Kekosongan Hukum dalam Menjerat Tindak Pidana Berbasis Deepfake: Ancaman Baru dalam Pembuktian

Roihan Hanaan Hanifa, Sri Astutik, Muhammad Yustino Aribawa, Sri Sukmana Damayanti

Abstract


Artikel ini menyajikan analisis mendalam dan komprehensif mengenai fenomena deepfake, manipulasi media sintetik berbasis kecerdasan buatan dan implikasi yuridisnya yang mendisrupsi sistem hukum pidana Indonesia. Di tengah akselerasi teknologi Generative Adversarial Networks (GANs) yang memungkinkan penciptaan realitas tiruan dengan tingkat presisi yang nyaris sempurna, sistem hukum positif Indonesia yang masih berpijak pada paradigma konvensional menghadapi ancaman kekosongan norma (legal vacuum) yang serius. Penelitian ini menelaah secara kritis instrumen hukum utama, yakni Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional, dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), untuk mengidentifikasi celah regulasi yang gagal menjangkau karakteristik unik deepfake sebagai "kebenaran sintetik" yang bersifat generatif, bukan sekadar manipulatif. Temuan studi menunjukkan bahwa frasa "memanipulasi data otentik" dalam Pasal 35 UU ITE mengandung ambiguitas fatal ketika diterapkan pada konten yang diciptakan ab nihilo oleh AI. Lebih jauh, laporan ini mengupas ancaman prosedural berupa "Deepfake Defense" atau dividen pembohong, di mana eksistensi teknologi ini dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan nyata untuk menyangkal bukti otentik di pengadilan, menciptakan krisis epistemologis dalam pembuktian pidana. Melalui metode penelitian yuridis-normatif dengan pendekatan perbandingan hukum terhadap Deep Synthesis Provisions Tiongkok dan EU AI Act, laporan ini merekomendasikan urgensi reformasi hukum yang tidak hanya bersifat represif tetapi juga preventif melalui kewajiban transparansi algoritmik dan standarisasi forensik digital nasional yang adaptif.


Keywords


Kekosongan Hukum, Deepfake, Pembuktian

Full Text:

PDF

References


adminwqa. “ISO 27037 Untuk Digital Forensik.” WQA INDONESIA, 2025. https://wqa.co.id/iso-27037-untuk-digital-forensik/.

Altuncu, Enes, Virginia N L Franqueira, and Shujun Li. “Deepfake: Definitions, Performance Metrics and Standards, Datasets, and a Meta-Review.” Front Big Data 4, no. 7 (2024). https://doi.org/10.3389/fdata.2024.1400024.

ANTARA. “Pengacara Buni Yani Sempat Protes Video JPU,” 2017. https://www.antaranews.com/berita/642563/pengacara-buni-yani-sempat-protes-video-jpu.

Basah, Desty Aster Yansen, Andika Wijaya, and Ivans Januardy. “Kriminalisasi Pelanggaran Protokol Digital: Tinjauan Hukum Pidana Terhadap Penyebaran Deepfake Di Media Sosial.” Innovative: Journal Of Social Science Research 5, no. 4 (2025): 386–398. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20258.

Bellas, George. “Deepfakes in the Courtroom: Problems and Solutions.” Illinois State Bar Association 55, no. 5 (2025). https://www.isba.org/sections/bench/newsletter/2025/03/deepfakesinthecourtroomproblemsandsolutions.

Fadilah, Kurniawan. “Pelaku Deepfake Catut Presiden Prabowo Dijerat Pasal Berlapis.” detik.com, 2025. https://news.detik.com/berita/d-7768143/pelaku-deepfake-catut-presiden-prabowo-dijerat-pasal-berlapis.

Garina, Natalia. “What the EU’s New AI Code of Practice Means for Labeling Deepfakes.” Tech Policy Press, January 7, 2026. https://www.techpolicy.press/what-the-eus-new-ai-code-of-practice-means-for-labeling-deepfakes/.

Herman, Handrawan, Oheo Kaimuddin Haris, Sitti Aisah Abdullah, Ali Rizky, and Sri Ratih Indah. “Use of Digital Forensics in Proofing the Criminal Offense of Damage to Good Name in Social Media Based on the Law of Information and Electronic Transactions.” Halu Oleo Legal Research 6, no. 2 (2024): 588–603.

Linklaters LLP. “Regulating ChatGPT and the Metaverse for Social Good: How Do China’s First-Ever Deepfake Rules Affect AI Governance,” 2023. https://techinsights.linklaters.com/post/102iitc/regulating-chatgpt-and-the-metaverse-for-social-good-how-do-chinas-first-ever-d.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. jakarta: Prenadamedia Group, 2015.

Noerman, Chiquita Thefirstly, and Aji Lukman Ibrahim. “Criminalization of Deepfake in Indonesia as a Form of State Protection.” Jurnal USM Law Review 7, no. 2 (2024): 603–21.

Nurkholisah, Siti, Daud Rismana, Afrizal Eko Nugroho, Amrina Munjiyah, and Qurota Ayunisa. “Deepfake Sebagai Bentuk Kejahatan Siber Baru: Tantangan Kriminalisasi Dalam Hukum Pidana Indonesia.” Jurnal USM Law Review 8, no. 3 (2025): 2421–45. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.13060.

P, Anandy Satrio. “Deepfake Dilema: Tantangan Hukum Pidana Di Era Artificial Intelligence.” Dandapala Contributor, 2025. https://www.dandapala.com/opini/detail/deepfake-dilema-tantangan-hukum-pidana-di-era-artificial-intelligence.

Putra, Dhika Dwi. “Bareskrim Polri Tegas Berantas Sindikat Deepfake: Bukti Komitmen Penegakan Hukum.” Berita Nasional Update, 2025. https://beritanasionalupdate.com/news/details/87/bareskrim-polri-tegas-berantas-sindikat-deepfake:-bukti-komitmen-penegakan-hukum.

Putra, Komang Bagus Wicaksana, and Gusti Ayu Arya Prima Dewi. “Urgensi Pengaturan Tindak Pidana Deepfake Pornografi Di Indonesia.” Jurnal Kertha Wicara 13, no. 10 (2024): 530–41.

Putri, Putu Nadya Tasya, and Anak Agung Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda. “Pengaturan Hukum Dalam Penanggulangan Deepfake Artificial Intelligence (AI) Terhadap Anak Sebagai Korban Kejahatan Siber Di Indonesia.” Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) 14, no. 3 (2025): 713–28. https://doi.org/10.24843/JMHU.2025.v14.i03.p09.

SIP Law Firm. “Pidana Atas Konten Deepfake, Tantangan Baru Penegakan Hukum Di Era AI,” 2025. https://siplawfirm.id/konten-deepfake/?lang=id.

Zhang, Laney. “China: Provisions on Deep Synthesis Technology Enter into Effect.” Law Library of Congress, April 26, 2023. https://www.loc.gov/item/global-legal-monitor/2023-04-25/china-provisions-on-deep-synthesis-technology-enter-into-effect/.




DOI: https://doi.org/10.24815/sklj.v9i3.51766

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Copyright (c) 2026 Syiah Kuala Law Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Creative Commons License

Syiah Kuala Law Journal published by Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at http://jurnal.usk.ac.id/SKLJ.