PROSES PENCAPAIAN KEBERMAKNAAN HIDUP PENYANDANG TUNA DAKSA KARENA KECELAKAAN
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran bagaimana penyandang tuna daksa karena kecelakaan memilih, menggunakan, dan menghayati kekuatan non-fisik dalam menjalani kehidupan penuh penderitaan hingga meraih kebahagiaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis dengan subjek penelitian tiga orang tuna daksa yang kehilangan fungsi tubuhnya karena kecelakaan yang dialami minimal lima tahun yang lalu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing subjek memiliki makna hidup berbeda-beda yang menjadi kekuatan dalam menjalani penderitaan hidup. Hasrat menjalankan peribadatan dan upaya penerimaan diri besar mengarahkan individu pada pencapaian kebermaknaan hidup.
Keywords
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.24815/s-jpu.v3i1.15737
Article Metrics
Abstract view : 24 timesPDF - 15 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2020 Seurune:Jurnal Psikologi Universitas Syiah Kuala
Seurune: Jurnal Psikologi Unsyiah published by Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa 4.0 Internasional. Based on a work at http://jurnal.usk.ac.id/seurune.







