Karakteristik pasien diabetes melitus tipe-2 pada poliklinik rawat jalan
Abstract
Abstrak. Prevalensi Diabetes Melitus Tipe-Z dari tahun ketahun semakin meningkat, yang temyata didahului oleh berbagai faktor resiko penyakit kardiovaskuler seperti kegernukan, hipertensi, dislipidemia yang pada dasarnya diawali oleh resistensi insulin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalcnsi pasien Diabetes Melitus Tipe-2 di poliklinik rawat jalan Penyakit Dalam RSUZA pasca bencana tsunami dan beberapa karakteristiknya. Penelitian ini bersifat deskrlptif retrospektlf untuk semua pasien Diabetes Melitus Tipe-2 yang berobat jalan di poliklinik rawatjalan pada periode Juni 2005-Maret 2006. Pengarnbilan data dilakukan melalui penelusuran rekam medis rawat jalan RSU.Dr.Zainoel Abidin Banda Aceh. Dari 2606 pasien yang datang berobat jalan pada periode penelitian dijurnpai 900 pasien (35%) didiagnosis sebagai penderita Diabetes Melitus Tipe-2 (DMT2), sebagian besar berjenis kelamin perempuan, berada ctikelompok usia 40-60 tahun, menggunakan obat hipcglikemia oral, serta menggunakan asuransi ASKES. Peneliti juga mendapatkan prevalensi amputasi kaki diabetik sebesar 4,6 %. (JKS 2008; 2: 67-72)
Kata kunci : karakteristik, diabetes melitus, RSUZA
Abstract. The prevalence of Type 2 Diabetes Mellitus has increased recently, apparently it was began from some risk factors of cardiovascular disease such as obesity, hypertension, dislipidemia, that basically caused by insulin resistance. The objective is to know the prevalence of patient with Type 2 Diabetes Mellitus in outpatient department of internal medicine, School of Medicine Syiah Kuala University/Zainoel Abidin Hospital Banda Aceh after Tsunami Disaster and its characteristic. This is retrospective descriptive research to all Type 2 Diabetes Mellitus who were treated in out patient department of internal medicine from June 2005-March 2006. Data collecting has been done through medical record of out patient department in Dr. Zainoel Abidin Hospital Banda Aceh. From 2606 of outpatient in observation period, there was 900 patients (35%) diagnosed with Type 2 Diabetes Mellitus, most of them were women, in age of 40 - 60 years old, used oral hypoglycemia drugs, and with health insurance. The author also found that the incidence of amputated diabetic food was 4,6%. (JKS 2008; 2: 67-72)
Key word: characeristic, diabetes melitus, RSUZA
Keywords
References
Daftar pustaka
I. American Diabetes Assotiation ; Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus in Diabetes Care 2005.
Merentek.E ; Resistensi Insulin Pada Diabetes Melitus Tipe 2 ; dalam Cennin Dunia Kedokteran Volume 150; 2006.
Suyono.S ; Patofisiologi Diabetes Melitus ; dalam Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu ; Soegondo.S,dkk (eel) ; Fakultas kedokteran Universitas Indonesia. 2004.
Suyono.S ; Kecenderungan Peningkatan Jumlah Penyandang Diabetes : dalam Penatalaksanaan Diabetes Terpadu ; Soegondo.S,dkk: (ed) ; Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Soegondo.S Diabetes in Indonesia
- .disampaikan dalam Perkeni New Castle Diabetes
Care ; Jakarta 2006
Annonimius ; Register pasien Rawat (nap Bagian
Ilmu Penyakit Dalam FK Unsyiah/ BPK RSUZA Banda Aceh. 2005
Rochismandoko, Yuki ; Ketaatan Penderita DM Tipe 2 terhadap saran Dokter Ditinjau dari Health Belief Model ; dalam Makalah Bebas Konas IV
Perkeni; Medan. 2003
Soesilawati,dkk ; Gambaran Klinis Pasien OM
Setelah berobat teratur selama 5 tahun dan Selama 10 Tahun di Poliklinik Endokrinologi IPD-FKUI/RSCM; dalam Makalah Bebas Konas IVPerkeni ;Medan.2003
Singh.B.M., et al ; Delayed Diagnosis in non
insulin dependent diabetes melitus; in BMJ 1992
(304).
Zulkhairi,dkk ; Prevalensi Sindroma Metabolik dengan Manefestasi DM Tipe 2 Yang Berobat Jalan ke Poliklinik Endokrinologi RS.H.Adam Malik Medan ; dalam Makalah Bebas Konas JV Perkeni : Medan. 2003
Santoso.M Lian.S, Yudy ; Gambaran Pola
Penyakit Diabetes Melitus di Bagian Rawat [nap
Refbacks
- There are currently no refbacks.