Hubungan Kualitas Penggunaan Antibiotik dengan Luaran Klinis Pasien Bakteremia yang Disebabkan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)

Zinatul Hayati, Endah Widyastuti1, Zinatul Hayati, Nurjannah Nurjannah, Mudatsir Mudatsir, Irwan Saputra

Abstract


Abstrak

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akan berisiko pada kegagalan terapi atau resistensi bakteri terutama pada pasien infeksi yang dirawat inap di rumah sakit. Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi kualitas penggunaan antibiotik dan hubungannya terhadap luaran klinis pasien bakteremia yang disebabkan oleh Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Jenis penelitian ini adalah  analitik menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Data diambil dari rekam medik pasien yang dirawat inap di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sejak Januari hingga Desember 2020. Kriteria inklusi yang digunakan adalah pasien dengan hasil kultur darah MRSA. Kualitas penggunaan antibiotik dievaluasi menggunakan metode Gyssens. Luaran klinis diambil dari catatan rekam medis dengan parameter kondisi klinis meninggal atau sembuh. Analisis data untuk karakteristik pasien dan rasionalitas penggunaan antibiotik dilakukan secara deskriptif, sedangkan untuk melihat hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik dengan luaran klinis dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien bakteremia yang disebabkan oleh MRSA di RSUD Dr. Zainoel Abidin berdasarkan jenis kelamin adalah jumlah pasien perempuan (52,6%) hampir sama dengan jumlah laki-laki (47,4%) dan berdasarkan usia ditemukan rata-rata pasien berada pada usia 52 tahun. Penggunaan antibiotik pasien bakteremia yang disebabkan oleh MRSA yang masuk kategori 0 (rasional) sebanyak 35,1% dan irrasional sebanyak 64,29% (kategori I-V). Luaran klinis pasien bakteremia ysng disebabkan oleh MRSA diperoleh angka mortalitas yang cukup tinggi yaitu sebanyak 38,9% pasien meninggal, sementara yang sembuh sebesar 61,1%. Hasil uji chi-square didapatkan p-value 0,024 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas penggunaan antibiotik dengan luaran hasil klinis pasien bakteremia yang disebabkan oleh MRSA. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian antibiotik yang tidak tepat pada pasien bakteremia yang disebabkan oleh MRSA akan menyebabkan kegagalan terapi yang berujung pada kematian.

Kata Kunci: Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), luaran klinis, rasionalitas, Gyssens.

 


References


Daftar Pustaka

Elvira, E., Puspawati, N., & Wibawa, D. A. A. (2017). Identifikasi Staphylococcus aureus dan Uji Sensitivitas terhadap Antibiotik dari Sampel Darah Pasien Sepsis di RSUD Dr. Moewardi. Biomedika, 10(1), 23-29.

Annisa, I. (2019). Perbandingan Daya Hambat Madu Alami dengan Madu Kemasan terhadap Pertumbuhan Bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) secara In Vitro (Doctoral dissertation, Universitas Andalas).

Yoanitha, N., Wirakusumah, F. F., & Sukarsa, M. R. A. (2016). Gambaran Rasionalitas Penggunaan Antibiotik berdasarkan Kriteria Gyssens di Bangsal Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Hasan Sadikin Bandung, 111-6.

Rukmini, R., Siahaan, S., & Sari, I. D. (2019). Analisis Implementasi Kebijakan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 22(2), 106-116.

Guillamet, M. C. V., Vazquez, R., Deaton, B., Shroba, J., Vazquez, L., & Mercier, R. C. (2018). Host-pathogen-treatment triad: host factors matter most in methicillin-resistant Staphylococcus aureus bacteremia outcomes. Antimicrobial agents and chemotherapy, 62(2).

Hayati, Z. Mahdani, W. Putri, R. (2019). Distribusi Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Gram Negatif Penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) dan Carbapenem Resistant Gram Negative di RSUD Dr. Zainoel Abidim.

Syahniar, R., Rayhana, Kharisma, DS., Khatami, M., Duarsa DB. (2020). Methicillim-Resistan Staphylococcus aureus among Clinical Isolates in Indonesia: A Systematic Review. Biomedical & Pharmacology Jounal. 13(4), p. 1871-1878

San Sit, P., Teh, C. S. J., Idris, N, et al. (2017). Prevalence of methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) infection and the molecular characteristics of MRSA bacteraemia over a two-year period in a tertiary teaching hospital in Malaysia. BMC infectious diseases, 17(1), 274.

Khatib, R., Saeed, S., Sharma, M., Riederer, K., Fakih, M. G., & Johnson, L. B. (2006). Impact of initial antibiotic choice and delayed appropriate treatment on the outcome of Staphylococcus aureus bacteremia. European Journal of Clinical Microbiology and Infectious Diseases, 25(3), 181-185.

Hamdy, R. F., Hsu, A. J., Stockmann, C., Olson, J. A., Bryan, M., Hersh, A. L., ... & Gerber, J. S. (2017). Epidemiology of methicillin-resistant Staphylococcus aureus bacteremia in children. Pediatrics, 139(6).

Trisnadewi, I G A. Analysis Of Antibiotic Usage In Patients With Bacteremia In The Icu Unit Of Dr. Soetomo Hospital Surabaya. Folia Medica Indonesiana. 2014;50(4):254-261

Pangestuti T I. Hubungan Antara Kesesuaian Pemberian Antibiotik Berdasarkan Guideline Terhadap Clinical Outcome pada Pasien Dewasa Dengan Infeksi Mrsa (Methicillin Resistant Staphylococcus aureus) di Rawat Inap RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Majalah Farmaseutik. 2020;16(1):50-57

Liana P. Gambaran Kuman Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) di Laboratorium Mikrobiologi Departemen Patologi Klinik Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Periode Januari-Desember 2010. MKS. 2014;46(3):171-174

Humphreys H, Fitzpatick F, Harvey BJ. Gender differences in rates of carriage and bloodstream infection caused by methicillin-resistant staphylococcus aureus: Are they real, do they matter and why? Clin Infect Dis. 2015;61(11):1708–14

Dirga, et al. Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap di Bangsal Penyakit Dalam RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jurnal Kefarmasian Indonesia. 2021;11(1):65-75

Rumende, C. M., Chen, L. K., Karuniawati, A., Bratanata, J., Falasiva, R., Sitorus, T. P., & Susanto, E. C. (2019). Hubungan Antara Ketepatan Pemberian Antibiotik Berdasarkan Alur Gyssens dengan Perbaikan Klinis Pasien pada Pneumonia Komunitas. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 6(2), 71-77.

Rusmini H. Gambaran Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Dengan Menggunakan Metode Gyssens Di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah (Rsud) H. Abdul Moeloek Tahun 2015. J Med Malahayati. 2016;3(2):61–4.

Mao P, Peng P, Liu Z, Xue Z, Yao C. Risk Factors And Clinical Outcomes Of Hospital-Acquired MRSA Infections In Chongqing, China. Infect Drug Resist. 2019;12:3709-3717 https://doi.org/10.2147/IDR.S223536

Infeksi Staphylococcus aureus Resisten Methicillin (MRSA) dan Infeksi MRSA Terkait Masyarakat. Situs Web Pusat Perlindungan Kesehatan. https://www.chp.gov.hk. Accessed Dec. 24, 2020.

Negara K S. Analisis Implementasi Kebijakan Penggunaan Antibiotika Rasional Untuk Mencegah Resistensi Antibiotika di RSUP Sanglah Denpasar: Studi Kasus Infeksi Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus. Jurnal ARSI. 2014;1(1):42-50

Rahayu Y D, et al. Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Terhadap Luaran Pada Pasien Anak Penderita Pneumonia. Jurnal Manajemen da


Full Text: PDF

DOI: 10.24815/jks.v22i1.25400

Refbacks

  • There are currently no refbacks.