Konstruksi Sosial Masyarakat terhadap Dukun Suwuk di Desa Tanjung Lor, Kabupaten Pacitan

Nesti Eka Putri, Deny Wahyu Apriadi

Abstract


Although advanced modern healthcare facilities are available today, alternative healing practices such as Suwuk traditional healers still persist. The purpose of this article is to explain the social construction that occurs in society regarding Suwuk phenomenon, which is performed by traditional healers as an alternative treatment technique. A qualitative approach with a case study design is employed in this article. The study indicates that individuals' decisions to choose Suwuk healing are influenced by internal and external factors. Internal factors include patients' beliefs, trust in Suwuk healing, and their desire for recovery. External factors encompass economic aspects such as treatment fees and patients' income, distance to Suwuk healers compared to medical healthcare facilities, as well as the influence and advice from others as a form of intergenerational belief. The construction of Suwuk healers is shaped by patients' experiences and successes in undergoing treatments with Suwuk healers, which then form subjective awareness of the subject. Environmental factors, including the cultural environment and intergenerational beliefs, influence the objective awareness of society towards Suwuk healing services. Objective awareness of the community is formed through three phases: externalization as an adaptation to the long-standing belief in the existence of Suwuk healers, objectification as a search for information about such healing practices, and acceptance or internalization of alternative Suwuk healing in daily life.

Abstrak

Meskipun fasilitas kesehatan modern yang maju saat ini tersedia, praktik pengobatan alternatif seperti dukun Suwuk tetap ada. Tujuan artikel ini adalah menjelaskan konstruksi yang terjadi pada masyarakat terkait pengobatan Suwuk yang dilakukan oleh praktisi dukun sebagai teknik pengobatan alternatif. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam artikel ini. Kajian ini menunjukkan bahwa keputusan individu dalam memilih pengobatan dukun Suwuk dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi keyakinan dan kepercayaan pasien terhadap pengobatan Suwuk serta keinginan untuk sembuh. Faktor eksternal mencakup faktor ekonomi seperti tarif pengobatan dan pendapatan pasien, jarak tempuh ke dukun Suwuk dibandingkan dengan fasilitas kesehatan medis, serta pengaruh dan saran dari orang lain sebagai bentuk kepercayaan turun-temurun antargenerasi. Konstruksi terhadap dukun Suwuk dibentuk melalui pengalaman dan keberhasilan pasien dalam menjalani pengobatan dengan dukun Suwuk, yang kemudian membentuk kesadaran subjektif terhadap objek tersebut. Faktor lingkungan tinggal, termasuk lingkungan budaya dan kepercayaan antar generasi, mempengaruhi kesadaran objektif masyarakat terhadap jasa pengobatan dukun Suwuk. Kesadaran objektif masyarakat terbentuk melalui tiga fase, yaitu fase eksternalisasi sebagai adaptasi terhadap keberadaan dukun Suwuk yang telah dipercayai sejak lama, fase obyektivikasi sebagai pencarian informasi tentang pengobatan tersebut, dan fase penerimaan atau internalisasi pengobatan alternatif dukun Suwuk dalam kehidupan sehari-hari.


Keywords


Suwuk; Pengobatan Tradisional; Kesadaran Objektif dan Subjektif

Full Text:

PDF

References


Alfansyur, A., & Mariyani. (2020). Seni Mengelola Data : Penerapan Triangulasi Teknik , Sumber Dan Waktu Pada Penelitian Pendidikan Sosial. HISTORIS : Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 5 (2), 146–150.

Andira, D. A., & Pudjibudojo, J. K. (2020). Pengobatan Alternatif Sebagai Upaya Penyembuhan Penyakit. Insight : Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 16 (2), 393–401.

Arista, W. (2021). KONSTRUKSI SOSIAL MASYARAKAT PADA PENGOBATAN ALTERNATIF SEBAGAI SOLUSI PENYEMBUHAN PENYAKIT (Studi Pada Pengguna Pengobatan Alternatif di Pandaan). Tesis. Universitas Muhammadiyah Malang.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pacitan. (2021). Hasil Sensus Penduduk 2020 Kabupaten Pacitan. Diakses pada 18 Mei 2023.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pacitan. (2019). Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Kecamatan (Personil), 2019. Diakses pada 9 Mei 2023.

Barus, Putri Lestari Br. (2019). Studi tentang Pilihan Berobat ke Dukun Tradisional yang Dilakukan oleh Jemaat GBKP di Desa Sugihen. Skripsi. Universitas Kristen Satya Wacana.

Berger, Peter L. dan Thomas Luckmann. (1990). Tafsir Sosial atas Kenyataan. Jakarta : LP3ES

Dharma, F. A. (2018). Konstruksi Realitas Sosial:Pemikiran Peter L. Berger Tentang Kenyataan Sosial. Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1), 1-9.

Fadli, M. R. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif. Humanika. 21 (1). 33-54.

Fanani, S., & Kesuma, T. (2014). Health Belief Model pada Pasien Pengobatan Alternatif Supranatural dengan Bantuan Dukun. Psikologi Klinis Dan Kesehatan Mental, 03 (4).

Indonesia. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 1 Ayat 11 Tentang Kesehatan. Sekretariat Negara. Jakarta.

Lenaini, I. (2021). Teknik Pengambilan Sampel Purposive dan Snowball Sampling. HISTORIS : Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah. 6 (1). 33-39.

Novitasari, D. A. (2021). Perubahan Bentuk Relasi Dukun dan Masyarakat Desa Ranggeh, Kabupaten Pasuruan. Kusa Lawa. 1 (2).

Puskesmas Ngadirojo Pacitan. (2022). Survei Kepuasan Masyarakat. Diakses pada 18 Mei 2023.

Rahardjo, Mudjia. (2017). Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif : Konsep dan Prosedurnya. Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Rahmadani, W. (2021). KOMUNIKASI ELIT POLITIK DENGAN MASYARAKAT PASCA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF 2019 (Studi Pada Masyarakat Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa). Tesis. UIN Alaudin Makassar.

Ratih, E. K., & Juwariyah, A. (2020). Konstruksi Sosial Upacara Adat Karo Suku Tengger Di Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Jurnal Analisa Sosiologi, 9 (2), 526–550.

Saragih, S. G. N & Yosephine, Maria. (2016). Faktor-Faktor Kepatuhan Perawat yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Pengkajian Spiritual Pasien di Rumah Sakit “X” Bandung. Indonesian Journal Of Nursing Health Science. 1 (01).

Setiawan, I. (2018). Pengobatan Tradisional di Desa Lemahabang Kulon, Kec. Lemahabang, Kab. Cirebon. Patanjala. 10 (1).

Setyawan, Dendy Eka. (2021) Dukun Lintrik (Kajian Konstruksi Sosial Tentang Praktik Dukun Lintrik di Kabupaten Lumajang). Skripsi, Universitas Negeri Malang.

Suprijono, A., & Pasya, G. K. (2016). Konstruksi Sosial Remaja Osing Terhadap Ritus Buyut Cili Sebagai Civic Culture Untuk Pembentukan Jatidiri. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13 (2).

Togobu, D. M. (2018). Jurnal Kesehatan Masyarakat MENCARI PENGOBATAN DUKUN ( MA ’ SANRO ) Dian Mirza Togobu Departemen Epidemiologi , Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea Makassar J-Kesmas Jurnal Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4 (1), 16–32.

Umami, M. A. (2020). Konstruksi Sosial Pengobatan Rukiah Jam ’ Iyyah Ruqyah Aswaja Di Desa Limbangan Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap. Skripsi. IAIN Purwokerto.

Yulianti, Moita, S., Upe, A. (2018). Konstruksi Sosial dalam Praktik Pengobatan oleh Dukun dan Medis (Studi di Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah). Neo Societal. 3 (2). 374-380




DOI: https://doi.org/10.24815/jsu.v17i1.31484

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 nesti eka putri, Deny Wahyu Apriadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.