Profll Narakontak Serumah Penderita Kusta di Puskesmas Talango Kabupaten Sumenep, Jawa Timur Tahun 2005
Abstract
Abstrak, Narakontak kusta adalah kelompok paling berisiko terjangkitnya kusta dan kelompok ini belum dimasukkan dalam program pemberantarasan penyakit kusta. Penelitian ini bertujian untuk mendapatkan profil narakontak serumah kusta meliputi umur, jenis kelarnin, lama kontak, tipe kusta sumber penular serta status hubungan keluarga. Penelitian ini menggunanakan rancangan deskriptif menggunakan studi cross sectional. Populasi penelitian adalah narakontak
.. serumah penderita kusta dan pengambilan sampel dilakaukan dengan cara systematic random dan
hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok umur rata-rata narakontak 39,2 ± 17,24 tahun, narakontak paling banyak perempuan, rata-rata lama kontak dengan penderita kusta 2 tahun, narakontak serumah dengan penderita kusta tipe MB paling banyak dan status hubungan narakontak. bukan anggota keluarga inti paling banyak. (JKS 2006,· 3:117-124)
Kata K1111cl: Narakontak serumah, kusta, Mycobacterium leprae
Abstract. Household contacts of leprosy patients are the group with the highest risk of developing the disease, and although many risk or prevention factors have been identified, they have not been employed in leprosy-monitoring programs. This study aims to obtain a profile household contacts of leprosy include age, sex, duration of contact, type of leprosy transmission source and status of family relationships. This study used a descriptive design using cross sectional study. The study population was the same household contacts leprosy patients and sampling conducted by systematic random and research results were analyzed descriptively. The results showed that the average age group household contacts ofleprosy 39.2 ± 17.24 years, household contacts ofleprosy most of the women, the average length of contacts with leprosy patients 2 years, household contacts with MB leprosy patients most and relationship status was not a member of family the
most. (JKS 2006; 3:117-124)
Keywords:Household contacts, leprosy,Mycobacteriumleprae
Keywords
References
Daftar Pustaka
I. Agusni, I. Penyakit Kusta Penyakit Tua dengan Segudang Misteri. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Jlmu Penyakit Kulit dan Kelamin pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. 2003.
Deprtemen Kesehatan IU. Pedoman Pcmberantasan Penyakit Kus ta. Direktorat Jenderal PPM dan PPLP. Jakarta. 1998.
Agusni, I. Perubahan Pola
lmunopatologik sebagai Indikator Untuk Pcnanganan Kusta Subklinik: Suatu Studi Observasional
Longitudinal untuk Mendapatkan
Dasar Kebijakan dalam Penanganan Kusta Stadium Subklinik. Disertasi. Program Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya. 1997.
Day, R. Situasi Penyakit Kusta. Sub
Direktorat Kusta, Ditjen PPM dan PPL.
: 1-7.
Day, R Program Pemberantasan
Penyakit Kusta di Indonesia Hasil yang Dicapai dan Masalah. Pertemuan Jlmiah Tahunan (PIT) VJ. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelarnin Indonesia dan Lokakarya Dermatopatologi Kusta. Makasar.
Dinas Kesehatan Jawa Timur. Laporan
Kusta Tahun 2005. Dinkes Jatim. Surabaya. 2006.
World Health Organization. Guide to
Eliminate Leprosy as a Public Health
Problem. WHO. Geneva. 2000.
World Health Organization. Global Leprosy Situation. Weekly Epidemiological Record. 2005.34: 289-
World Health Organization. WHO Expert Committee on Leprosy. 71h ed.
WHO Technical Report Series. 1998:
Refbacks
- There are currently no refbacks.