Kafein dalam MinumanPenambah Stamina
Abstract
Abstrak. Telah dilakukan penelitian analitik dengan metode quasi eksperimental tentang pengaruh kafein dalarn minuman penambah stamina terhadap perubahan hemodinamik tubuh {tekanan darah dan nadi). Adapun Jatar belakang pcnelitian ini adalah tingginya persentase individu yang menggunakan minuman penambah energi dalam kehidupan seharl-harl.
Penelitian ini dilakukan terhadap 20 orang rnahasiswa yang bersedia diberikan perlakuan, tidak memiliki
riwayat penyakit sistemik (Hipertensi, Penyakit Jantung Koroner, Diabetes Mellitus ), dan tidak sedang hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kafein dalam minuman penambah stamina terhadap tekanan darah dan nadi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan darah sistolik pada 30 menit I dan UI sekitar 40 &
50%, sedangkan pada 30 menit ll,IV, V, dan VI cenderung stabil. Denyut nadi meningkat pada 30 menit l, II, JV, dan VI. 30 menit Ill dan IV rnenurun setelah pemberian minuman penambah stamina yang mengandung kafein sebanyak 50 mg. Berdasarkan regresi linear, didapatkan tidak terdapat hubungan antara perubahan tekanan darah dan nadi pada kelompok kontrol dan intervensi, narnun secara keseluruhan tekanan darah yang rncnlngkat belum memenuhi criteria hipertensi berdaserkan JNC 7. Perubahan denyut nadi yang terjadi juga belum memenuhi kategori takikardi maupun bradikardi. (JKS2009; 1: 9-14)
Kata Kunci : Kafein, hemodinamik
Abstract. The Analytic research has been done with quasi experiment method defined the influence of caffeine in energy drink and ifs hemodynamic effect(blood pressure andpulse). The background of this research Is based on increased number of people who consume energy drink recently.
The student, being volunteer to be given an intervention, there's no history In systemic disease (Hypertension,
Coronary Heart Disease, Diabetes Mellitus), and not in pregnancy.
The goal of this research is to access whether there 're influence of caffeine in energy drink in order to blood pressure and pulse. .
The result showed that in t" and 3rd 30 minutes the Systolic pressure was increased approximately 40 & 50%.
stable in glance at 2"", 4fh & (Ju,, The pulse increased in /1',2"",4"', & (Jh_ 3td &51h decrease after consumed energy
drink which containing 50mg of Caffeine. Based on linear regression, there 's no connection between blood
pressure and pulse changing on control and intervention group After all, the increased of blood pressure level ~
didn't log on the criteria of hypertension based on JNC 7, The pulse result also didn't log on to Tachycardiaor
Bradycardia.. (JKS 2008; 1:9-14) Keywords : Kafein, hemodinamlk
Keywords
References
Daftar Pustaka
Ikrawan,Yusep,Dr. Dampak Kafein untuk Kesehatan. Available from: hltp://www.pikiran- rakyat.comoetak.html, 2005
Rozanah.Astri.Dr.. Kafein dan Wanita. Available from: Republika online http://www.alatkesehatan.comindex.php.kafein,
Anonymous. Caffeine. Available from:
http://www.en.wikipedia.org/wiki/caffeine.eom,htm
Anonymous. Caffeine. Available from :
http://www.ca ffeineted.htmI
Anonymous. Tidak Mengganggu Kesehatan.
Available from :
http://www.kornJ:2as.com/teknologi/index.htm, 2003
Isnando. Menjemput Impian 2010. Available from:
www.isnando78.multiply.comjumal, 2006
Hall, Guyton. Distensibilitas Vaskular, dan Fungsi Sistem Vena dan Arteri dalam Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi 9, EGC, l 997, Hal:219-221
Ganiswarna.Sulistia G. Perangsangan Susunan
Saraf Pusat dalam Fannakologi dan Terapi, Edisi 4,
FKUI, 1995, Hal: 228-223
Notoatmodjo S, Metodologi Penelitian Kesehatan,
Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, 1993.
Ganong F.W, Dinamika Aliran Darah dan limfe , dalam : Fisiologi Kedokteran
Djauhari (ed), edisi 20, Mc Grawhill, EGC, Jakarta,
Hal 575
Manning, Delp, Sistem Kardiovaskular dalam : ,
MajorDiagnosis Fisik, Adji Dharmi3(edJ, Penerbit
EGC, Jakarta, 1996. Hal : 268-283
National High Blood Pressure Education Program,
Theseventh report of Joint National Committee on
Prevention, Detection, Evaluation and Treatment of
High Blood Pressure. US depannent of health and
human service, May 2003.
Suyono S. Pengaturan makan dan pengendalian glukosa darah dalam : Pedoman Diet Diabetes Melitus. Penerbit FKln, Jakarta, 2004. Hal: 9 •15
Mc Glynn.Burnside, Tanda-tanda vital dalam:
Adams Diagnosis Fisik. Edisi 17, EGC, 1995, Hal :
-70. ,
Chandra, D, Regresi dan Korelasi dalam : Pengantar Statistik Kesehatan. Penerbit EGC, Jakarta, 1995. Hal: 97-10
Refbacks
- There are currently no refbacks.