Perbandingan Stabilitas Emosi dan Religiusitas Siswa-Siswi SMP Pondok Pesantren dengan Siswa-Siswi SMP Umum di Kota Banda Aceh
Abstract
Stabilitas emosi adalah kemampuan seseorang dalam mengelola dan mengontrol emosinya dengan tidak menunjukkan reaksi emosi yang berlebihan ketika dihadapkan dengan suatu permasalahan. Salah satu faktor yang berperan dalam mempengaruhi stabilitas emosi seseorang adalah lingkungan sekolah, dikarenakan siswa lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah. Lingkungan sekolah dapat berupa lingkungan sekolah pondok pesantren yang lebih menekankan kepada penanaman nilai-nilai religiusitas dan lingkungan sekolah umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan stabilitas emosi dan religiusitas siswasiswi SMP pondok pesantren dengan siswa-siswi SMP umum. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 100 responden menggunakan teknik simple random sampling. Hasil analisis penelitian dengan uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara stabilitas emosi siswa-siswi SMP pondok pesantren dengan siswa-siswi SMP umum (p = 0,871). Hasil analisis perbedaan religiusitas dijumpai perbedaan yang signifikan antara religiusitas siswa-siswi SMP pondok pesantren dengan siswa-siswi SMP umum (p = 0,001).
Keywords
stabilitas emosi, religiusitas, siswa-siswi SMP pondok pesantren, siswa-siswi SMP umum.
References
Kusuma SW. Relationship between
Emotional Stability with School. Psycho
Idea. 2015;13:39–46.
Sofwan I. Kesehatan Jiwa Remaja. Kemas
[Internet]. 2009;5:49–57.
Available.from:.http://journal.unnes.ac.id/i
ndex.php/kemas%0akesehatan
Aminullah MA. Kecemasan antara Siswa
SMP dan Santri Pondok Pesantren. Ilm
Psiokologi Terap. 2013;01:205–15.
DOI: 10.24815/jks.v22i1.21154
Refbacks
- There are currently no refbacks.