalau-kemakmuran-semu, tanggal 13 Mei 2020, pukul 13.40 WIB.

Gustomy, R., Damayanti, R., & Bachtiar, R. (2020). The Use of ICT For Poverty Alleviation In Gubugklakah Village, Malang Regency. Jejaring Administrasi Publik, 12(1), 77-88.

Haryanto, Agus Tri (2019). Pengguna Internet Indonesia Didominasi Milenial. Diakses dari https://inet.detik.com/telecommunication/d-4551389/pengguna-internet-indonesia-didominasi-milenial, tanggal 11 Mei 2020, pukul 20.38 WIB.

Haryanto, Agus Tri (2019). Smartphone Jadi Pintu Masuk Orang Indonesia Ke Internet. Diakses dari https://inet.detik.com/telecommunication/d-4552912/smartphone-jadi-pintu-masuk-orang-indonesia-ke-internet, tanggal 11 Mei 2020, pukul 22.10 WIB.

Haryanto, Agus Tri (2020). Riset: Ada 175,2 Juta Pengguna Internet di Indonesia. Diakses dari https://inet.detik.com/cyberlife/d-4907674/riset-ada-1752-juta-pengguna-internet-di-indonesia, tanggal 11 Mei 2020, pukul 20.00 WIB.

Heeks, Richard. (2006). Implementing and Managing E-Government. London: SAGE Publications Ltd.

Indrayani, E. (2020). E-Government: Konsep, Implementasi, dan Perkembangannya di Indonesia. Solok: Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Balai Insan Cendekia.

Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government.

Jakaria, Yaya (2019). Pemetaan Kemampuan Teknologi Informasi di Pendidikan Dasar dan Menengah di Indonesia. Diakses dari https://jendela.kemdikbud.go.id/v2/kajian/detail/pemetaan-kemampuan-teknologi-informasi-di-pendidikan-dasar-dan-menengah-di-indonesia, tanggal 11 Mei 2020, pukul 22.00 WIB.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (2019). Bangun Infrastruktur TIK, Pemerintah Buat Lompatan Kebijakan. Diakses dari https://www.kominfo.go.id/content/detail/21553/bangun-infrastruktur-tik-pemerintah-buat-lompatan-kebijakan/0/berita_satker, tanggal 13 Mei 2020, pukul 13.00 WIB.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (2019). Penggunaan Internet di Indonesia. Diakses dari https://aptika.kominfo.go.id/2019/08/penggunaan-internet-di-indonesia/, tanggal 11 Mei 2020, pukul 20.45 WIB.

Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (2020). E-Government: Inovasi dalam Strategi Komunikasi. Diakses dari https://setneg.go.id/baca/index/e_government_inovasi_dalam_strategi_komunikasi, tanggal 4 April 2020, pukul 15.17 WIB.

Kennett, Patricia. (2004). A Handbook of Comparative Social Policy. Cheltenham: Edward Elgar Publishing.

Kominfo. (2012, Juni 13). Pekalongan Raih Penghargaan E-Government. Retrieved November 23, 2020, from Kementerian Komunikasi dan Informatika: https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/2105/Pekalongan+Raih+Penghargaan+E-Government/0/sorotan_media.

Kumar V, Mukerji B, Butt I and Persaud A. (2007). “Factors for Successful E-Government Adoption: A Conceptual Framework”. The Electronic Journal of E-Government, 5(1).

Kumparan (2020). Berapa Lama Orang Indonesia Pakai Internet Setiap Hari?. Diakses dari https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/kumparantech/berapa-lama-orang-indonesia-pakai-internet-setiap-hari-1sm18OYziOQ, tanggal 11 Mei 2020, pukul 20.30 WIB.

Kuswandoro, Wawan (2015). Inovasi Pelayanan Publik: Citizen Charter (Contoh Pelayanan Publik Berintegritas). Diakses dari http://wkwk.lecture.ub.ac.id/tag/paradigma-pelayanan-publik/, tanggal 6 April 2020, pukul 01.10 WIB.

Liputan 6.com (2019). Sri Mulyani: Daya Saing Indonesia Turun Karena Kualitas SDM Rendah. Diakses dari https://m.liputan6.com/bisnis/read/4084011/sri-mulyani-daya-saing-indonesia-turun-karena-kualitas-sdm-rendah, tanggal 11 Mei 2020, pukul 21.03 WIB.

Laoly, Yasonna H. (2019). Birokrasi Digital. Tangerang Selatan: Pustaka Alvabet.

Muflihah dan Susanto. (2017). Faktor yang Mempengaruhi Warga dan Pemerintah Dalam Adopsi E-Government: Sebuah Ulasan Sistematis. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), 4(4), hlm. 304-310.

Nawangwulan, H. S. (2017, Juni 9). Partisipasi Masyarakat Provinsi Jawa Tengah dalam Penggunaan E-Filing. Journal of Politic and Government Studies, 6(3), 1-13.

Nento, F., Nugroho, L. E., & Selo. (2017). Pengukuran E-Readiness Provinsi Gorontalo dalam Penerapan Smart Government. Prosiding Seminar Nasional GEOTIK 2017 (pp. 176-187). Universitas Gadjah Mada.

Nijkamp, Peter dan Barry Ubbels. 1999. Infrastructure, Suprastructure, and Ecostructure: A Portfolio of Sustainable Growth Potentials. Amsterdam: Vrije Universiteit

Noviana, Rina, Sulandari, dan Lituhayu. (2015). Manajemen E-Government Berbasis Web Model Government to Citizen (G2C) Pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Semarang: Universitas Diponegoro.

Nurmandi, A., Khozin, M., & Salahudin. (2018). Pelayanan Sektor Publik. Yogyakarta: UMY Press.

Ombudsman Republik Indonesia (2019). Dua Kabupaten Masuk Zona Merah Pelayanan Publik. Diakses dari https://ombudsman.go.id/perwakilan/news/r/pwk--dua-kabupaten-masuk-zona-merah-pelayanan-publik, tanggal 29 Maret 2020, pukul 20.38 WIB.

Pemerintah Kota Probolinggo (2018). Gerakan Kota Probolinggo Menuju 100 Smart City. Diakses dari https://portal.probolinggokota.go.id/index.php/k2/k2-category/item/459-gerakan-kota-probolinggo-menuju-100-smart-city, tanggal 29 Maret 2020, pukul 20.38 WIB.

Pertiwi, Wahyunanda Kusuma (2018). Masyarakat Kelas Menengah Ke Bawah Dominasi Internet di Indonesia. Diakses dari https://amp.kompas.com/tekno/read/2018/02/22/07520057/masyarakat-kelas-menengah-ke-bawah-dominasi-internet-di-indonesia, tanggal 13 Mei 2020, pukul 14.05 WIB.

Putra, R.M.D. (2018). Inovasi Pelayanan Publik di Era Disrupsi (Studi Tentang Keberlanjutan Inovasi E-Health di Kota Surabaya [Skripsi, Universitas Airlangga]. Diakses dari http://repository.unair.ac.id/id/eprint/74654.

Rahman, F., & Tarigan, J. S. (2020). Inovasi Pemerintahan: Menuju Tata Kelola Pemerintahan Daerah Ideal. Malang: Intrans Publishing.

Rakhmayanti, Intan (2019). Kiprah Lima Startup Unicorn Asal Indonesia yang Mendunia. Diakses dari https://sumsel.sindonews.com/berita/1442/1/kiprah-lima-startup-unicorn-asal-indonesia-yang-mendunia, tanggal 13 Mei 2020, pukul 13.40 WIB.

Republika (2019). Partisipasi Pendidikan Naik Tapi Jutaan Anak Indonesia Masih Putus Sekolah. Diakses dari https://republika.co.id/amp/pv3vz1#aoh=15892117690756&amp_ct=1589211788253&csi=1&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s, tanggal 11 Mei 2020, pukul 21.23 WIB.

Restyandito dan Erick Kurniawan. (2017). Pemanfaatan Teknologi Oleh Orang Lanjut Usia di Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional XII “Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi 2017” Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta, hlm. 49-53.

Rogers, Everett M. (2003). Diffusion of Innovations (Fifth Edition). New York: Free Press.

Rozikin, M., Hesty, W., & Sulikah. (2020, April). Kolaborasi dan E-Literacy: Kunci Keberhasilan Inovasi E-Government Pemerintah Daerah. Jurnal Borneo Administrator, 16(1), 61-80.

Sendari, Anugerah Ayu (2019). Mengenal Jenis Penelitian Deskriptif Kualitatif pada Sebuah Tulisan Ilmiah. Diakses dari https://m.liputan6.com/hot/read/4032771/mengenal-jenis-penelitian-deskriptif-kualitatif-pada-sebuah-tulisan-ilmiah, tanggal 4 Mei 2020, pukul 23.39 WIB.

Setiyono, Budi. (2016). Birokrasi dalam Perspektif Politik dan Administrasi Edisi Ketiga. Bandung: Nuansa Cendekia.

Silalahi, Ulber. (2012). Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Sindonews (2019). Suku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak Modernisasi, Siapa Saja Mereka. Diakses dari https://nasional.sindonews.com/berita/1381168/15/suku-suku-pedalaman-indonesia-yang-menolak-modernisasi-siapa-saja-mereka, tanggal 13 Mei 2020, pukul 15.07 WIB.

Sindonews (2020). Pendapatan Rata-rata Orang Indonesia Tahun 2019 Meningkat Jadi Rp.59,1 Juta. Diakses dari https://ekbis.sindonews.com/berita/1518037/33/pendapatan-rata-rata-orang-indonesia-tahun-2019-meningkat-jadi-rp591-juta, tanggal 13 Mei 2020, pukul 13.40 WIB.

Sugiarto, Eddy Cahyono (2019). Ekonomi Digital: The New Face of Indonesia’s Economy. Diakses dari https://setneg.go.id/baca/index/ekonomi_digital_the_new_face_of_indonesias_economy, tanggal 13 Mei 2020, pukul 13.40 WIB.

Supriyadi, Eka (2018). Daftar 6 Negara Pengguna Ponsel Terbanyak di Dunia, Ada Indonesia!. Diakses dari https://www.idntimes.com/tech/gadget/eka-supriyadi/daftar-6-negara-pengguna-ponsel-terbanyak-di-dunia-ada-indonesia-c1c2/1, tanggal 13 Mei 2020, pukul 14.05 WIB.

Susanto, Anton. (2011). Analisis Citizen E-Rediness Dalam Pengembangan Desa Berbasis Teknologi Informasi. Jurnal Masyarakat Telematika dan Informasi, hlm. 61-74.

Tempo (2019). Impor Ponsel Legal Meningkat, Tembus 9,7 Juta Unit. Diakses dari https://tekno.tempo.co/read/1242786/impor-ponsel-legal-meningkat-tembus-97-juta-unit, tanggal 13 Mei 2020, pukul 14.05 WIB.

Thoha, Miftah. (2003). Birokrasi dan Politik di Indonesia. Jakarta: Rajawali Press.

Tyas, D. L., Budiyanto, A. D., & Santoso, A. J. (2016, Maret 18-19). Pengukuran Kesenjangan Digital Masyarakat di Kota Pekalongan. Seminar Nasional Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (SENTIKA), 590-598.

United Nations. (2020). UN E-Government Knowledge Base. Retrieved November 24, 2020, from Public Administration UN: https://publicadministration.un.org/egovkb/en-us/Data/Country-Information/id/78-Indonesia.

Weber, Max. (1947). The Theory of Social and Economic Organization. Diterjemahkan oleh A.M. Henderson dan Talcott Persons. New York: Oxford University Press.

Yusriadi. (2018). Reformasi Birokrasi dalam Pelayanan Publik. Sleman: Deepublish.

Yusuf, R. M., & Jumhur, H. M. (2018). Penerapan E-Government dalam Membangun Smart City pada Kota Bandung Tahun 2018. e-Proceeding of Management, 5(3), 3126-3130.




DOI: https://doi.org/10.24815/gaspol.v1i2.18585

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

The Journal of Governance and Social Policy
Published by Universitas Syiah Kuala is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Based on work at https://jurnal.usk.ac.id/GASPOL