Eksistensi Kearifan Lokal Lembaga Adat Keujreun Blang Pada Generasi Z Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat
Abstract
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan generasi Z kaway XVI terhadap kearifan lokal yang berasal dari lembaga adat keujreun blang. Metode kuantitatif deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini, Masyarakat Kecamatan Kaway XIV yang menjadi populasi sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu 100 orang generasi Z Kecamatan Kaway XVI. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket benar-salah yang diberikan kepada Generasi Z ketika penelitian, teknik analisis data menggunakan rumus statistika sederhana . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 % (16 orang) mengetahui kearifan lokal yang berasal dari lembaga adat keujreun blang, di sisi lain 84% (84 orang) tidak mengetahui kearifan lokal yang berasal dari lembaga adat keujreun blang. Dengan demikian, dapat disimpulkan yaitu kearifan lokal masyarakat Aceh yang berasal dari lembaga adat keujreun blang berpotensi hilang di masa yang akan datang khususnya pada masyarakat Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Sehingga dibutuhkan upaya serius dari pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan masyarakat Kecamatan Kaway XVI untuk mengsosialisasikan dan menginternalisasikan kembali kearifan lokal yang berasal dari lembaga adat keujreun blang kepada generasi muda Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Djuned, T. 1997. Penyelesaian Sengketa Menurut Hukum Adat Aceh. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jendral.
Gadeng, N.A. Desfandi, M. Ridha, S. Ruliani. Shafida, M. 2024. Knowledge Levels of Generation Z on Aceh Community's Local Wisdom in Disaster Mitigation. International Journal of Disaster Management, IJDM (2024) 7:2, pp 129-142 DOI: https://doi.org/10.24815/ijdm.v7i2.37242
Hakim, R.A. Mahmuddin. (2017). Eksistensi Keujruen Blang Dalam Pengelolaan Air Irigasi Persawahan Di Desa Blang Pateuk Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FISIP Unsyiah, Volume 2, Nomor 2: 789-812. Banda Aceh
Hugrunje, Snouck. 1985. Aceh di Mata Kolonialis. Jakarta: Yayasan Suko Guru.
Jupri, Ahmad. 2019. Kearifan Lokal Untuk Konservasi Mata Air (Studi Kasus Di Lingsar Lombok Barat-NTB). LPPM Unram Press: Mataram
Mutmainah, A. (2023). Apa itu Eksistensi,Berikut Penjelasan dan Contohnya. Diakases dari:https://www.konteks.co.id/wiki/64827/apa-itu-eksistensi-berikut-penjelasan-dancontohnya/Diakses Pada tanggal 11 Juni 2023
Qanun Aceh. No. 10 Tahun 2008 tentang lembaga adat
Shabri,A. Rusdi, S dan Agus, B.W. 2004. Keanekargaman Suku dan Budaya di Aceh. Banda Aceh: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Aceh bekerjasama dengan Badan Perpustakaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Uma. (2023). ketahui-mental-inlander-mental-tidak-mengapresiasi-bangsa-sendiri-yang-harus-dihilangkan. Diakses dari: https://bakai.uma.ac.id/2022/03/04/ketahui-mental-inlander-mental-tidak-mengapresiasi-bangsa-sendiri-yang-harus-dihilangkan/. Diakses Pada tanggal 11 Juni 2023
Undang-Undang No. 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Wibowo, A.G. (2015). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah : Konsep, strategi, dan implementasi. Pustaka Pelajar: Yogyakarta
DOI: https://doi.org/10.24815/jpg.v9i2.1.33386
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF (Bahasa Indonesia) - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Rahmat Thaifuri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
ISSN 2541-6936 (Print)| ISSN 2808-2834 (Online)
Organized by Universitas Syiah Kuala
Jurnal Pendidikan Geosfer Published by Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala
Website : http://jurnal.unsyiah.ac.id/jpg
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
