Optimalisasi kondisi air dan waktu perendaman rempah pada ultimate water terhadap kandungan vitamin C dan aktivitas antioksidan

Desi Andriani, Rizki Andalia, Muharyana Muharyana, Fauzul Husna, Eni Marlina

Abstract


Abstrak. Ultimate water merupakan minuman kesehatan yang terbuat dari rimpang - rimpangan seperti kunyit, jahe, dan batang serai dengan cara perendaman pada waktu dan kondisi air tertentu yang selanjutnya ditambahkan perasan lemon dan madu. Ultimate water mengandung vitamin C yang berasal dari rimpangan tersebut dan bermanfaat sebagai antioksidan. Vitamin C memiliki sifat yang mudah teroksidasi (hilang) akibat peningkatan suhu sehingga dapat menurunkan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi air dan waktu perendaman yang baik pada rimpang - rimpangan terhadap kadar vitamin C dan aktivitas antioksidannya. Penentuan kadar vitamin C dan aktivitas antioksidan pada ultimate water dilakukan dengan metode Spektrofotometri Uv-Vis dan DPPH, dengan mevariasikan kondisi air perendaman (biasa, hangat dan dingin) dengan waktu perendaman masing – masing selama 2 dan 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C tertinggi diperoleh pada ultimate water yang direndam air hangat (36-40°C) selama 6 jam sebesar 12,31 mg/gram dan kadar vitamin C terendah diperoleh pada ultimate water yang direndam air dingin (8-15°C) selama 2 jam sebesar 0,69 mg/gram. Dan diperoleh aktivitas antioksidan pada minuman ultimate water  yang dibuat dari semua kondisi air dan waktu perendaman yag berbeda dengan kategori kuat, karena memiliki nilai IC50 kurang dari 50 ppm. Sehingga minuman ultimate water tersebut dapat dijadikan sebagai minuman kesehatan.

 

Kata kunci: Antioksidan¸ spektrofotometri Uv-Vis, vitamin C, ultimate water

Abstract. Ultimate water is a health drink made from rhizome such as turmeric, ginger, and lemongrass stems by soaking at a certain time and condition water which is then added with lemon juice and honey. Ultimate water contains vitamin C which is derived from these rhizome and is useful as an antioxidant. Vitamin C has properties that are easily oxidized due to an increase in temperature so can reduce antioxidant activity. This study aims to determine the condition of water and the good soaking time of rhizome against vitamin C levels and antioxidant activities. Determination of vitamin C levels and antioxidant activity in ultimate water was carried out using the Spectrophotometry Uv-Vis and DPPH methods, by varying the conditions of the soaking water (ordinary, warm, and cold) with soaking times for 2 and 6 hours, respectively. The results showed that the highest vitamin C levels were obtained in ultimate water soaked in warm water (36-40 °C) for 6 hours at 12.31 mg/gram and the lowest vitamin C levels were obtained in ultimate water soaked in cold water (8-15 ° C) for 2 hours at 0.69 mg/gram. And obtained an antioxidant activity in ultimate water drinks made from all water conditions and soaking times that differ from the strong category, because they have an IC50 value of less than 50 ppm. So that the ultimate water drink can be used as a health drink.

Keyworsd: Antioxidant, spectrophotometry Uv-Vis, vitamin C, ultimate water


References


Daftra Pustaka

Al qamari, M., Tarigan, D.M., dan Alridiwirsah. Budidaya Tanaman Obat dan Rempah. Cetakan Pertama. UMSU Press. Medan.2017. p.14.

Trisnawati,I.,Hersoelistyorini,W.dan Nurhidajah. Tingkat kekeruhan, kadar vitamin C dan aktivitas antioksidan infused water lemon dengan variasi suhu dan lama perendaman. Jurnal Pangan dan Gizi. 2019 April; 9 (1): 27-38.

Faralia. “1001 Khasiat Istimewa Buah-buahan dan Sayuran”. Yogyakarta. 2012.

Wassalwa, M., Pengaruh waktu infusa dan suhu air yang berbeda terhadap aktivitas antioksidan dan vitamin C pada infused water kulit pisang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi.2016 Agus;1(1): 107-118.

Husni,A.,Deffy,RP.,IwanYBL.Aktivitas antioksidan padinas sp. pada berbagai suhu dan lama pengeringan. JPB Perikanan.2014.9(2): 165-173.

Muzaifa,M.Lubis,YM.,Arifullah,M. Kajian pembuatan infused water dari buah kurma (phoenix dactylifera) dengan penambahan jeruk nipis (citrus aurantiifolia). Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia. 2019 Sept;11(2):84-89.

Munir,NF. Munir,NW. Infused water jeruk lemon (citrus limon) dan jahe merah (zingiber officinale roxb.var. Rubrum). Jurnal Ilmiah Kesehatan Iqra.2020 Des;8(2):94-99.

Oktariani, Febliza,A. Septriyanti,I. Anisah, N. Edukasi pemanfaatan rempah sebagai bahan dasar pembuatan infused water untuk detoksifikasi tubuh. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ. 2020 Juli; 7 (3):242-246

Musman, M., Safrida, S., Kurnianda, V., & Erlidawati, E. Evaluation of antihyperglicemic property from syzygium oleana (magnoliopsida: myrtaceae) pericarp. Research Journal of Medicinal Plants.2017 3(1):100-106.

Andalia, R. Raihanaton, Ulfa,V. Uji kuantitatif vitamin C pada sayuran hijau akibat pemanasan dengan metode spektrofotometri Uv-vis. Jurnal Sains & Kesehatan Darussalam. 2021; 1(2) 67-72.

Almatsier, S. Prinsip – Prinsip Ilmu Gizi Dasar. PT Gramedia Pustaka. Jakarta. 2005

Molyneux,P.The use ofthe stable free radikal diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for estimating antioxidant activity.Journal Science of Technology.2004.26 (2).


Full Text: PDF

DOI: 10.24815/jks.v0i0.28735

Refbacks

  • There are currently no refbacks.