Pengembangan Minyak Nilam Sebagai Aromaterapi Dan Potensinya Sebagai Produk Obat

Dewi Ermaya, Anshar Patria, Fadlan Hidayat, Fachrul Razi

Abstract


Abstrak. Aromaterapi adalah suatu bentuk terapi atau pengobatan menggunakan bahan tanaman volatil, yang bertujuan untuk mengatur fungsi kognitif, mood, dan kesehatan. Tanaman volatil dikenal juga minyak atsiri. Minyak atsiri biasa diperoleh dari tanaman dengan berbagai cara yang berbeda-beda seperti ekstraksi, penyulingan dan distilasi fraksinasi.  Salah satu minyak atsiri adalah minyak nilam. Kandungan minyak nilam yang utama yaitu patchouli alcohol (40-50%) digunakan sebagai bahan baku, bahan pencampur dan fixative (pengikat wangi-wangian) dalam industri parfum, kosmetik, dan obat-obatan. Pengembangan minyak atsiri sebagai aromaterapi perlu dilakukan sebagai upaya peningkatan pemanfaatan dari produk minyak atsiri. Komponen aroma dari minyak atsiri cepat berinteraksi saat dihirup. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur aktifitas lokomotor pada mencit untuk melihat efek yang ditimbulkan setelah di inhalasi dengan minyak nilam. Hasil menunjukkan adanya penurunan aktifitas setelah diinhalasi dengan minyak nilam. Ini menunjukkan minyak nilam memberikan efek depresi sistem syaraf pusat terhadap mencit. Persentase penurunan aktifitas gerak terbesar pada dosis 0,5 ml.

Development of Patchouli Oil as Aromatherapy and Its Potential as Medicinal Products

Abstract. Aromatherapy is a form of therapy or treatment using material from a volatile plant, intended to regulate cognitive, mood, and health function. Volati is also known for essential oil. Essential oil is often obtained from plants in various ways such as extraction, distillation and distillation of fractures. One essential oil is patchouli oil. The primary patchouli oil content is alcohol (40-50%), which is used as a ingredient, mixative and fixative in the perfume, cosmetics, and drugs industry. Commercial loans grew by 14 percent to RPM from the same period last year. Essential oil scent components must interact quickly when inhaled. The study was done to measure the locomotive activities of er er er to see the effect that was caused after inhalation with patouli oil. Results indicate a decrease in activity following inhalation with sapphire oil. This suggests patchouli oil, giving a depressed effect of the central nervous system on chiming. It's the largest drop in activity at a 0.5 ml dose.


Keywords


Aromaterapy; Minyak Atsiri; Nilam; Lokomotor; isolasi

Full Text:

PDF

References


Aoshima H., Hamamoto K. 1999. Terpenoid dan steroid. http://www.soc.nii.ac.jp/jsbba/e/e_05/bbindex_e.html. January 3 rd2010.

Buchbauer, G. 1993. “Biological Effects of fragran-ces and Essential Oils.”Journal Perfumer and flavorist; 18:19-24.

Buckle, J. 1999. “Use of Aromatherapy as Comple- mentary Treatment for Chronic Pain.”J. Alternative Therapies; 5: 42-51.

Bulan, R. 2004. Esterifikasi Patchouli Alkohol Hasil Isolasi Dari Minyak Daun Nilam (Patchouli Oil). FMIPA, Sumatera Utara.

Gilman, A.G., T.W. Rall, A.S. Nies, Taylor. 1991. The Pharmacological Basis of Therapeutics, 8th ed, New York: McGraw-Hill.

Muchtaridi. 2005. Penelitian Pengembangan Minyak Atsiri Sebagai Aromaterapi Dan Potensinya Sebagai Produk Sediaan Farmasi. Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran. Jurnal Teknologi Industri Pertanian 17.3 80-88.

Ni Luh, N.P.dkk. 2012. Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Derajat Kecemasan Pada Lansia Di Panti Wredha st. Yoseph Kediri. Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana.

Posrsolt, R.D., G. Anton, N. Blavet, M. Jalfree. 1978. Behavioral Despair in Rats: A New Model Sensitive to Antidepressant Treatments, European Journal Pharmacology, 47, 379.

Rachmaniar, R. dkk. 2015. Formulasi Dan Evaluasi Gel Aromaterapi Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga Odorata) Sebagai Antidepresi. JSTFI (Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology) IV.2 36-44.




DOI: https://doi.org/10.17969/rtp.v12i2.14612

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 2085-2614E-ISSN: 2528-2652
Copyright© 2009-2023 | ISSN: 2085-2614 | EISSN: 2528-2654
Rona Teknik Pertanian is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Program Studi Teknik PertanianFakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala 
associated with Indonesia Society of Agricultural Engineering (ISAE) Aceh.
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email: jronatp@usk.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations