Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Angka Kejadian Dermatitis Seboroik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2020

Decven Angela Sugiarto

Abstract


Dermatitis seboroik merupakan sebuah penyakit inflamatorik pada kulit yang ditandai oleh morfologi papulo skuamosa pada area yang kaya akan kelenjar sebasea, terutama wajah, kulit kepala, dan lipatan tubuh. Beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan dermatitis seboroik, salah satunya adalah indeks massa tubuh. Penelitian ini menggunakan studi analitik metode potong lintang yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara indeks massa tubuh dengan angka kejadian dermatitis seboroik. Responden penelitian berjumlah 113 responden. Data dermatitis seboroik didapatkan melalui pemeriksaan fisik. Sebanyak 61 responden (54,0%) mengalami dermatitis seboroik. Pada responden yang mengalami dermatitis seboroik, 18 responden (48,6%) obesitas dan mayoritas sebanyak 43 responden (56,6%) tidak obesitas. Data indeks massa tubuh didapatkan melalui penyebaran kuesioner. Didapatkan sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh normal. Hasil penelitian ini didapatkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan kejadian dermatitis seboroik dengan nilai p = 0,427 (p-value>0,05) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020.

Full Text: PDF

DOI: 10.24815/jks.v0i0.27709

Refbacks

  • There are currently no refbacks.