ASPEK ETIKA DAN LEGAL EUTHANASIA
Abstract
Abstrak. Isu-isu tentang akhir kehidupan (end of life) selalu menarik untuk dibicarakan. Penentuan akhir kehidupan ini sering menjadi dilema bagi para dokter karena apabila dokter tidak memahami tentang pengambilan keputusan akhir hidup pasien ia akan menghadapi konsekuensi bioetika dan medikolegal. Terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan isu akhir kehidupan yaitu euthanasia, withholding and withdrawal life support, physician assisted suicide, dan palliative care. Dengan berkembangnya ilmu kedokteran dan teknologi, definisi kematian menjadi sulit ditentukan karena dengan bantuan alat canggih kedokteran kehidupan ‘dapat diperpanjang’. Dari kenyataan inilah maka timbul pertanyaan serius: “Sampai kapan dokter harus mempertahankan kehidupan?. Apakah semua jenis pengobatan dan perawatan yang dapat memperpanjang hidup manusia itu harus selalu diberikan?”.Dari permasalahan ini dapat didiskusikan tentang euthanasia ditinjau dari sudut bioetika dan medikolegal.
Kata kunci: euthanasia, aspek bioetika, aspek medikolegal
Abstract .The issues of end of life are always interesting to discussed. This final determination of life is often a dilemma for doctors because if the doctor does not understand the final decision of the patient's life he will face the consequences of bioethics and medicolegal. There are several terms related to the issues of end of life that is euthanasia, withholding and withdrawal life support, physician assisted suicide, and palliative care. With the development of medical science and technology, the definition of death becomes difficult to determine because with the help of advanced medical devices 'life can be extended'. It is from this fact that a serious question arises: "How long should doctors maintain life? Are all types of cure and care that can extend the life of a human should always be given? "From this issues can be discussed about euthanasia in terms of bioethics and medicolegal.
Keywords: euthanasia, bioethics aspect, medicolegal aspect
Keywords
References
Kepustakaan
Pozgar G.D. End of Life Dilemmas. In Legal and Ethical Issues for Health professionals. Jones and Bartlett Publishers. Sudbury Massachusetts. 2005: 89-116.
McLimunn C. Withholding and withdrawing medical treatment from a patient: is the best action on omission?. J NI Ethics Forum 2006, 3:113-22.
Hanafiah MJ., Amir A. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Jakarta: EGC; 2009: 203-5.
Amir A. Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal. Medan: Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 2007; 45-71.
Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-Qur’ an Surah al-Mulk Ayat 2 Juz 29 dan Terjemahannya. Semarang: Toha Putera. 1989: 562.
Hanafiah J. Euthanasia. Dalam Etika Kedokteran dan Ajaran Islam. Penerbit Pustaka Bangsa Press. 2008; 160-66.
Brock DW. Life Sustaining Treatment and Euthanasia, dalam Stephen G. Post, Encyclopedia of Bioethics, Macmillan, New York, 2004, hlm. 1410 -20.
Kusmaryanto JB. Ethical problem at the end of life. Center for Bioethics and Medical Humanities. Kursus Bioetika, Yogyakarta 16 – 20 April 2012.
Samil R.S. Euthanasia. Dalam Etika Kedokteran Indonesia. Edisi 2. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta, 2001:92-9.
Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia. Kode Etik Kedokteran Indonesia dan Pedoman Pelaksanaan Kode Etik Kedokteran Indonesia. Jakarta: IDI. 2004; 1-83
Beauchamp TL and Childress JF. Principles of biomedical ethics (4th ed). New York: Oxford University Press.1994.
Aboudreau J.D. and Somerville M.A. Euthanasia is not Medical Treatment: British Medical Buletin. 2013; 1-22.
O’Rourke K. A Primer for Health Care Ethics. Essays for pluralistic society. Washington DC: Georgetown University Press; 2000.
American Medical Association. Council on Ethical and Judicial Affairs.. Code of Medical Ethics: Current opinions with annotations. 1994.
Rampen T.A.A.H. Dikotomi Euthanasia: Aktif dan Pasif. Pertemuan Nasional jaringan Bioetika dan Humaniora Kesehatan Indonesia. Surabaya, 2006: 199-213.
Chrisdiono MA. Dinamika Etika dan Hukum Kedokteran Dalam Tantangan Zaman. Jakarta: EGC. 2006; 186-93.
DOI: 10.24815/jks.v18i3.18022
Refbacks
- There are currently no refbacks.