Praktik Tim dan Kerjasama Tim Antar Profesional Pemberi Asuhan dalam Implementasi Interprofessional Collaboration di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh
Abstract
Pendahuluan: Praktik Interprofessional Collaboration (IPC) merupakan bentuk kerjasama antar tenaga kesehatan yang dilakukan secara kolaboratif untuk memastikan asuhan pasien berjalan secara optimal dan berkesinambungan. Profesional Pemberi Asuhan (PPA) dengan profesi dan keilmuan yang berbeda dituntut untuk bisa berkontribusi secara individu maupun dalam tim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran praktik tim dan kerjasama tim antar PPA dalam implementasi Interprofessional Collaboration di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi menggunakan metode in-depth interview dan Focus Group Discussion (FGD). Data direkam, ditranskripsi kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Informan penelitian ini sebanyak 12 orang PPA yang terdiri dari Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), perawat, apoteker, dan dietisien. Penelitian dilakukan di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh selama bulan Juni-Juli tahun 2020.
Hasil: Hasil penelitian menggambarkan bahwa tim dan kerjasama tim secara interprofessional di RSUD Meuraxa belum efektif. Kegiatan visite bersama yang melibatkan keempat profesi belum pernah dilakukan. Profesi apoteker dan dietisien yang dibutuhkan dalam melakukan kolaborasi tidak cukup dari segi kuantitas. Perawat sesuai kompetensi klinis dalam melaksanakan kolaborasi belum sesuai. PPA belum memahami konsep IPC dengan baik sehingga dominansi kerjasama tim dilakukan oleh profesi dokter-perawat.
Diskusi: Rumah Sakit harus melakukan tela’ah staf untuk menyediakan dan mendistribusikan PPA yang cukup secara kuantitas maupun kualitas sesuai kebutuhan kolaborasi. Sosialisasi tentang regulasi dan pelaksanaan Interprofessional Collaboration perlu dilakukan secara berkala agar PPA memahami konsep IPC dengan baik.Keywords
References
Abdulkadir, W. S. (2017). Model Kolaborasi Dokter, Apoteker dan Direktur Terhadap Peningkatan Efektivitas Teamwork di Rumah Sakit. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 6(3), 210-219.
Canadian Interprofessional Health Collaborative. (2010). A National Interprofessional Competency Framework. Vancouver, BC, Canada: Canadian Interprofessional Health Collaborative.
Canadian Interprofessional Health Collaborative. (2012). An Inventory of Quantitative Tools Measuring Interprofessional Education and Collaborative Practice Outcomes. Canada: Canadian Interprofessional Collaboration Health Collaborative.
Handayany, G. N., & Farida. (2019). Peran Apoteker Dalam Pharmaceutical Care; Konseling Terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien TBC Rawat Inap Bagian Infection Center RSU dr. Wahidin Sudirohusodo. Majalah Farmasetika, 4(1), 39-45.
Interprofessional Education Collaborative Expert Panel. (2011). Core competencies for interprofessional collaborative practice : Report of an expert panel. Washington, D.C: Interprofessional Education Collaborative.
Istirochah, & Santoso, A. (2017). Gambaran Pelaksanaan Praktik Keperawatan Profesional Perawat Klinik III Berdasarkan Kewenangan Klinis di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Kariadi Semarang. Jurnal Program Studi Ilmu Keperawatan, 1-8.
Kementerian Kesehatan RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan No.40 Tahun 2017 tentang Pengembangan Jenjang Karir Perawat Klinis. Indonesia.
Komisi Akreditasi Rumah Sakit. (2017). Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (I ed.). (P. H. Garna, Ed.) Jakarta Selatan, Indonesia: Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
Komite Akreditasi Rumah Sakit. (2015). Panduan Pelaksanaan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) dan Case Manager (1 ed.). (Sutoto, Ed.) Jakarta, Indonesia: Komite Akreditasi Rumah Sakit.
Kusharwanti, W., Dewi, S. C., & Setiawati, M. K. (2014). Pengoptimalan Peran Apoteker dalam Pemantauan dan Evaluasi Insiden Keselamatan Pasien. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 3(3), 67-76.
Rokhmah, N. A., & Anggorowati. (2017). Komunikasi Efektif dalam Praktek Kolaborasi Interprofesi Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pelayanan. Journal of Health Studies, 1(1), 65-71.
Setiadi, A., Wibowo, Y., Herawati, F., Irawati, S., Setiawan, E., Presley, B., et al. (2017). Factors Contributing to Interprofessional Collaboration in Indonesian Health Centres: A Focus Group Study. Journal of Interprofessional Education & Practice, 8, 69-74.
Utami, L., Hapsari, S., & Widyandana. (2016). Hubungan Antara Sikap dan Perilaku Kolaborasi dan Praktik Kolaborasi Interprofesional di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 1(2), 7-14.
Warashati, D., Novieastari, E., & Afriani, T. (2020). Optimalisasai Peran dan Fungsi Kepala Ruang dalam Pelaksanaan Sosialisasi Regulasi dan Standar Prosedur Operasional Keselamatan Pasien. Jurnal Keperawatan Komprehensif, 6(2), 85-94.
World Health Organization. (2010). Framework for Action on Interproffessional Education and Collaborative Practice. Geneva 27, Switzerland: World Health Organization Press/Health Professions Networks/ Nursing & Midwifery/ Human Resources for Health.
Zwarenstein, M. d. (2000). Interventions to Promote Collaboration between Nurses and Doctors. Cochrane Database Systematic Reviews.
DOI: 10.24815/jks.v21i3.20714
Refbacks
- There are currently no refbacks.