Perbedaan status gizi balita berdasarkan karakteristik keluarga di Aceh Besar
Abstract
Abstrak. Kabupaten Aceh mempunyai potret buram berdasarkan situasi status gizi. Balita mengalami malnutirisi seperti wasting (22,5%), stunting (25,0%) dan underweight (26,6%) sehingga berdampak terhadap masalah kesehatan. Malnutrisi terjadi merupakan akibat dari karaktristik keluarga seperti sosial ekonomi dan pendidikan orang tua. Tujuan penelitian untuk mengukur perbedaan status gizi balita berdasarkan karakteristik keluarga di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian berdesain potong-lintang, dilakukan di Aceh Besar dengan sampel rumah tangga yang mempunyai balita. Penelitian menggunakan data sekunder yaitu data PSG Aceh tahun 2015, diperoleh melalui studi dokumentasi/observasi dan diolah mulai tahapan editing, coding, transfering sampai tabulating. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian, tidak terdapat perbedaan status gizi balita (BB/TB) berdasarkan pendidikan dan pekerjaan orang tua (p-value > 0,05). Status gizi menurut indeks TB/U menunjukan perbedaan signifikan berdasarkan pendidikan dan pekerjaan orang tua (p-value < 0,05). Begitu juga dengan status gizi menurut indeks BB/U juga menunjukan perbedaan berdasarkan pendidikan dan pekerjaan. Kesimpulan, tidak terdapat perbedaan status gizi balita menurut indeks BB/TB dan indeks TB/U, begitu juga dengan status gizi indeks BB/U juga menunjukan perbedaan bermakna secara proporsi. Saran, perlu upaya untuk mengurangi kendala sosial ekonomi dianggap paling penting dan menjadi suatu program yang harus diprioritaskan.
Kata kunci: Balita, karakteristik orang tua, status gizi
Abstract. Aceh District has blurred portraits based on nutritional status situations. Toddlers have malnutrition such as wasting (22,5%), stunting (25,0%) and underweight (26,6%) so that impact to a health problem. Malnutrition occurs as a result of family characteristics such as socioeconomic and parental education. The objective of the study was to measure the difference of nutritional status of children under five based on family characteristics in Aceh Besar District. Cross-sectional design study, was conducted in Aceh Besar with a sample of households with toddlers. The study used secondary data that is PSG Aceh data in 2015, obtained through documentation/observation study and processed from editing, coding, transferring to tabulating. Univariate and bivariate data analysis using the Chi-Square test. The result of research, there is no difference of nutritional status of a toddler (WFH) based on education and work of parent (p-value> 0,05). Nutritional status according to HFA index shows significant difference based on education and parent work (p-value <0,05). Similarly, nutritional status according to the index WFA also shows differences based on education and employment. In conclusion, there was no difference in nutritional status of under-five children according to WFH index and HFA index, as well as nutritional status of index WFA also showed significant differences in proportion. Suggestions, it is necessary to reduce the socio-economic constraints are considered the most important and become a program that should be prioritized
Keywords: Toddlers, characteristics of parents, nutritional status
Keywords
References
Health OMD-G. Ensure Healthy Lives and Promote Wellbeing for All at All Ages. Oslo: Oslo Ministerial Declaration-Global Health; 2015. p. 1-10.
Bappenas. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. 1, editor. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional;2014.
Balitbangkes. Laporan Riset Kesehatan Dasar 2010. Pertama ed. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI;2010.
Tambipi S. Enam Provinsi Sulit Keluar dari Permasalahan Kemiskinan dan Prevalensi Gizi Kurang2014 28 February 2015:2-3 pp.
Balitbangkes. Laporan Riset Kesehatan Dasar 2013 Provinsi Aceh. Pertama ed. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI;2013.
Syafrida E, Lindawati, Alfridsyah, AL-Rahmad AH, Yusniwati. Laporan Manajemen Data Survei Pemantauan Status Gizi Provinsi Aceh Tahun 2015. Banda Aceh: Dinas Kesehatan Aceh dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes RI Aceh; 2015 16 Desember 2015.
Amosu AM, Degun AM, Atulomah NOS, Olanrewju MF. A Study of the Nutritional Status of Under-5 Children of Low-Income Earners in a South-Western Nigerian Community. Current Research Journal of Biological Sciences.2011;3 (6)(6):578-585.
Nadiyah, Briawan D, Martianto D. Faktor Risiko Stunting Pada Anak Usia 0 — 23 Bulan Di Provinsi Bali, Jawa Barat, Dan Nusa Tenggara Timur. Jurnal Gizi dan Pangan. 2014;9(2):125-132.
AL-Rahmad AH, Miko A, Hadi A. Kajian Stunting Pada Anak Balita Ditinjau Dari Pemberian ASI Eksklusif , MP-ASI, Status Imunisasi Dan Karakteristik Keluarga Di Kota Banda Aceh. Jurnal Kesehatan Ilmiah Nasuwakes Poltekkes Aceh. 2013;6(2):169-184.
Kemenkes. Pedoman Tekhnis Pemantauan Status Gizi. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Gizi Dan KIA Direktorat Bina Gizi. Kementerian Kesehatan RI; 2015.
WHO. Interpretation Guide Nutrition Landscape Information System (NLIS) Country Profile Indicators. Geneva: World Health Organization; 2010.
Putri DSK, Wahyono TYM. Faktor Langsung dan Tidak Langsung yang Berhubungan dengan Kejadian Wasting pada Anak Umur 6 – 59 Bulan di Indonesia Tahun 2010. Media Litbangkes. 2013;23(3):110-121.
Rayhan MI, Khan MSH. Factors Causing Malnutrition Among Under Five Children in Bangladesh. Pak J Nutr. 2006;5(6):558-562.
Nasikhah R, Margawati A. Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24 – 36 Bulan Di Kecamatan Semarang Timur. Semarang: Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran. Universitas Diponegoro; 2012.
Aries M, Hardinsyah, Tuhiman H. Determinants of Underweight and Stunting on Children Aged 0 – 36 month Based on Conditional Cash Tranfer Family Program (CCTFP) data 2007. Jurnal Gizi dan Pangan. 2012;7(1):19-16.
Garcia S, Sarmiento OL, Forde I, Velasco T. Socio-economic inequalities in malnutrition among children and adolescents in Colombia: the role of individual-, household- and community-level characteristics. Public Health Nutrition. 2013;16(9):1703-1718.
Mulvany C. Deficits, DSH, and consumer behavior observations from the January CBO report. Healthcare Financial Management: Journal Of The Healthcare Financial Management Association. 2015;69(4):34-36.
Tarigan IU. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak Umur 6-36 Bulan Sebelum dan Saat Krisis Ekonomi di Jawa Tengah. Buletin Penelitian Kesehatan. 2003;31(1):1-12.
Hardinsyah. Faktor Determinan Keragaman Konsumsi Pangan. Jurnal Gizi dan Pangan. 2007;2 (2):55-74.
DepkesRI. Analisis Situasi Gizi & Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Direktorat Gizi Masyarakat. Departemen Kesehatan RI; 2004.
Ulfani DH, Martianto D, Baliwati YF. Faktor-faktor sosial ekonomi dan kesehatan masyarakat kaitannya dengan masalah gizi underweight, stunted, dan wasted di Indonesia: pendekatan ekologi gizi. Jurnal Gizi dan Pangan. 2011;6(1):59-65.
Chandran V. Nutritional Status of Preschool Children: a Socio-economic Study of Rural Areas of Kasaragod District in Kerala. Journal of Shodhganga. 2009;X(December 2009):163-163.
Semba RD, de Pee S, Sun K, Sari M, Akhter N, Bloem MW. Effect of parental formal education on risk of child stunting in Indonesia and Bangladesh: a cross-sectional study. Lancet (London, England). 2008;371(9609):322-328.
AL Rahmad AH, Miko A. Peningkatan Pengetahuan Calon Pengantin Melalui Konseling ASI Eksklusif di Aceh Besar. Buletin Penelitian Kesehatan. 2017;45(4):249-256.
Pratiwi RH, Suyatno S, Aruben R. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Berat-Kurang (Underweight) pada Balita di Perkotaan dan Perdesaan Indonesia berdasarkan Data Riskesdas Tahun 2013. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal). 2015(Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)):127-137.
Ramli N. Pengaruh Pendampingan Oleh Masyarakat Terhadap Penerapan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Di Kabupaten Aceh Besar. AcTion: Aceh Nutrition Journal. 2017;2(2):137-148.
Labada A, Ismanto AY, Kundre R. Hubungan Karakteristik Ibu dengan Status Gizi Balita yang Berkunjung di Puskesmas Bahu Manado. JURNAL KEPERAWATAN. 2016;4(1).
Irawan PB, editor.Peranan Pembangunan Manusia dalam Mendukung Pemantapan Ketahanan Pangan. Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi; 2004 17-19 Mei; Jakarta: LIPI.
Fatimah S, Nurhidayah I, Rakhmawati W. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap status gizi pada balita di kecamatan ciawi kabupaten tasikmalaya. Majalah Keperawatan Unpad. 2012;10(18).
Al-Rahmad AH. Penggunaan Garam Beryodium dan Asupan Protein terhadap Pencapaian Prestasi Murid SDN 5 Kota Banda Aceh. AcTion: Aceh Nutrition Journal. 2016;1(1):52-58.
DOI: 10.24815/jks.v19i3.18117
Refbacks
- There are currently no refbacks.