PEMEKARAN WILAYAH SEBAGAI SOLUSI KETIMPANGAN RUANG DI KABUPATEN BEKASI: STUDI LITERATUR
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pembangunan ruang di Kabupaten Bekasi serta mengevaluasi potensi pemekaran wilayah sebagai solusi untuk mengurangi ketimpangan tersebut. Ketimpangan yang signifikan antara wilayah maju (seperti Cikarang dan Tambun) dengan wilayah tertinggal (seperti Babelan dan Bojongmangu) mempengaruhi kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, laporan pemerintah, dan data statistik. Teknik analisis yang dilakukan melibatkan identifikasi dan sintesis temuan utama dari literatur terkait, untuk memahami penyebab ketimpangan dan mengevaluasi efektivitas pemekaran wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemekaran wilayah dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan memberdayakan masyarakat lokal. Namun, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada perencanaan yang matang, kesiapan fiskal, dan manajemen risiko sosial. Penelitian ini juga merekomendasikan penguatan alokasi anggaran bagi wilayah tertinggal, pelatihan sumber daya manusia lokal, serta pelibatan masyarakat dalam perencanaan sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketimpangan pasca pemekaran.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Badan Kebijakan Fiskal. (2013). Untungnya Pemekaran Daerah: Dampak Pemekaran terhadap Pelayanan Publik. Diakses dari https://fiskal.kemenkeu.go.id
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bekasi. (2023). Statistik Wilayah Bekasi 2023.
Bappeda Kabupaten Bekasi. (2022). Laporan Pembangunan Infrastruktur Kabupaten Bekasi.
Bappenas. (2021). Kajian Strategis Pemekaran Wilayah dan Dampaknya terhadap Pembangunan Daerah. Diakses dari https://bappenas.go.id.
Dewi, M. E. (2019). Ketimpangan pembangunan antarwilayah: Studi kasus di Indonesia. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 35(2), 120-133.
Firdaus, M., Salim, M. D., & Sinaga, B. M. (2020). Disparitas pembangunan antarwilayah di Indonesia: Sebuah kajian empiris. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 21(1), 32-42.
Firman, T. (2009). "Decentralization reform and local government proliferation in Indonesia: Towards a fragmentation of regional development". Review of Urban & Regional Development Studies, 21(2).
Friedmann, J. (1966). Regional Development Policy: A Case Study of Venezuela.
Harahap, S., Setiawan, D., & Rahmawati, Y. (2018). Kesiapan fiskal dalam mendukung pemekaran daerah otonomi baru di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 19(2), 65-77.
Kusumaningrum, R. (2020). Konflik sosial dalam proses pemekaran wilayah: Studi kasus di Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 24(4), 45-62
Nur, D. M. (2016). Dampak Pembangunan Kawasan Industri Di Kabupaten Bekasi Terhadap Alih Fungsi Lahan Dan Mata Pencaharian Penduduk. Jurnal Geografi Gea, 7(2). https://doi.org/10.17509/gea.v7i2.1717
Ombudsman RI. (2024). Hasil Penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik. Diakses dari https://jatim.bpk.go.id
Rondinelli, D.A., & Cheema, G.S. (1983). Decentralization and Development: Policy Implementation in Developing Countries.
Smith, J. (2021). Urbanisasi dan Ketimpangan Sosial: Analisis Terhadap Pembangunan Wilayah di Indonesia. Jurnal Pembangunan Wilayah, 9(1), 45-59.
Suhartini, E., & Kurniawan, H. (2021). Analisis keberhasilan pemekaran wilayah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Kebijakan Publik, 15(1), 45-58.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2012). Economic development (11th ed.). Pearson.
Torraco, R. J. (2005). Writing integrative literature reviews: Guidelines and examples. Human resource development review, 4(3), 356-367.
Torres-Carrión, P. V., González-González, C. S., Aciar, S., & Rodríguez-Morales, G. (2018, April). Methodology for systematic literature review applied to engineering and education. In 2018 IEEE Global engineering education conference (EDUCON) (pp. 1364-1373). IEEE.
Turok, I., Scheba, A., & Visagie, J. (2017). Reducing spatial inequalities through better regulation.
Wahyuningsih, D., Qodir, Z., & Syarifuddin, T. I. (2020). Dinamika Pemekaran Wilayah Nagari Rabi Jonggor Kabupaten Pasaman Barat. Journal of Government Science (GovSci), 1(2), 64–83. https://doi.org/10.54144/govsci.v1i2.7
Wibowo, R. (2019). Ketimpangan pembangunan di wilayah Jawa Barat. Jurnal Ekonomi Pembangunan Daerah, 25(3), 100-112.
DOI: https://doi.org/10.24815/jpg.v9i2.42662
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF (Bahasa Indonesia) - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Anang Suherman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
ISSN 2541-6936 (Print)| ISSN 2808-2834 (Online)
Organized by Universitas Syiah Kuala
Jurnal Pendidikan Geosfer Published by Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala
Website : http://jurnal.unsyiah.ac.id/jpg
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
