OF AL-BAGHYU IN FIQH JINAYAH TOWARDS THE INDEPENDENT ACEH MOVEMENT (GAM)

Aprilda Yasa, Sukiati Sukiati

Abstract


Penelitian ini membahas Gerakan Aceh Merdeka (GAM), gerakan separatis di Indonesia yang bertujuan agar Aceh merdeka dan mengatur pemerintahannya sendiri. Ketidakadilan dalam distribusi sumber daya alam dan infrastruktur memicu ketidakpuasan di kalangan masyarakat Aceh terhadap pemerintah pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah tindakan GAM tergolong al-baghyu dalam perspektif fiqh jinayah (hukum pidana Islam) serta menganalisis sanksi yang seharusnya diterapkan. Dengan metode yuridis-normatif dan data sekunder, penelitian ini menunjukkan keterkaitan erat antara tindakan GAM dengan tindak pidana al-baghyu, yang dalam hukum Islam dapat dikenakan sanksi dibunuh atau damai. Namun, karena Indonesia tidak menganut hukum Islam, sanksi yang diterapkan adalah ta’zir atau damai. Rekomendasi penelitian ini mencakup bahwa pemerintah berhak memerangi pemberontakan seperti GAM sesuai prinsip hukum Islam dan KUHP selama tetap memenuhi rasa keadilan negara dan masyarakat. Pendekatan dialog dan keadilan diharapkan mampu merancang kebijakan efektif untuk menangani konflik separatis di masa depan, dengan implikasi praktis untuk kebijakan berbasis nilai keadilan dan perdamaian.


Keywords


Al-Baghyu, Pemberontakan, Makar

Full Text:

PDF

References


al-Māwardī, A. al-H. (n.d.). Kitāb al-Aḥkām as-Sultāniyyah wa al-Wilāyāt al-Dīniyya,(tahkek: Ahmad al-Mubārak al-Baghdādī)(Kuveyt: Mektebetu Ibn al-Kutayba, 1989); idem. Al-Aḥkām as-Sultāniyyah The Laws of Islamic Governance, 142–143.

Fajrin, Y. A. (2021). REFORMULASI DELIK MAKAR DALAM RANCANGAN KITAB UNDANGUNDANG HUKUM PIDANA NASIONAL TAHUN 2019 (SEBUAH TELAAH LEKSIKAL TERHADAP TERMINOLOGI AANSLAG). Jurnal Hukum & Pembangunan, 51(1), 74–94.

Fawaid, A., Basid, A., & Ardiansyah, M. A. (2023). Mendamaikan Bughat di Indonesia: Kajian Atas QS. Al-Hujurat [49]: 9 dalam Tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-Misykah: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Tafsir, 4(2), 20–42.

Hari Purwanto, S. H. (2021). Gejolak Papua dalam Perspektif Intelijen. Jakad Media Publishing.

Hasid, H. Z., SE, S. U., Akhmad Noor, S. E., Se, M., & Kurniawan, E. (2022). Ekonomi sumber daya alam dalam lensa pembangunan ekonomi. Cipta Media Nusantara.

Huda, S. (2019). Murtad dalam Pandangan Elit Muhammadiyah Jawa Timur. Disertasi UIN Sunan Ampel.

Husni, I., Jani, R., & Muthakin, M. (2022). Aceh dan Perdamaian. PROCEEDINGS ICIS 2021, 1(1).

Irham, I. (2016). Pesantren Manhaj Salafi: Pendidikan Islam Model Baru Di Indonesia. Ulul Albab Jurnal Studi Islam, 17(1), 1–18.

Khodijah, S., & Islam, H. J. H. P. (n.d.). ANALISIS TEORI ZAWA< JIR TENTANG SANKSI PIDANA MINIMUM DALAM TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK.

Matsyah, A. (2023). Perjanjian Helsinki 2005 Di Aceh Model Penyelesaian Konflik Abad 21 (Perspektif Siasah Syar’iyah). Bandar Publishing.

Maulana, I. (2015). Sanksi bughat dan makar: menurut persepektif hukum islam dan hukum positif.

Maulida, K. (2019). Perjanjian Helsinki 2005: Proses Perdamaian Antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia (RI). Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Muhaimin, M. (2020). Metode Penelitian Hukum. Dalam S. Dr. Muhaimin, Metode Penelitian Hukum, Mataram-NTB: Mataram.

Nugroho, B. E. (2022). Perlindungan hak masyarakat adat dalam pemindahan ibukota negara. JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi), 83–97.

Pratiwi, E. A. (2019). Campur tangan asing di Indonesia: Crisis management initiative dalam penyelesaian konflik Aceh (2005-2012). Historia: Jurnal Pendidik Dan Peneliti Sejarah, 2(2), 83–90.

Setiawan, J. (2016). Nasionalisme Retorika Gombal. Elex Media Komputindo.

Souisa, F. (2024). Implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Terhadap Kejahatan Makar. Syntax Idea, 6(8), 2367–3472.

Usman, U., Akhyar, A., & Husni, T. M. (2017). Transformasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Menuju Masyarakat Civil Society Pasca MoU Helsinki. Prosiding SEMDI-UNAYA (Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu UNAYA), 1(1), 533–543.

Walikhsan, A., Simamora, N. A., & Akhyar, S. (2024). Bughat dalam Perspektif Al-Qur’an: Studi Komparasi Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka dan Tafsir Al-Misbah Karya Quraish Shihab. TSAQOFAH, 4(1), 936–962.

Zubaedah, P. A., & Anwar, S. (2020). „Analisis Al-Baghyu Dalam Fiqih Jinayah Terhadap Makna Makar Dalam Pasal 107 KUHP‟. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(1), 117–127.




DOI: https://doi.org/10.24815/sklj.v8i3.42218

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Copyright (c) 2024 Syiah Kuala Law Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Creative Commons License

Syiah Kuala Law Journal published by Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at http://jurnal.usk.ac.id/SKLJ.