Sinkronisasi Penggunaan Lahan dan Pola Ruang (Studi Kasus: Kabupaten Simeulue)
Abstract
Abstrak. Perubahan penggunaan lahan adalah proses perubahan dari penggunaan lahan sebelumnya menjadi penggunaan lahan lain yang bersifat permanen maupun sementara. Kabupaten Simeulue telah menetapkan Qanun Nomor 2 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Simeulue Tahun 2014-2034. Penggunaan lahan harus memperhatikan arahan pemanfaatan lahan yang tertuang dalam pola ruang. Sinkronisasi atau keselarasan penggunaan lahan dengan pola ruang yang telah ditetapkan dalam dokumen RTRW perlu dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan/ketidakselarasan pada penggunaan lahan. Analisis keselarasan penggunaan lahan menggunakan geoprocessing, dengan menggunakan data shapefile penggunaan lahan Tahun 2021, dan data shapefile pola ruang Tahun 2014-2034. Kelas keselarasan dibagi menjadi tiga kelas, yaitu selaras, tidak selaras, dan transisi/belum selaras. Luas Penggunaan lahan yang selaras dengan pola ruang seluas 152.808,65 Ha (71,91%), sedangkan luas penggunaan lahan yang tidak selaras dengan pola ruang seluas 13.054,01 Ha (6,14%), dan penggunaan lahan yang belum selaras atau transisi seluas 46.649,34 Ha (21,95%).
Land Use Synchronization and Spatial Patterns (Case Study: Simeulue District)
Abstract. Land use change is the process of changing from previous land uses to other land uses that are permanent or temporary. Simeulue Regency has established Qanun Number 2 of 2014 concerning the Regional Spatial Plan of Simeulue Regency for 2014-2034. Land use must pay attention to land use directions contained in spatial patterns. Synchronization or alignment of land use with spatial patterns that have been determined in the RTRW document needs to be done so that there are no deviations / misalignments in land use. Land use alignment analysis using geoprocessing, using land use shapefile data for 2021, and spatial pattern shapefile data for 2014-2034. The alignment class is divided into three classes, namely aligned, misaligned, and transitional/unaligned. Land use area that is in harmony with spatial patterns is 152,808.65 Ha (71.91%), while land use area that is not in harmony with spatial patterns is 13,054.01 Ha (6.14%), and land use that is not aligned or transitional is 46,649.34 Ha (21.95%).
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Alwan, Barkey, R.A. and Syafri 2020. Perubahan Penggunaan Lahan dan Keselarasan Rencana Pola Ruang di Kota Kendari. Urban and Regional Studies Journal 3.
Barus, B., Panuju, D.R. and Fajarini, R. 2014. Dinamika Perubahan Penggunaan Lahan Dan Perencanaan Tata Ruang Di Kabupaten Bogor. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan 17.
Deliyanto, B. 2021. Lahan, Ruang, dan Wilayah. Tata Ruang dan Lingkungan. Tanggerang Selatan, Universitas Terbuka. pp. 350.
Hartoko, S.I., Sitorus, S.R.P. and Baskoro, D.P.T. 2017. Analisis Perubahan Penggunaan Lahan dan Arahan Penyempurnaan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Bogor, Institut Pertanian Bogor.
Husnah, N. 2021. Sinkronisasi Penggunaan Lahan Berdasarkan Pola Ruang Kabupaten Simeulue Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Fakultas Pertanian. Banda Aceh, Universitas Syiah Kuala.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang. 2018. Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Kabupaten Dan Kota. In K. A. d. T. Ruang ed. Republik Indonesia.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang. 2021. Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Tata Cara Penyusunan, Peninjauan Kembali, Revisi, Dan Penerbitan Persetujuan Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Kabupaten, Kota, Dan Rencana Detail Tata Ruang. In K. A. d. T. Ruang ed. Republik Indonesia.
Kusumaningrat, M.D., Subiyanto, S. and Yuwono, B.D. 2017. Analisis Perubahan Penggunaan Dan Pemanfaatan Lahan Terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2009 Dan 2017 (Studi Kasus : Kabupaten Boyolali). Jurnal Geodesi Undip 6.
Listiawan, T. (2010). Hubungan Kelas Jalan Dengan Kecenderungan Inkonsistensi Pemanfaatan Ruang Di Kota Bogor Institut Pertanian Bogor]. Bogor.
Maulana, A., Sugianto and Basri, H. 2018. Analisis Penggunaan Lahan Eksisting Berdasarkan Rencana Tata Ruang di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. urnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian 3.
Mulya, S. P., Suherlan, D., & Pravitasari, A. E. (2019). Dinamika Penggunaan/Tutupan Lahan Dan Keselarasannya Dengan Pola Ruang Dan Daya Dukung Lahan: Studi Kasus Di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 21, Article 2.
Pusat, P. 2007. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. In P. R. Indonesia ed. Jakarta.
Qanun Kabupaten Simeulue Nomor 2. 2014. Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Simeulue Tahun 2014-2034. In P. K. Simeulue ed. Simeulue.
Sitorus, S.R.P., Mustamei, E. and Mulya, S.P. 2019. Keselarasan Penggunaan Lahan Dengan Pola Ruang Dan Arahan Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Di Kabupaten Bengkulu Selatan. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan 21 21-29.
Sodikin, Mujio and Sitorus, S.R.P. 2022. Analisis Keselarasan Penggunaan Lahan Dengan Pola Ruang Rtrw Di Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan 16.
DOI: https://doi.org/10.17969/rtp.v17i2.34431
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.

![]()
![]()
Copyright© | ISSN: 2085-2614 | EISSN: 2528-2654
Rona Teknik Pertanian is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Published by:
Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala
associated with Indonesia Society of Agricultural Engineering (ISAE) Aceh.
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email: jronatp@usk.ac.id
Online Submissions & Guidelines | Editorial Policies | Contact | Statistics | Indexing | Citations








