Composition and similarity of vegetation types in the Mount Seulawah Agam geothermal area, Aceh Besar District
Abstract
Keywords
References
Hariyanto, T., & Robawa, F. N. (2016). Identifikasi potensi panas bumi menggunakan landsat 8 serta penentuan lokasi pembangkit listrik tenaga panas bumi (Studi Kasus : Kawasan Gunung Lawu). Geoid, 12, 36-42.
Syukri, M., Zul, F., & Saad, R. (2014). The investigation of hot spring flow using resistivity method at geothermal field Ie-Seu’um, Aceh - Indonesia. EJGE, 19, 2419-2427.
Broto, S., & Putrando, T. T. (2011). Aplikasi metode geomagnet dalam eksplorasi panasbumi. Teknik, 32, 79-87.
Saptadji, N. M. (2002). Teknik Panasbumi. Institut Teknologi Bandung, Bandung.
Marwan., Rusydy, I., Nugraha, G. S., & Asrillah.(2014). Study of Seulawah Agam’s geothermal source using gravity method. Jurnal Natural, 14, 1-6.
Susanti, R., Dayat, E., & Santri, D. J. (2005). Analisis vegetasi kawsan mata air panas gemurak Desa Penindaian, Kecamatan Semendo Darat Laut Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Forum Mipa, 9, 11-19.
Hidayat, M. (2017). Analisis vegetasi dan keanekaragaman tumbuhan di kawasan manifestasi geotermal Ie Suum Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Biotik, 5, 114-124.
Suwardi, A. B., Mukhtar, E., & Syamsuardi. (2013). Komposisi jenis dan cadangan karbon di hutan tropis dataran rendah, Ulu Gadut, Sumatera Barat. Berita Biologi, 12 (2), 169-176.
Schulze, E.D., Beck, E., & Hoheinstein, K. M. (2005). Plant Ecology. Springer-Verlag Berlin, Germany
Aththorick, T. A., Siregar, E. S., & Hartati, S. (2007). Kekayaan jenis makroepifit di Hutan Telaga Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Kabupaten Langkat”, Jurnal Biologi Sumatera, 2, 13-14.
Sutomo & Fardila, D. (2013). Floristic composition of groundcover vegetation after the 2010 pyroclastic fire on mount merapi. Scientific Article, 2, 85-93.
Krebs, C. J. (1978). Plant Communities. A Texbook of Plant Synecology. Harper and Row Publisher. New York Evanston and London.
Verheji, E. W. M., & Coronel, R. E. (1991). Plant Resources of South-East Asia No. 2: Edible Fruits and Nuts. Prosea Foundation, Bogor.
A’yuningsih, D. (2017). Pengaruh faktor lingkungan terhadap perubahan struktur anatomi daun. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Biologi. Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta.
Loveless, A.R. (1989). Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik 2. Gramedia, Jakarta.
Lubis, S. R. (2009). Keanekaragaman dan pola distribusi tumbuhan paku di Hutan Wisata Alam Taman Eden Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara (Tugas Akhir). Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Medan.
Abdiyani, S. (2008). Keanekaragaman jenis tumbuhan bawah berkhasiat obat di Dataran Tinggi Dieng. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 1, 79-92.
Botanri S. 2010. Distribusi spasial, autekologi, dan biodiversitas tumbuhan sagu (Metroxylon spp.) di Pulau Seram, Maluku [disertasi]. Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Wijayanti, F., Priyanti, & Kusuma, D. C. (2015). Struktur dan komposisi vegetasi berdasarkan ketinggian kawasan Karst Gunung Kendeng Kabupaten Pati Jawa Tengah. Bio Wallacea Jurnal Ilmiah Ilmu Biologi, 1, 76-86.
Arrijani. (2008). Struktur dan komposisi vegetasi zona montana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Biodiversitas, 9, 134-141.
Yasi, R.M, Harsanti, R.S., and Larasati, T.T. (2022). The Effect of Simplicia Drying Method on the Acquisition of Active Compound Levels of Grinting Grass Simplicia Extract (Cynodon dactylon (L) Pers.). Berkala Sainstek. 10, 147-154.
Sen, S., & Chakraborty, R. (2017). Meyna spinosa Roxb.: An Unexplored Ethnomedicinal Plant. Internasional Journal of green Pharmacy, 11, 332-337.
Fauzi, and Subositi. (2019). Respon Pertumbuhan, Produksi dan Kualitas Daun Duduk (Desmodium triquetrum (L.) D.C) Terhadap Ketinggian Tempat Budidaya. Jurnal Jamu Indonesia. 4, 48-53.
Towaha, J., Aunillah, A., Purwanto, E.H., & Supriadi, H. (2014). Pengaruh elevasi dan pengolahan terhadap kandungan kimia dan citarasa kopi robusta Lampung. Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar, 1, 57-62.
Odum, E. P. (1971). Forest Ecology. 3rd edition. W.B. Saunders, Coy, Philadelphia, London, Torondo.
Magurran, A. E. (1988). Ecological Diversity and Its Measurement. Princeton University Press, New Jersey.
Hilwan, I., Mulyana, D., & Pananjung, W. G. (2013). Keanekaragaman jenis tumbuhan bawah pada tegakan sengon buto (Enterolonium cyclocarpum Griseb.) dan trembesi (Samanea saman Merr.) di lahan pasca tambang batubara PT Kitadin, Embalut, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Silvikultur Tropika,4, 6-10.
Mawazin, & Subiakto, A. (2013). Keanekaragaman dan komposisi jenis permudaan alam hutan rawa gambut bekas tembangan di Riau. Forest Rehabilitation Journal, 1 (1), 59-73.
DOI: 10.24815/jn.v23i2.31989
Refbacks
- There are currently no refbacks.


Universitas Syiah Kuala (recognizedly abbreviated as