USE OF PLANTS AS TRADITIONAL MEDICINE IN SWAMEDICATION IN PIDIE COMMUNITIES

Hardiana Hardiana, Saida Rasnovi, Zumaidar Zumaidar

Abstract


Self-medication is an act of self-healing using plants as traditional and modern medicine without the intervention of professional medical personnel. Availability of natural materials and affordable prices encourage people to return to using traditional medicines. The purpose of this study is to find out the types of plants used by the community Pidie, plant parts and reasons for using plants as traditional medicine in self-medication. The type of research used is non-experimental with the survey method and PRA (Participatory Rural Appraisal), by interviewing 1280 respondents. Parameters of this study are the types of plants used, plant parts and reasons for using plants as traditional medicine in self-medication. The results showed that there were 38 tribes and 53 types of plants. The most widely used plant parts were leaves (44.3%), the least were roots (0.7%), and the reason for using plants as traditional medicine in self-medication was easily obtained (53.8%).


Keywords


Health care, plants, traditional medicine, Pidie community, PRA

References


Nurwidodo. 2003. Pencegahan danPromosi kesehatan Secara Tradisional Untuk Peningkatan Status Masyarakat di Sumenep Madura. Malang. Jurusan Biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM

Depkes R.I., 2008. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta.

Sari, L. O. R. K. 2006. Pemanfaatan ObatTradisional dengan Pertimbangan Manfaat dan Keamanannya. Majalah Ilmu Kefarmasian. 3 (1) : 1-7.

Zuhud, E. A., Ekarelawan,M.danRidwan S. 1994. Hutan Tropika Indonesia sebagai sumber keanekaragaman plasma nutfah tumbuhan obat. Pelestarian Pemanfaatan Keanekaragaman Tumbuhan Obat Hutan Tropika Indonesia. Bogor. Kerjasama Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan IPB dan Lembaga Alam Tropika Indonesia.

Badan POM, 2006. Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik.BPOM Jakarta:.

Supardi, S dan Notosisworo. 2005. Pengobatan Sendiri Sakit Kepala, Demam, Batuk dan Pilek pada Masyarakat di Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol II. (3): 134-144

Zumaidar, dan Nursanty, R. 2011. Potensi Anti Bakteri Beberapa Tumbuhan Obat Tradisional. Jurnal Biologi Edukasi. Vol 2 (3): 1-5 Jurusan Biologi FMIPA Unsyiah Darussalam Banda Aceh.

Rubiah, Djufri dan Muhibbuddin. 2015. Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat Penyakit Kulit pada Masyarakat Kabupaten Pidie. Jurnal Biologi Edukasi Edisi 14. Vol.7 (1): 34-41. Barat, Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol II. (3): 134-144.

Ashari, 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. Buku. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta. 141-146 p.

Winarto, I.W. 2004. Khasiat dan Manfaat Kunyit. Jakarta: AgroMedia Pustaka.pp 2 - 12.

Sastroamidjojo, S. 2001. Obat Asli Indonesia. Dian Rakyat. Jakarta.

Hariyadi, B. (2011). Obat Rajo Obat Ditawar: Tumbuhan Obat dan Pengobatan Tradisional Masyarakat Serampas–Jambi. Jurnal Biospecies. 4 (2): 29 –34.

Astuti, V. 2000. Uji antibakteri ekstrak jahe (Zingiber officinale Rosc) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia dan Staphylococcuc aureus Secara In Vitro. Universitas Diponegoro Semarang.

Badan POM. 2005. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI No.HK.00. 05. 4. 1380 tentang Pedoman Cara Pembuatan Obat Tradisional yang baik. BPOM, RI, Jakarta

Taryono, E. M. Rahmat, S dan Sardina, A. 1987. PlasmaNutfah Tanaman Temu-temuan. Edisi Khusus Ballittro. 3 (1) ;47-56.

Khaerana, M., Ghulamahdi, danPurwakusumah, E. D. 2008. Pengaruhcekaman kekeringan dan umur panen terhadap pertumbuhandan kandungan xant horrhizol temulawak (Curcumaxanthorrhiza Roxb).uletin Agronomi 36(3): 241-247.

Choi, H. K., Yang, J. W., Roh, S. H., et al. 2007. Induction of Multidrug Resistance Associated Protein 2 in Tamoxifen-Resistant Breast Cancer Cells. Endocrine Related Cancer, 14, 93-303

Liang, O.B., Widjaja, Y., dan Puspa S., 1985. Beberapa Aspek Isolasi, Identifikasi, dan penggunaan Komponen – komponen Curcuma Xanthorriza Roxb dan Curcuma Domestica Val, Proseding Simposium Nasional Temulawak. Lembaga Penelitian Universitas Padjajaran, Bandung, Hal 85-92.

Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), 2007. Pedoman budidaya tanaman jarak pagar.Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Bogor.

Irmaleny, S. N., Dewi, F. dan Marline, A. 2010. Dosis efektif getah jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai analgesik dengan menggunakan tesgeliat. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Tannaz, J. B., Brijesh, S. dan Poonam, G. D. 2014. Bactericidal effect of selected antidiarrhoeal medicinal plants on intracellular heat-stable eterotoxinproducing Escherichia coli. Indian Journal of Pharmaceutical Sciences. 76 (3): 229-235.

Ajizah, A. 2004. Sensitivitas Salmonella typhimurium terhadap ekstrak daun Psidium guajava L. Bioscientiae.1(1): 31-8.

Ojewole, J .A. 2006. Antiinflammatory and analgesic effects of Psidium guajava L. (Myrtaceae) leaf queous extract in rats and mice. Methods and findings in experimental and clinical pharmacology. 28 (7): 441-446.

Biswas, B., Rogers, K., McLaughlin, F., Daniels, D. dan Yadaf, A. 2013. Antimicrobial activities of leaf extracts of guava (Psidium guajava L.) on two gram-negative and gram-positive bacteria. International Jurnal of Microbiology. Vol. 4 (1): 113-118.

John, A. O. O., Emmanuel, O. A. dan Witness, D. H. C. 2008. Antidiarrhoeal activity of Psidium guajava L. (Myrtaceae) leaf aqueous extract in rodents.Journal Smooth Muscle Res. 44 (6): 195-207.

Dalimartha dan Setiawan. 2003. Atlas Tumbuhan Obat Jilid 3. Jakarta: Puspa Swara.

Depkes RI, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, 112, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Haroon, R., Jelani, S., Arshad, F.K. 2015. Comparative analysis of antioxidantprofiles of bark, leaves dan seeds of Syzigium cumini (Indian blacberry). Vol 3. IJRG.

Shankara, R. 2014. Antioxidant activity of Syzygium cumini leaf gall extracts. BioImpacts.4(2).101-107.

Mursito, 2004. Uji Efektifitas Dekok Bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) Sebagai Antimikroba Terhadap Bakteri Salmonella Typhi Secara In Vitro. Jurnal Kedokteran Brawijaya,20 (1), 30-34..

Yuliana, M., Simbala, H., dan Koneri, R. 2016. Identifikasi dan pemenfaatan tumbuhan obat suku Dani di Kabupaten Jayawijaya Papua Jurusan Biol ogi, FMIPA, Unsrat, Manado Jurnal MIPA UNSRAT online 5 (2) 103–107

Haryanti, S. 2010. Jumlah dan Distribusi Stomata pada Daun beberapa Spesies Tanaman Dikotil dan Monokotil. Jurnal Buletin Anatomi dan Fisiologi. 18(2): 20-28.

Widayati, A. 2013. Swamedikasi di Kalangan Masyarakat Perkotaan diKota Yogyakarta. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia. Volume 2 (4):145-152.


Full Text: PDF

DOI: 10.24815/jn.v19i2.13192

Refbacks

  • There are currently no refbacks.