PEMETAAN KAWASAN RAWAN BANJIR DI KOTA BANDA ACEH MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Abstract
Menurut data dari BNPB, tercatat tiga kali dalam kurun waktu 20 Tahun ini banjir besar merendam Kota Banda Aceh yaitu tahun 1978, 2000 dan 2020. Pada tahun 2020 bencana banjir yang cukup besar menggenangi hampir 75% dari 90 Gampong yang ada di Kota Banda Aceh. Selain diakibatkan oleh hujan yang sangat deras, dipengaruhi oleh kondisi drainase yang tersedia tidak mampu menampung aliran air hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan banjir berbasis SIG di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder berupa data kemiringan lereng, curah hujan, tekstur tanah, tutupan lahan dan daerah aliran sungai. Untuk mengolah data digunakan Tools SIG (sistem informasi geografis) yaitu alat analisis spasial tingkat kerawanan bencana banjir dengan model visual pemetaan. Hasil overlay parameter tersebut menghasilkan tingkat kerawanan banjir di Kota Banda Aceh yang dibagi atas dua kelas yaitu rendah dan menengah. Hasil analisis diperoleh wilayah 8 dari 9 Kecamatan di Kota Banda Aceh mendapat skor tingkat kerawanan menengah. Hasil Penelitian ini diharapkan pemerintah dan swasta rutin melakukan sosialisasi berbasis mitigasi bencana khususnya masyarakat di kawasan rawan bencana banjir.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana. Panduan Pengenalan Karakteristik Bencana dan Upaya Mitigasinya di Indonesia. Jakarta : BAKORNAS BP, 2005. Tinjauan terhadap skripsi Tingkat Kerawanan Banjir dengan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Daerah Aliran Sungai
Juwana Di Kabupaten Pati Jawa Tengah, oleh Sigit Nur Cahyo, h. I-1
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Banda Aceh. Survey Investigasi Desain Pengendalian Banjir Kota Banda Aceh. (Banda Aceh: Dinas PU, 2018)
Nuhung, Slamet. Geologi Tata Lingkungan untuk Perencanaan Wilayah. (Makassar, 2012) Putra, Alief Rusli, “Pemetaan Kawasan Rawan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Untuk Menentukan Titik Dan Rute Evakuasi”. Skripsi, UIN ALAUDDIN MAKASSAR, 2017.
Primayuda, Aris, Pemetaan Daerah Rawan dan Resiko Banjir Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. Skripsi, Institut Pertanian Bogor, 2006).
Republik Indonesia. “Undang-Undang R.I Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penganggulangan Bencana”. Republik Indonesia. “Undang-Undang R.I Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang”.
Zulfahmi, et al., eds. Dampak Sedimentasi Sungai Tallo Terhadap Kerawanan Banjir di Kota Makassar. Skripsi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2016.
DOI: https://doi.org/10.24815/jpg.v7i1.23773
Article Metrics
Abstract view : 80 timesPDF (Bahasa Indonesia) - 45 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Cut Vita Rajiatul Jummi, Fira Humaira, Kikye Martiwi Sukhiaky, Anta Rini Utami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Indexed By:
ISSN 2541-6936 (Print)| ISSN 2808-2834 (Online)
Organized by Universitas Syiah Kuala
Jurnal Pendidikan Geosfer Published by Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala
Website : http://jurnal.unsyiah.ac.id/jpg
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


_(1).png)
1_(1).png)


.png)
.png)


