Pemanfaatan Pektin Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Untuk Pembuatan Kemasan Edible film Dengan Penambahan Gliserol Sebagai Plasticizer

Ratna Ratna, Maiful Hari, Syafriandi Syafriandi

Abstract


Abstrak. Edible film merupakan lapisan tipis yang bersifat biodegradable dan dapat diaplikasikan pada bahan pangan sebagai pelindung antara makanan dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gliserol terhadap karakteristik edible film pektin kulit pisang kepok. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, di mana faktor konsentrasi terdiri dari 3 (tiga) taraf, yaitu G1= 1%, G2= 2%, dan G3= 3%. Dengan demikian 3 perlakuan konsentrasi gliserol dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 9 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ketebalan edible film seiring peningkatan konsentrasi gliserol, di mana ketebalan pada konsentrasi gliserol 1%, 2%, dan 3% yaitu 0,13 mm, 0,21 mm, dan 0,26 mm secara berturut-turut. Nilai laju transmisi uap air dari variasi konsentrasi gliserol 1%, 2%, dan 3% yaitu 1,882 g/m2/jam, 2,601 g/m2/jam, 3,359 g/m2/jam. Nilai kuat tarik dengan variasi konsentrasi gliserol 1%, 2%, dan 3% yaitu 22,3 kgf/cm2, 21 kgf/cm2 dan 22,3 kgf/cm2. Nilai elongasi dari variasi konsentrasi gliserol 1%, 2%, dan 3% yaitu  284,90 %, 406,47 %  dan 530,00 %. Adapun  nilai modulus young dari variasi konsentrasi gliserol 1%, 2%, dan 3% yaitu 0,76 MPa, 0,51Mpa dan 0,41Mpa. Perlakuan terbaik berdasarkan Japanese industrial standard JIS (1975) adalah perlakuan gliserol dengan konsentrasi 1%. Dari hasil uji sidik ragam ANOVA  perlakuan variasi konsentrasi gliserol tidak berpengaruh nyata terhadap ketebalan, laju transmisi uap air, kuat tarik, elongasi dan modulus young.

The Utilization of Pectin Banana Pain (Musa paradisiaca L.) for The Making of Edible film Packaging With Additional Glycerol as a Plasticizer

Abstract. The edible film is a thin layer that is biodegradable and can be applied to foodstuffs as a barrier between food and the environment. This study aims to determine the effect of glycerol concentration on the characteristics of the edible film pectin of kepok banana peels. This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD), where the concentration factor consisted of 3 (three) levels, namely G1 = 1%, G2 = 2%, and G3 = 3%. Thus 3 treatments of glycerol concentration with 3 replications to obtain 9 experimental units. The results obtained thickness values with variations in the concentration of glycerol (1%, 2%, 3%) namely 0.13 mm, 0.21 mm, and 0.26 mm. The value of the water vapor transmission rate of variations in glycerol concentration (1%, 2%, 3%) is 1.882 g/m2/hour, 2.601 g/m2/hour, 3.359 g/m2/hour. The tensile strength values with variations in glycerol concentration (1%, 2%, 3%) were 22.3 kgf/cm2, 21 kgf/cm2 and 22.3 kgf/cm2. The elongation values of variations in glycerol concentration (1%, 2%, 3%) were 284.90%, 406.47% and 530.00%. Young's modulus values from variations in glycerol concentration (1%, 2%, 3%) were 0.76 MPa, 0.51Mpa and 0.41Mpa. The best treatment based on the Japanese industrial standard JIS (1975) was the glycerol treatment with a concentration of 1%. From the variance ANOVA test results, the results obtained have no significant effect on thickness, water vapor transmission rate, tensile strength, elongation, and modulus young.


Keywords


Edible film; plasticizer; gliserol; konsentrasi; pektin

Full Text:

PDF

References


Ariska Rizani Eka dan Suyanto. (2015). Pengaruh Konsentrasi Karagenan Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Edible film dari Pati Bonggol Pisang dan Karagenan Dengan Plasticizer Gliserol. Jurnal Kimia. : 34-40.

Estiningtyas, H.R. (2010). Aplikasi Edible film Maizena dengan Penambahan Ekstrak Jahe Sebagai Antioksidan Alami Coating Sosis Sapi. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Masthura. (2019). Pengaruh Jenis Plasticizer Terhadap Edible Film Berbasis Karaginan Eucheuma cottonii. Skripsi. Banda Aceh. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Nainggolan, R. J. (1994), Pengaruh pH dan Lama Ekstraksi terhadap Rendemen dan Mutu Pektin dari Kulit Pisang, Laboratorium. Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Putra, Anugerah. Dwi., Johan, Vonny, Setiaries,. dan Efendi, R. (2017). Penambahan Sorbitol Sebagai Plasticizer Dalam Pembuatan Edible Film Pati Sukun. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian. 4 : 1 – 15.

Sahwan, F.M., Martono, D.H., Wahyono, S., Wisoyodharmo, L.A. (2005). Sistem Pengolahan Limbah Plastik di Indonesia. Jurnal Teknologi Lingkungan P3Tl_BPPT. 6 (1) : 311-318.

Santoso, Budi. (2015). Perbaikan Sifat Laju Transmisi Uap Air dan Antibakteri Edible Film dengan Menggunakan Minyak Sawit dan Jeruk Kunci. Universitas Sriwijaya. Palembang.

Sara, N.E.M. (2015). Karakteristik Edible Film berbahan dasar whey dangke dan agar dengan penambahan konsentrasi sorbitol. Skripsi. Makasar. Universitas Hasanuddin.

Sucipta, Nyoman. (2018). Pengemasan Pangan. Udayana University Press. Denpasar.

Syarifuddin, Ahmad dan Yunianta. (2015). Karakterisasi Edible Film Dari Pektin Albeda Jeruk Bali dan Pati Garut. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3 (4) : 1538-1547.

Tarigan, M., Kaban, I. M., Hanum, F. (2012). Ekstraksi Pektin dari Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca). Jurnal Teknik Kimia USU. 1 (1) : 49 – 53.

Wright, S.L., R.C. Thompson and T. S. Galloway. (2013). The Physical Impact




DOI: https://doi.org/10.17969/rtp.v15i1.23820

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 2085-2614E-ISSN: 2528-2652
Copyright© | ISSN: 2085-2614 | EISSN: 2528-2654
Rona Teknik Pertanian is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Departemen Teknik PertanianFakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala 
associated with Indonesia Society of Agricultural Engineering (ISAE) Aceh.
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email: jronatp@usk.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations