Natural Decomposer (MOL) developed from various banana waste and different storage times
Abstract
MOL is a local microorganism or natural decomposer that is used as a starter culture in production of organic fertilizers which is known as bokashi. The advantage of using MOL is that it can be made from cheap materials or by utilizing agricultural waste so that it can increase the added value of waste as well as reduce the environmental pollution. The use of MOL as a biodecomposer in production of bokashi can accelerate the fermentation process. This study aimed to produce MOL where the characteristic is similar with commercial Effective Microorganism (EM4). This study used a factorial randomized block design (RBD) with 2 factors. First factor was the types of banana (J) consisted of three levels, namely awak banana (Musa paradisiacal var. Awak; J1), barangan banana (Musa acuminate Colla; J2), and kepok banana (Musa acuminata balbisiana Colla; J3). Second factor was the storage times consisted of three levels, namely 0 weeks after fermentation (L1), 2 weeks after fermentation (L2), and 4 weeks after fermentation (L3). The analysis carried out after fermentation included total cell counts (TCC), pH value, temperature, and organoleptic test in the form of hedonic test for color and description test for aroma. The best sample was determined based on the highest TCC, the lowest pH value and aroma using a ranking test. The best treatment was obtained from J1L2 treatment (awak banana and 2 weeks after fermentation) with 1.8 × 109 CFU/ml of TCC, 3.17 of pH and medium tapai aroma.
Keywords
References
Elpawati E, Dara SD, Dasumiati D. Optimalisasi Penggunaan Pupuk Kompos dengan Penambahan Effective Microorganism 10 (Em10) pada Produktivitas Tanaman Jagung (Zea mays L.). J Biol. 2016;8(2):77–87.
Raksun A. Pengaruh Bokashi terhadap Produksi Padi (Oryza sativa L.). J Penelit Pendidik IPA. 2018;4(1).
Supianor, Juanda, Hardiono. Perbandingan Penambahan Bioaktivator EM-4 (Effective Microorganisme) dan MOL (Microorganisme Lokal) Kulit Nanas (Anana comosus L.Merr) terhadap Waktu Terjadinya Kompos. J Kesehat Lingkung. 2018;15(1):567–72.
Irfan, Rasdiansyah, Munadi M. Kualitas Bokasi dari Kotoran Berbagai Jenis Hewan. J Teknol dan Ind Pertan Indones. 2017;9(1):23–7.
Mursalim I, Mustami MK, Ali A. Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Mikroorganisme Lokal Media Nasi, Batang Pisang, dan Ikan Tongkol terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea). J Biotek. 2018;6(1):32–42.
Yanti S. Pengaruh Variasi Bahan Baku dan Lama Fermentasi terhadap Mutu MOL. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia; 2009.
Malo OOI. Pengaruh Perbandingan Sari Buah Pepaya California (Carica papaya L.) dan Pisang Ambon Lumut (Musa acuminate-colla) terhadap Citarasa, Kadar Etanol dan Metanol Wine Palisangbon (Pepaya California dan Pisang Ambon). Journal of Chemical Information and Modeling. Universitas As Sanata Dharma; 2017.
Amalia R. Pemanaatan Limbah Buah dalam Pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal) dengan Variasi Jenis Gula dan Penambahan Air Kelapa. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia; 2009.
Juanda, Irfan, Nurdiana. Pengaruh Metode dan Lama Fermentasi terhadap Mutu MOL (Mikroorganisme Lokal). J Floratek. 2011;5(6):140–3.
Wahyuningsih D. Analisis Kandungan Inulin pada Pisang Barangan (Musa acuminate Colla), Pisang Awak (Musa paradisiacal var. Awak) dan Pisang Kepok (Musa acuminate balbasiana Colla). Universitas Sumatera Utara; 2014.
Farida. Pemanfaatan Limbah Buah untuk Pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal) dengan Variasi Warna Kemasan dan Lama Penyimpanan. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia; 2009.
Sriyundiyati NP, Supriadi, Nuryanti S. Pemanfaatan Nasi Basi sebagai Pupuk Organik cair dan Aplikasinya untuk Pemupukan Tanaman Bunga Kertas Orange (Bougainvillea spectabilis). J Akad Kim. 2013;2(November):187–95.
Subagyo R, Pristiwanto AE, Muchsin. Studi Eksperimental Pembuatan Bioetanol Hasil Fermentasi Beras Ketan Putih, Beras Ketan Hitam dan Singkong. J Ilm Tek Mesin. 2020;11(2):84–93.
Fadilah U, Wijaya IMM, Antara NS. Studi Pengaruh pH Awal Media dan Lama Fermentasi pada Proses Produksi Etanol dari Hidrolisat Tepung Biji Nangka dengan Menggunakan Saccharomycess cerevisiae. J Rekayasa dan Manaj Agroindustri. 2018;6(2):92–102.
Kaya E, Silahooy C, Risambessy Y. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan Mikroorganisme terhadap Keasaman dan P-Tersedia pada Tanah Ultisol. J Mikrobiol Indones. 2017;1(2):91–9.
Kristanto WH, Tamrin, Erna M. Pengaruh Penambahan Ragi (Saccaromyces cerevesiae) dan Jumlah Lubang Kotak pada Fermentasi Buah Kakao (Theobroma cacao L) terhadap Mutu Biji Kakao Kering. J Tek Pertan Lampung. 2017;6(1):1–10.
Novia D, Rakhmadi A. Karakteristik Pupuk Organik Berkualitas Berbasis Mikroorganisme Lokal (MOL) Feses. Padang; 2018.
Triyono A. Pengaruh Konsentrasi Ragi terhadap Karakteristik Sari Buah dari Beberapa Varietas Pisang (Musa paradisiaca L). In: Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan. 2010. p. 1–7.
Suari PPV, Suyasa IWB, Wahjuni S. Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal Bonggol Pisang dalam Proses Fermentasi Limbah Makanan menjadi Pakan Ternak. J Cakra Kim. 2019;7(2):102–11.
Fahmi N, Nurrahman. Kadar Glukosa, Alkohol dan Citarasa Tape Onggok Berdasarkan Lama Fermentasi. J Pangan dan Gizi. 2011;02(03).
Hasanah H. Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Kadar Alkohol Tape Ketan Hitam (Oryza sativa L var forma glutinosa) dan Tape Singkong (Manihot utilissima Pohl). Universitas Islam Negeri Malang; 2008.
DOI: 10.24815/jn.v21i2.20198
Refbacks
- There are currently no refbacks.



Universitas Syiah Kuala (recognizedly abbreviated as