Analisis Spasial dan Basis Data Tingkat Bahaya Erosi dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Visual Basic

Dewi Sri Jayanti, Maulidawati Maulidawati, Mahbahgie Mahbahgie

Abstract


Erosi mengakibatkan kerusakan fungsi hidrologis daerah aliran sungai, juga kehilangan lapisan tanah yang subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman serta kemampuan tanah dalam menyerap dan menahan air menjadi berkurang. Penyusunan basis data tingkat bahaya erosi ini diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan up to date mengenai potensi tingkat bahaya erosi yang terjadi di wilayah Sub DAS Krueng Keumireu. Sub DAS Krueng Keumireu merupakan bagian dari DAS Krueng Aceh yang termasuk ke dalam sungai dengan prioritas I. Penelitian ini bertujuan untuk menduga tingkat bahaya erosi dan menyusun aplikasi basis data dengan menggunakan sistem informasi geografis dan Visual Basic 2010. Metode yang digunakan untuk pendugaan laju erosi yang terjadi menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation), pengelolaan data-data spasial menggunakan Sistem Informasi Geografi dan penyususan basis data menggunakan Visual Basic.Net 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi Sub DAS Krueng Keumireu masih dalam kategori sangat ringan hingga ringan dengan persentase 38% kategori sangat ringan dan 36% kategori ringan dengan laju bahaya erosi tertinggi sebesar 1.388,8843 ton/ha/tahun dan laju bahaya erosi terendah sebesar 0,1618 ton/ha/tahun. Sehingga upaya konservasi yang dapat dilakukan dengan pemberian mulsa mau pun pengelolaan Program aplikasi basis data sudah dapat dijalankan dengan baik tanpa ada kesalahan source code sehingga informasi tingkat bahaya erosi yang ditampilkan sudah dapat diakses oleh user.

Spatial Analysis and Erosion Hazard Level Database by Using Geographic Information System and Visual Basic.

Erosion results in damage to the hydrological function of the watershed, as well as the loss of fertile soil layers and good for plant growth and the ability of the soil to absorb and retain water becomes reduced. Preparation of erosion hazard data base expected to provide accurate and information up to date about the potential level of erosion hazard that occurs in the Krueng Keumireu Sub-watershed area. Krueng Keumireu Sub-watershed is part of the Krueng Aceh watershed which belongs to the river with priority I. This study aims to estimate the level of erosion hazard and develop database applications using geographic information systems and Visual Basic 2010. The method used to estimate the rate of erosion occurred using the USLE (Universal Soil Loss Equation) method, spatial data management using Geographic Information System and database deduction using Visual Basic.Net 2010. The results showed that the condition of Krueng Keumireu Sub watershed is still in very light to light category with the percentage 38 % very light category and 36% light category with the highest erosion rate of 1,388,8843 ton/ha/year and the lowest erosion rate of 0,1618 ton/ha/year. So with such conditions can be carried out conservation efforts such as mulching and land management in a simple way. Database application program can be run properly without any error source code so that the information level of erosion hazard that displayed can be accessed by the user.

 


Keywords


Tingkat bahaya erosi, Sistem Informasi Geografis, basis data, Sub DAS Krueng Keumireu

Full Text:

PDF

References


Ahmad, S. 2010. Analisis ketersediaan lahan dan kesesuaian tanaman untuk reboisasi (studi kasus : Sub DAS Krueng Keumireu Kabupaten Aceh Besar, Propinsi Aceh). Tesis. Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Arsa, H.P. dan T. Hariyanto. 2010. Pemetaan dan Penyusunan Basisdata Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Kota Surabaya). Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.

Arsyad, S. 2010. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press, Bogor.

Asdak, C. 2001. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Banuwa, I.S., 2013. Erosi. PT Fajar Interpratama Mandiri. Jakarta.

Bols, P.L. 1978. The Iso-Erodent Map of Java and Madura. Belgian Technical Assistance Project ATA 105. Soil Research Institute, Bogor.

BP2TPDAS, 2002. Pedoman Praktik Konservasi Tanah dan Air. Departemen Kehutanan BALITBANG Teknologi Pengelolaan DAS Indonesia Bagian Barat. Surakarta.

Departemen Kehutanan. 1998. Pedoman Penyusunan Rencana Teknik Lapngan Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah Daerah Airan Sungai. Direktorat Jenderal RRL, Jakarta.

Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.

Hidayat, Y., Naik, S., Hidayat, P., dan Suria, D.T., 2007. Dampak Perambahan Hutan Nasional Lore Lindu Terhadap Fungsi Hidrologi dan Beban Erosi (Studi Kasus Daerah Aliran Sungai Nopu Hulu, Sulawesi Tengah). J. Ilmu Pertanian. Agustus 2007.

Jayanti, D.S. and Mechram, S., 2015. Aplikasi SIG Untuk Pemetaan Dan Penyusunan Basisdata Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perkotaan (Studi Kasus: Kota Banda Aceh). Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 19(1), pp.27-23.

Kartasapoetra, G; A.G. Kartasapoetra dan M.M. Sutejo.1987.Teknologi Konservasi Tanah dan Air. Cetakan Kedua. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Menteri Kehutanan dan Perkebunan. 1999. Republik Indonesia Nomor 284/Kpts-II/Tahun 1999. Penetapan Urutan Prioritas Daerah Aliran Sungai. Menhutbun, Jakarta.

Nasiah. 2000. Evaluasi Kemampuan Lahan dan Tingkat Bahaya Erosi Untuk PrioritasKonservasi Lahan di Daerah Aliran Sungai Takapala Kabupaten Dati II Gowa Propinsi Sulawesi Selatan. Tesis. Program Pascasarjana. UGM. Yogyakarta.

Prahasta, E. 2002. Konsep-konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Informatika, Bandung.

Rachim, D.A. dan M. Arifin. 2011. Klasifikasi Tanah di Indonesia. Pusaka Reka Cipta, Bandung.

Rusnam, E.,G. Ekaputra dan E.M. Sitanggang. 2013. Analisis spasial besaran tingkat bahaya erosi pada tiap satuan lahan di Sub DAS Batang Kandis. Jurnal Teknik Lingkungan UNAND. (2) : 157.

Sofi, F. 2006. Pengembangan sistem informasi geografis hutan kota Propinsi DKI Jakarta. Skripsi. Fakultas MIPA, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Suripin., 2001, Pelestarian Sumberdaya Tanah dan Air. Andi Offset. Yogyakarta.

Sutapa, I.W., 2010. Analisis Potensi Erosi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) di Sulawesi Tengah. J. SMARTek. 8 (3) : 169-181.

Wischmeier, W.H. dan D.D. Smith. 1978. Predicting Rainfall-Erosian Losses Guide to Conservation Planning. USDA Agriculture Handbook No.537. 58 hal.




DOI: https://doi.org/10.17969/rtp.v12i2.13043

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 2085-2614E-ISSN: 2528-2652
Copyright© | ISSN: 2085-2614 | EISSN: 2528-2654
Rona Teknik Pertanian is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Departemen Teknik PertanianFakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala 
associated with Indonesia Society of Agricultural Engineering (ISAE) Aceh.
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email: jronatp@usk.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations