Hubungan antara Asupan Zat Gizi dengan Kadar Hemoglobin pada Anak Sekolah Dasar di Cijeruk, Bogor

Agus Riawan

Abstract


Abstrak. Anemia pada anak sekolah masih menjadi masalah yang harus diatasi di Indonesia. Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi anemia pada anak sekolah di Indonesia adalah 26,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan gizi dengan kadar hemoglobin pada anak sekolah dasar di Cijeruk, Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan pada siswa kelas 4-5 dari 16 SD di wilayah pinggiran kecamatan Cijeruk. Total 500 siswa dipilih untuk penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel 2013 dan Program Statistik untuk Ilmu Sosial (SPSS) versi 26 for windows. Hasil univariat menunjukkan bahwa subjek dengan anemia memiliki kadar karbohidrat, protein, lemak, vitamin A, vitamin B12 dan vitamin C yang rendah. Hasil bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan tingkat kecukupan energi (p 0,02), hewan protein (p 0,00), konsumsi pangan sumber protein hewani (p 0,02), asupan protein hewani (p 0,00), tingkat konsumsi zat besi (p 0,04) dan tingkat konsumsi vitamin C (p 0,03). Pemenuhan kebutuhan energi, protein hewani, zat besi dan vitamin C memiliki keterkaitan dengan kadar hemoglobin pada anak sekolah dasar.

 

Kata kunci: Anak usia sekolah, anemia, hemoglobin, pemenuhan gizi

 

Abstract. Anemia among school children still becomes a problem that must be addressed in Indonesia. According to the 2018 Basic Health Research report, the prevalence of anemia in school children in Indonesia was 26.8%. The study aimed to analyze the correlation between nutritional intake with hemoglobin level among primary school children in Cijeruk, Bogor. This study was cross-sectional conducted on students grade 4-5 from 16 primary schools in the suburban area of the Cijeruk district. Total 500 students were selected for this research. Data analysis was carried out using Microsoft Excel 2013 and Statistical Program for Sosial Science (SPSS) version 26 for windows. The univariate results show that subjects with anemia have low levels of carbohydrate, protein, fat, vitamin A, vitamin B12 and vitamin C. Bivariate results show that there is a significant positive correlation between hemoglobin level with energy adequay level (p 0.02), animal protein (p 0.00), consumption of animal protein food sources (p 0.02), intake of animal protein (p 0.00), level of iron consumption (p 0.04) and level of vitamin C consumption (p 0.03). Energy adequacy level, animal protein consumption, iron and vitamin C adequacy level correlated with hemoglobin level in elementary school children.

 

Keywords: Anemia, hemoglobin, nutritional intake, school age children


Keywords


Anemia, hemoglobin, nutritional intake, school age children

References


Yatim F. Talasemia, Leukimia dan Anemia. Jakarta: Pustaka Populer Obor. 2003. p. 32-44

Bakta, I Made. Hematologi Klinik Ringkas. Jakarta: EGC. 2006. p. 9-11

Ristrini. Anemia Akibat Kurang Zat Besi, Masalah dan Program Penanggulangannya. Majalah Medika. 1991. p.37-39

Melisa D, Sutiari K, Wulandari L. 2012. Status anemia gizi besi dan konsumsi zat gizi pada anak usia sekolah di lima panti asuhan di Kota Denpasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(1): 35-42

Gutema B, Adissu W, Asress Y, Gedefaw L. 2014. Anemia and associated factors among school-age

children in Filtu Town, Somali region, Southeast Ethiopia. BMC Hematology, 14:13.

Arisman MB. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta (ID): Buku Kedokteran EGC. 2010.

Jannah F, Endang P, Apoina K. 2006. Efek suplementasi besi-seng dan vitamin C terhadap kadar hemoglobin siswa sekolah dasar yang anemia di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. M Med Indonesia ,41(2): 38-44.

Lubis B, Saragih RAC, Gunadi D, Rosdiana N, Andriani E. 2008. Perbedaan respon hematologi dan perkembangan kognitif pada siswa anemia defisiensi besi usia sekolah dasar yang mendapat terapi besi satu kali dan tiga kali sehari. Sari Pediatri, 10(3):184-189.

[WHO] World Health Organization. 2011. Iron Deficiency Anemia: Assessment, Prevention, And Control. WHO/NHD/Geneva.

Gibson, R. S. Principles of Nutritional Assessment. 2nd Edition. Oxford University Press Inc, New York. 2005.

Myrnawati & Anita. 2016. Pengaruh pengetahuan gizi, status sosial ekonomi, gaya hidup dan pola makan terhadap status gizi anak (studi kausal di Pos Paud Kota Semarang tahun 2015). Jurnal Pendidikan Usia Dini, 10 (2): 213-232.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Kemenkes RI]. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Kemenkes RI . Jakarta (ID).

Almatsier S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama. 2011.

Finledstein D. Vitamin C. Grand Forks: The University of North Dakota Dining Service. 2011. p.

Sihombing M & Riyadina W. 2009. Faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada pekerja di kawasan industri Pulo Gadung Jakarta. Media Peneliti dan Pengembang, 19(3):116-124.

Ahmed F, Khan MR, Karim R, Taj S, Hyderi T, Faruque MO. 1996. Serum retinol andbiochemical measures of iron status in adolescent schoolgirls in urban Bangladesh. Eur J Clin Nutr, 50:346- 351.

Semba RD, Muhilal, West Jr KP, Winget M, Natadisastra G, Scott A. 1992. Impact of vitamin A supplementation on hematological indicators of iron metabolism and protein status in children. Nutr. Res, 12: 469–478

Aggett PJ. Iron. In: Erdman Jr JW, Macdonald IA, Zeisel SH, eds. Present Knowledge in Nutrition. 10th Edition. Ames: John Wiley & Sons. 2012. p.

Ridwan E. 2012. Kajian interaksi zat besi dengan zat gizi mikro lain dalam suplementasi (review of interactions between iron and other micronutrients in supplementation). Penel Gizi Makan, 35 (1): 49- 54.

Jus’at I, Sandjaja, Sudikno, Ernawati F. 2013. Hubungan kekurangan vitamin A dengan anemia pada anak usia sekolah. Gizi Indon, 36 (1): 65-74.

Marissa A. Aritonang E.Y, Lubis Z. 2014. Hubungan pola konsumsi pangan dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester ketiga di wilayah kerja Puskesmas Desa Lalang Kecamatan Medan Sunggal tahun 2013. Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat USU.

Guntur. 2004. Vitamin c sebagai faktor domain untuk kadar hemoglobin pada wanita usia 20-35 tahun. Jurnal Kedokteran Trisakti.


Full Text: PDF

DOI: 10.24815/jks.v23i1.27326

Refbacks

  • There are currently no refbacks.