EKSISTENSI PANGLIMA LAÔT SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN EKOSISTEM LAUT DI GAMPONG LAMPULO KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA
Abstract
Panglima Laôt bertugas memimpin kehidupan adat di bidang kelautan. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana eksistensi panglima laôt sebagai upaya pelestarian ekosistem laut di Gampong Lampulo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana eksistensi panglima laôt sebagai upaya pelestarian ekosistem laut di Gampong Lampulo. Populasi penelitian ini berjumlah 450 nelayan. Sampel penelitian ini berjumlah 24 sampel. Hasil pengolahan data menunjukkan lebih dari setengah responden (53,06%) menjawab sangat setuju terhadap eksistensi panglima laôt sebagai upaya pelestarian ekosistem laut di Gampong Lampulo. Kurang dari setengah responden (40,81%) menjawab setuju terhadap eksistensi panglima laôt sebagai upaya pelestarian ekosistem laut di Gampong Lampulo. Sedikit kecil responden (6,12%) menjawab ragu-ragu terhadap eksistensi panglima laôt sebagai upaya pelestarian ekosistem laut di Gampong Lampulo. Berdasarkan jawaban responden yang menjawab sangat setuju dan setuju diperoleh hasil persentase sebanyak (93,87%). Berdasarkan data dapat dikatakan bahwa keberadaan panglima laôt masih eksis sebagai upaya pelestarian ekosistem laut di Gampong Lampulo.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Abdullah, Muhammad Adli. 2006. Selama Kearifan adalah Kekayaan. Jakarta: Yayasan Kehati.
Arhas, Fahmi Rija. 2017. Peran Masyarakat dalam Menjaga Ekosistem Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan di Saree Aceh Besar. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.
Fikri. 2013. Pelaksanaan Perlindungan Terhadap Sumberdaya Perikanan dalam Laut Teritorial dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Provinsi Aceh. Jurnal Ilmu Hukum. No. 61, Vol. 14, Hlm. 415-435. Tersedia di https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as sdt=0%2C5&q=pelaksanaan+perlindungan+terhadap+sumberdaya+perikanan&btnG=#d=gs_qabs&u=%23p%3DoNTDwWnT 5a0J.
Kelana, Ade Syahputra. 2018. Peran Panglima Laot dalam penyelesaian Bentuk Pelanggaran Laot Melalui Hukum Adat (Studi Kasus di Wilayah Gampong Lampulo). Banda Aceh: UIN Ar-Raniry.
Nasution, Saddat. 2011. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.
Noviana, Eddy. 2017. Analisis Pemahaman Mahasiswa PGSD FKIP Universitas Riau Terhadap Pendekatan Saintifik Pada Kurikulum 2013. Jurnal Tunas Bangsa. No. 4, Vol. 2, Hlm. 153-162. Tersedia di https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as sdt=0%2C5&q=analisis+pemahaman+mahasiswa+pgsd&btnG=#d=gs_qabs&u=%23p%3DkNcv6b2a 6YJ.
Qanun Aceh No. 10/2008.
Rizqi, Rahmat. Simbolon, Domu dan Mustaruddin. 2017. Interaksi kebijakan perikanan tangkap dan kearifan lokal di perairan utara aceh. Jurnal ALBACORE. No.3, Vol. 1, Hlm. 257-264. Tersedia di https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as sdt=0%2C5&q=interaksi+kebijakan+perikanan+tangkap&q=#d=gs_qabs&u=%23p%3DbNOC19SXLOwJ.
Sudjana. 2005. Metode Statistik. Bandung: PT. Erascos.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syamsuddin, dan Cut Adek. 2010. Adat Meulaot (Adat Menangkap Ikan di Laut). Banda Aceh: CV. Boebon Jaya.
Undang-undang No. 32 Tahun 2014 tentang Kelautan.
DOI: https://doi.org/10.24815/jpg.v7i2.23860
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF (Bahasa Indonesia) - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Sari Sari Rosda, Abdul Wahab Abdi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
ISSN 2541-6936 (Print)| ISSN 2808-2834 (Online)
Organized by Universitas Syiah Kuala
Jurnal Pendidikan Geosfer Published by Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala
Website : http://jurnal.unsyiah.ac.id/jpg
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
